<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nasib Perusahaan Milik Lo Kheng Hong: Laba Gajah Tunggal Naik tapi Pendapatan Turun</title><description>PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) mencatatkan laba bersih sebesar Rp320,37 miliar pada 2020 atau tumbuh 19,02%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/10/278/2375430/nasib-perusahaan-milik-lo-kheng-hong-laba-gajah-tunggal-naik-tapi-pendapatan-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/10/278/2375430/nasib-perusahaan-milik-lo-kheng-hong-laba-gajah-tunggal-naik-tapi-pendapatan-turun"/><item><title>Nasib Perusahaan Milik Lo Kheng Hong: Laba Gajah Tunggal Naik tapi Pendapatan Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/10/278/2375430/nasib-perusahaan-milik-lo-kheng-hong-laba-gajah-tunggal-naik-tapi-pendapatan-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/10/278/2375430/nasib-perusahaan-milik-lo-kheng-hong-laba-gajah-tunggal-naik-tapi-pendapatan-turun</guid><pubDate>Rabu 10 Maret 2021 11:57 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/10/278/2375430/nasib-perusahaan-milik-lo-kheng-hong-laba-gajah-tunggal-naik-tapi-pendapatan-turun-LpgFIUyEE3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gajah Tunggal Bukukan Laba Bersih pada 2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/10/278/2375430/nasib-perusahaan-milik-lo-kheng-hong-laba-gajah-tunggal-naik-tapi-pendapatan-turun-LpgFIUyEE3.jpg</image><title>Gajah Tunggal Bukukan Laba Bersih pada 2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)&amp;nbsp;mencatatkan laba bersih sebesar&amp;nbsp;Rp320,37 miliar pada 2020 atau tumbuh 19,02% dibanding 2019 sebesar Rp269,1 miliar. Sehingga laba&amp;nbsp;per saham dasar naik menjadi Rp91,94, sedangkan&amp;nbsp;akhir tahun 2019 tercatat sebesar Rp77,23.
Sementara total penjualan&amp;nbsp;bersih sepanjang&amp;nbsp;tahun 2020 tercatat sebesar Rp10, triliun atau turun 15,71% dibanding tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp15,939 triliun. Tapi, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp10,76 triliun&amp;nbsp;atau turun 18,11% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp13,14 triliun. Sehingga laba kotor turun 4,3% menjadi Rp2,673 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Lunasi Utang, Gajah Tunggal Bakal Terbitkan Global Bond Rp4,02 Triliun
Selanjutnya, beban penjualan turun 29,4% menjadi Rp725,32 miliar dan beban keuangan turun 14,56% menjadi Rp745,05 miliar. Sedangkan pada sisi ekuitas tercatat sebesar Rp6,855 triliun atau&amp;nbsp;tumbuh 9,9% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp6,235 triliun. Adapun total kewajiban tercatat sebesar&amp;nbsp;Rp10,926 triliun atau&amp;nbsp;turun 13,47% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp12,62 triliun.
Kemudian aset perseroan tercatat sebesar Rp17,78 triliun atau turun 5,67% dibanding akhir tahun 2019, yang tecatat sebesar Rp18,85 triliun. Sementara arus kas diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar&amp;nbsp;Rp2,598 triliun, melonjak 106,51% dibanding akhir tahun 2020 yang tercatat&amp;nbsp;Rp1,258 triliun.
Sebagai informasi, emiten produsen ban ini mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini sebesar USD30 juta sampai USD40 juta atau tumbuh dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Lunasi Akuisisi Tanah Softex, Gajah Tunggal Siapkan Capex Rp560 Miliar
Sekretaris Perusahaan Gajah Tunggal, Kisyuwono seperti dikutip kontan pernah bilang, belanja modal ini sudah dirinci untuk sejumlah kebutuhan salah satunya pelunasan akuisisi tanah PT Softex Indonesia untuk ekspansi.
