<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Airlangga: Industri Kreatif dan Digital Kembangkan Potensi, Gerakkan Ekonomi &amp; Ciptakan Lapangan Kerja</title><description>Airlangga Hartarto menyambut baik komitmen para milenial pelaku usaha  kreatif dalam membantu Pemerintah mengembangkan Industri Kreatif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/10/320/2375341/airlangga-industri-kreatif-dan-digital-kembangkan-potensi-gerakkan-ekonomi-ciptakan-lapangan-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/10/320/2375341/airlangga-industri-kreatif-dan-digital-kembangkan-potensi-gerakkan-ekonomi-ciptakan-lapangan-kerja"/><item><title>Airlangga: Industri Kreatif dan Digital Kembangkan Potensi, Gerakkan Ekonomi &amp; Ciptakan Lapangan Kerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/10/320/2375341/airlangga-industri-kreatif-dan-digital-kembangkan-potensi-gerakkan-ekonomi-ciptakan-lapangan-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/10/320/2375341/airlangga-industri-kreatif-dan-digital-kembangkan-potensi-gerakkan-ekonomi-ciptakan-lapangan-kerja</guid><pubDate>Rabu 10 Maret 2021 09:34 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/10/320/2375341/airlangga-industri-kreatif-dan-digital-kembangkan-potensi-gerakkan-ekonomi-ciptakan-lapangan-kerja-ETBaahNuPR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/10/320/2375341/airlangga-industri-kreatif-dan-digital-kembangkan-potensi-gerakkan-ekonomi-ciptakan-lapangan-kerja-ETBaahNuPR.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut baik komitmen para milenial pelaku usaha kreatif dalam membantu Pemerintah untuk mengembangkan Industri Kreatif Tanah Air.
&amp;ldquo;Industri Kreatif merupakan salah satu sektor yang diharapkan bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional,&amp;rdquo; ujar Airlangga saat beraudiensi dengan para milenial pelaku industri kreatif, Selasa (9/3/2021) di kantornya.
Menko Airlangga meyakini, dunia melihat Asia Tenggara sebagai potensi pasar yang besar dan didukung dengan jumlah penduduk serta stabilitas ekonomi maupun politik. Potensi ini perlu dimanfaatkan secara optimal, termasuk dalam upaya pengembangan industri kreatif dan digital.
Baca Juga: Jurus Sandiaga Uno Pulihkan Pariwisata Indonesia
 
&quot;Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini, ada yang namanya magicbox bernama smartphone. Kebutuhan hiburan makin tinggi, sehingga itu harus dimanfaatkan dengan masuknya konten-konten kreatif. Produk-produk virtual harus kita dorong, bukan hanya yang sifatnya fisik,&amp;rdquo; tuturnya.
Dia pun menerangkan, Pemerintah telah mengakomodasi dan mengamanatkan upaya pengembangan ekonomi kreatif dan ekonomi digital melalui sejumlah kebijakan/peraturan. Salah satunya, melalui UUNo. 11/2020 tentang Cipta Kerja, dengan turunannya berupa PP7/2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM melalui penguatan inkubator wirausaha.
Beberapa strategi pengembangan kebijakan kewirausahaan, termasuk pengembangan ekonomi kreatif yang saat ini dilakukan pemerintah adalah dengan meningkatkan kapasitas usaha dan akses pembiayaan bagi wirausaha; meningkatkan penciptaan peluang usaha dan start-up; dan meningkatkan nilai tambah usaha sosial.
Baca Juga: Sandiaga Uno Ajak Masyarakat Beli Produk Ekonomi Kreatif Lokal
 
Untuk gambaran, berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, subsektor ekonomi kreatif memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional dengan menyumbangkan 7,44% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),14,28% tenaga kerja, dan 13,77% ekspor.
Datapun mencatat, ada sekitar 8,2 juta usaha kreatif di Indonesia yang didominasi oleh usaha kuliner, fesyen, dan kriya, sehingga 3 subsektor ini juga memiliki kontribusi terbesar terhadap PDB Ekonomi Kreatif.
Selain itu, ada 4 subsektor dengan pertumbuhan tercepat, yaitu TV dan radio; film, animasi, dan video; seni pertunjukan; dan Desain Komunikasi Visual.Sebagai contoh industri kreatif, sektor animasipun memiliki  kesempatan besar dalam membuka dan menyerap tenaga kerja dengan tuntutan  kompetensi yang bisa dilakukan oleh SDM keluaran Sekolah Menengah  Kejuruan (SMK).
Keadaan di atas berlaku di perusahaan animasi yang memiliki skala  usaha berdasarkan jumlah SDM lebih dari 50 pekerja. Dari 120 studio  animasi Indonesia tercatat mempekerjakan 5.771 tenaga kerja kreatif yang  didominasi oleh generasi muda. Diperkirakan terdapat kurang lebih  24.000 pekerja yang bergerak di sektor industri animasi.
Artinya, animasi merupakan salah satu industri kreatif yang padat  karya dan padat modal. Melihat angka-angka peluang tersebut, Menko  Perekonomian menegaskan bahwa pemerintah perlu serius menggarap industri  kreatif di Indonesia.
Pelaku usaha tentunya lebih memahami dinamika yang terjadi di  lapangan, sehingga Pemerintah nantinya akan lebih berperan sebagai  fasilitator dan pemungkin (enabler) bagi terciptanya ekosistem yang  kondusif.
&quot;Usulan teman-teman silakan lebih dikonkretkan. Pemerintah akan  mendukung, apalagi hal ini juga terkait dengan pengembangan SDM dan  sesuai dengan momentum digitalisasi,&amp;rdquo; pesan Menko Airlangga dalam acara  yang dihadiri lebih dari 80 pelaku usaha kreatif uni, baik secara daring  maupun luring.
Di pengujung sambutannya, Menko Perekonomian menyampaikan sebuah  harapan. &quot;Saya berharap kita bisa memanfaatkan momentum digitalisasi ini  dengan baik dan saling bertukar pikiran dalam membahas upaya-upaya  bersama untuk lebih mengembangkan lagi sektor ekonomi kreatif di  Indonesia,&amp;rdquo;pungkasnya.
Para pelaku usaha kreatif yang diundang dalam acara inipun berharap  agar Kemenko Perekonomian bisa mengoordinasikan berbagai instansi yang  terkait dengan ekosistem industri kreatif Indonesia agar dapat  merumuskan kebijakan bersama yang mendukung pertumbuhan positif sektor  ekonomi kreatif dari hulu hingga hilir.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut baik komitmen para milenial pelaku usaha kreatif dalam membantu Pemerintah untuk mengembangkan Industri Kreatif Tanah Air.
&amp;ldquo;Industri Kreatif merupakan salah satu sektor yang diharapkan bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional,&amp;rdquo; ujar Airlangga saat beraudiensi dengan para milenial pelaku industri kreatif, Selasa (9/3/2021) di kantornya.
Menko Airlangga meyakini, dunia melihat Asia Tenggara sebagai potensi pasar yang besar dan didukung dengan jumlah penduduk serta stabilitas ekonomi maupun politik. Potensi ini perlu dimanfaatkan secara optimal, termasuk dalam upaya pengembangan industri kreatif dan digital.
Baca Juga: Jurus Sandiaga Uno Pulihkan Pariwisata Indonesia
 
