<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jurus Sandiaga Uno Pulihkan Pariwisata Indonesia</title><description>Pemerintah menyiapkan strategi akselerasi pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/09/320/2375059/jurus-sandiaga-uno-pulihkan-pariwisata-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/09/320/2375059/jurus-sandiaga-uno-pulihkan-pariwisata-indonesia"/><item><title>Jurus Sandiaga Uno Pulihkan Pariwisata Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/09/320/2375059/jurus-sandiaga-uno-pulihkan-pariwisata-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/09/320/2375059/jurus-sandiaga-uno-pulihkan-pariwisata-indonesia</guid><pubDate>Selasa 09 Maret 2021 17:33 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/09/320/2375059/jurus-sandiaga-uno-pulihkan-pariwisata-indonesia-TvhdBLfh0X.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menparekraf Sandiaga Uno (Foto: Dokumentasi Kemenparekraf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/09/320/2375059/jurus-sandiaga-uno-pulihkan-pariwisata-indonesia-TvhdBLfh0X.jpeg</image><title>Menparekraf Sandiaga Uno (Foto: Dokumentasi Kemenparekraf)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menyiapkan strategi akselerasi pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Strategi itu dimulai dengan jangka pendek hingga jangka panjang.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menuturkan, realisasi strategi jangka pendek, dilakukan dengan mendorong jumlah okupansi atau kunjungan wisatawan domestik. Langkah ini dinilai sebagai tahap awal kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Baca Juga:&amp;nbsp;5 Destinasi Super Prioritas Baru, Sandiaga: Jadi Penopang Ekonomi Kita
&quot;Pembukaan pariwisata wisatawan nusantara bertahap sudah kita lakukan. Pariwisata asing kita sedang merumuskan, kerja sama public dan private tidak bisa kerja sendiri kita harus investasi bareng-bareng,&quot; ujar Sandi dalam Webinar, Selasa (9/2/2021).
Untuk strategi jangka menengah-panjang, pemerintah akan menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata pilihan di Asia Tenggara. Hal ini dikemas dalam konsep quality and sustainable tourism.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ketua DPD RI Berharap Agrowisata Kelengkeng Borobudur Bisa Diterapkan di Daerah Lain
Destinasi jangka menengah-panjang akan memiliki standar yang sama dengan lima destinasi super prioritas yang tengah digodok saat ini. Tujuannya, untuk menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara.
Sandi juga berujar pemerintah berencana untuk membangun berbagai destinasi wisata yang ramah lingkungan dengan menggunakan energi baru terbarukan (EBT).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMy8wOS8xLzEzMDA4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kami akan memastikan industri pariwisata akan menghasilkan zero  carbon footprint pada setiap kegiatan di destinasi wisata terutama Bali  maupun di tempat lainnya,&quot; tuturnya.
Di sisi lain, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini berujar semua  aspek pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif dari pandemi Covid-19  harus mengupayakan sustainable tourism sebagai sustainable recovery.  &quot;Jadi kita ingin make Indonesia beautiful secara better dan faster.  Perhitungkan perubahaan iklim, keanekaragaman hayati dan harus  inklusif,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menyiapkan strategi akselerasi pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Strategi itu dimulai dengan jangka pendek hingga jangka panjang.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menuturkan, realisasi strategi jangka pendek, dilakukan dengan mendorong jumlah okupansi atau kunjungan wisatawan domestik. Langkah ini dinilai sebagai tahap awal kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Baca Juga:&amp;nbsp;5 Destinasi Super Prioritas Baru, Sandiaga: Jadi Penopang Ekonomi Kita
&quot;Pembukaan pariwisata wisatawan nusantara bertahap sudah kita lakukan. Pariwisata asing kita sedang merumuskan, kerja sama public dan private tidak bisa kerja sendiri kita harus investasi bareng-bareng,&quot; ujar Sandi dalam Webinar, Selasa (9/2/2021).
Untuk strategi jangka menengah-panjang, pemerintah akan menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata pilihan di Asia Tenggara. Hal ini dikemas dalam konsep quality and sustainable tourism.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ketua DPD RI Berharap Agrowisata Kelengkeng Borobudur Bisa Diterapkan di Daerah Lain
Destinasi jangka menengah-panjang akan memiliki standar yang sama dengan lima destinasi super prioritas yang tengah digodok saat ini. Tujuannya, untuk menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara.
Sandi juga berujar pemerintah berencana untuk membangun berbagai destinasi wisata yang ramah lingkungan dengan menggunakan energi baru terbarukan (EBT).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMy8wOS8xLzEzMDA4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kami akan memastikan industri pariwisata akan menghasilkan zero  carbon footprint pada setiap kegiatan di destinasi wisata terutama Bali  maupun di tempat lainnya,&quot; tuturnya.
Di sisi lain, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini berujar semua  aspek pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif dari pandemi Covid-19  harus mengupayakan sustainable tourism sebagai sustainable recovery.  &quot;Jadi kita ingin make Indonesia beautiful secara better dan faster.  Perhitungkan perubahaan iklim, keanekaragaman hayati dan harus  inklusif,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