&quot;Fokus capex ini pada perawatan dan peremajaan mesin-mesin dan alat berat, serta pelunasan akuisisi tanah PT Softex Indonesia,&quot; ungkapnya, dikutip dari Harian Neraca, Rabu (10/3/2021).Perseroan membeli tanah dari PT Softex Indonesia untuk ekspansi. Hal tersebut seiring dengan pemindahan fasilitas produksi PT Softex Indonesia ke Karawang. Selain itu, tanah tersebut lokasinya juga berdekatan dan didukung akses yang sangat mudah dijangkau oleh Gajah Tunggal.&amp;nbsp;
Mengenai ekspansi yang dimaksud adalah untuk Plant Truck and Bus Radial (TBR) tire secara bertahap. Dengan terus melihat kondisi pasar, GJTL berencana menambah kapasitas produksi Plant ban TBR sampai dengan 3.500 unit per-hari di sekitar 2023-2024. Jika dibandingkan dengan sebelumnya, pada 2019 kapasitas terpasang ban TBR&amp;nbsp; sebanyak 2.000 unit per hari.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)&amp;nbsp;mencatatkan laba bersih sebesar&amp;nbsp;Rp320,37 miliar pada 2020 atau tumbuh 19,02% dibanding 2019 sebesar Rp269,1 miliar. Sehingga laba&amp;nbsp;per saham dasar naik menjadi Rp91,94, sedangkan&amp;nbsp;akhir tahun 2019 tercatat sebesar Rp77,23.
Sementara total penjualan&amp;nbsp;bersih sepanjang&amp;nbsp;tahun 2020 tercatat sebesar Rp10, triliun atau turun 15,71% dibanding tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp15,939 triliun. Tapi, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp10,76 triliun&amp;nbsp;atau turun 18,11% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp13,14 triliun. Sehingga laba kotor turun 4,3% menjadi Rp2,673 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Lunasi Utang, Gajah Tunggal Bakal Terbitkan Global Bond Rp4,02 Triliun
Selanjutnya, beban penjualan turun 29,4% menjadi Rp725,32 miliar dan beban keuangan turun 14,56% menjadi Rp745,05 miliar. Sedangkan pada sisi ekuitas tercatat sebesar Rp6,855 triliun atau&amp;nbsp;tumbuh 9,9% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp6,235 triliun. Adapun total kewajiban tercatat sebesar&amp;nbsp;Rp10,926 triliun atau&amp;nbsp;turun 13,47% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp12,62 triliun.
Kemudian aset perseroan tercatat sebesar Rp17,78 triliun atau turun 5,67% dibanding akhir tahun 2019, yang tecatat sebesar Rp18,85 triliun. Sementara arus kas diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar&amp;nbsp;Rp2,598 triliun, melonjak 106,51% dibanding akhir tahun 2020 yang tercatat&amp;nbsp;Rp1,258 triliun.
Sebagai informasi, emiten produsen ban ini mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini sebesar USD30 juta sampai USD40 juta atau tumbuh dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Lunasi Akuisisi Tanah Softex, Gajah Tunggal Siapkan Capex Rp560 Miliar
Sekretaris Perusahaan Gajah Tunggal, Kisyuwono seperti dikutip kontan pernah bilang, belanja modal ini sudah dirinci untuk sejumlah kebutuhan salah satunya pelunasan akuisisi tanah PT Softex Indonesia untuk ekspansi.
&quot;Fokus capex ini pada perawatan dan peremajaan mesin-mesin dan alat berat, serta pelunasan akuisisi tanah PT Softex Indonesia,&quot; ungkapnya, dikutip dari Harian Neraca, Rabu (10/3/2021).Perseroan membeli tanah dari PT Softex Indonesia untuk ekspansi. Hal tersebut seiring dengan pemindahan fasilitas produksi PT Softex Indonesia ke Karawang. Selain itu, tanah tersebut lokasinya juga berdekatan dan didukung akses yang sangat mudah dijangkau oleh Gajah Tunggal.&amp;nbsp;
Mengenai ekspansi yang dimaksud adalah untuk Plant Truck and Bus Radial (TBR) tire secara bertahap. Dengan terus melihat kondisi pasar, GJTL berencana menambah kapasitas produksi Plant ban TBR sampai dengan 3.500 unit per-hari di sekitar 2023-2024. Jika dibandingkan dengan sebelumnya, pada 2019 kapasitas terpasang ban TBR&amp;nbsp; sebanyak 2.000 unit per hari.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