&quot;Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini, ada yang namanya magicbox bernama smartphone. Kebutuhan hiburan makin tinggi, sehingga itu harus dimanfaatkan dengan masuknya konten-konten kreatif. Produk-produk virtual harus kita dorong, bukan hanya yang sifatnya fisik,&amp;rdquo; tuturnya.
Dia pun menerangkan, Pemerintah telah mengakomodasi dan mengamanatkan upaya pengembangan ekonomi kreatif dan ekonomi digital melalui sejumlah kebijakan/peraturan. Salah satunya, melalui UUNo. 11/2020 tentang Cipta Kerja, dengan turunannya berupa PP7/2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM melalui penguatan inkubator wirausaha.
Beberapa strategi pengembangan kebijakan kewirausahaan, termasuk pengembangan ekonomi kreatif yang saat ini dilakukan pemerintah adalah dengan meningkatkan kapasitas usaha dan akses pembiayaan bagi wirausaha; meningkatkan penciptaan peluang usaha dan start-up; dan meningkatkan nilai tambah usaha sosial.
Baca Juga: Sandiaga Uno Ajak Masyarakat Beli Produk Ekonomi Kreatif Lokal
 
Untuk gambaran, berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, subsektor ekonomi kreatif memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional dengan menyumbangkan 7,44% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),14,28% tenaga kerja, dan 13,77% ekspor.
Datapun mencatat, ada sekitar 8,2 juta usaha kreatif di Indonesia yang didominasi oleh usaha kuliner, fesyen, dan kriya, sehingga 3 subsektor ini juga memiliki kontribusi terbesar terhadap PDB Ekonomi Kreatif.
Selain itu, ada 4 subsektor dengan pertumbuhan tercepat, yaitu TV dan radio; film, animasi, dan video; seni pertunjukan; dan Desain Komunikasi Visual.Sebagai contoh industri kreatif, sektor animasipun memiliki  kesempatan besar dalam membuka dan menyerap tenaga kerja dengan tuntutan  kompetensi yang bisa dilakukan oleh SDM keluaran Sekolah Menengah  Kejuruan (SMK).
Keadaan di atas berlaku di perusahaan animasi yang memiliki skala  usaha berdasarkan jumlah SDM lebih dari 50 pekerja. Dari 120 studio  animasi Indonesia tercatat mempekerjakan 5.771 tenaga kerja kreatif yang  didominasi oleh generasi muda. Diperkirakan terdapat kurang lebih  24.000 pekerja yang bergerak di sektor industri animasi.
Artinya, animasi merupakan salah satu industri kreatif yang padat  karya dan padat modal. Melihat angka-angka peluang tersebut, Menko  Perekonomian menegaskan bahwa pemerintah perlu serius menggarap industri  kreatif di Indonesia.
Pelaku usaha tentunya lebih memahami dinamika yang terjadi di  lapangan, sehingga Pemerintah nantinya akan lebih berperan sebagai  fasilitator dan pemungkin (enabler) bagi terciptanya ekosistem yang  kondusif.
&quot;Usulan teman-teman silakan lebih dikonkretkan. Pemerintah akan  mendukung, apalagi hal ini juga terkait dengan pengembangan SDM dan  sesuai dengan momentum digitalisasi,&amp;rdquo; pesan Menko Airlangga dalam acara  yang dihadiri lebih dari 80 pelaku usaha kreatif uni, baik secara daring  maupun luring.
Di pengujung sambutannya, Menko Perekonomian menyampaikan sebuah  harapan. &quot;Saya berharap kita bisa memanfaatkan momentum digitalisasi ini  dengan baik dan saling bertukar pikiran dalam membahas upaya-upaya  bersama untuk lebih mengembangkan lagi sektor ekonomi kreatif di  Indonesia,&amp;rdquo;pungkasnya.
Para pelaku usaha kreatif yang diundang dalam acara inipun berharap  agar Kemenko Perekonomian bisa mengoordinasikan berbagai instansi yang  terkait dengan ekosistem industri kreatif Indonesia agar dapat  merumuskan kebijakan bersama yang mendukung pertumbuhan positif sektor  ekonomi kreatif dari hulu hingga hilir.</content:encoded></item></channel></rss>
