<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bunga Obligasi AS Turun, Rupiah Berpeluang Menguat</title><description>Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/10/320/2375371/bunga-obligasi-as-turun-rupiah-berpeluang-menguat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/10/320/2375371/bunga-obligasi-as-turun-rupiah-berpeluang-menguat"/><item><title>Bunga Obligasi AS Turun, Rupiah Berpeluang Menguat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/10/320/2375371/bunga-obligasi-as-turun-rupiah-berpeluang-menguat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/10/320/2375371/bunga-obligasi-as-turun-rupiah-berpeluang-menguat</guid><pubDate>Rabu 10 Maret 2021 10:33 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/10/320/2375371/bunga-obligasi-as-turun-rupiah-berpeluang-menguat-zIykKLN1Mx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/10/320/2375371/bunga-obligasi-as-turun-rupiah-berpeluang-menguat-zIykKLN1Mx.jpg</image><title>Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu, berpeluang menguat seiring turunnya imbal hasil (yield) surat utang atau obligasi Amerika Serikat.
Rupiah dibuka menguat 15 poin atau 0,1% ke posisi Rp14.390 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.405.
Baca Juga: Rupiah Kian Melemah ke Rp14.405/USD, Ada Apa?
 
&quot;Penurunan indeks dolar dan yield US treasury kemungkinan akan membantu penguatan rupiah,&quot; kata analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail dilansir dari Antara, Rabu (10/3/2021).
Menurut Ahmad, indeks dolar kemungkinan melemah ke level 91,5 hari ini, di tengah penurunan imbal hasil obligasi AS yang diperkirakan akan kembali stabil dan masih rendahnya optimisme sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di AS.
Baca Juga: Rupiah Makin Lesu di Level Rp14.425/USD
 
The NFIB Small Business Optimism Index yang masih cukup rendah pada Februari sebesar 95,8 dibandingkan proyeksi sebesar 96 menunjukkan belum cukup pulihnya optimisme pengusaha menengah bawah di AS terhadap prospek ekonomi negara tersebut.
Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun kemungkinan turun ke level  1,5%. Proses pembelian obligasi AS oleh The Fed diperkirakan mulai  berdampak terhadap penurunan imbal hasil obligasi AS (US Treasury/UST)  jangka panjang yang kemungkinan akan menekan tren kenaikan imbal hasil  obligasi yang berlangsung sejak awal tahun.
&quot;Para pelaku pasar berekspektasi bahwa kebijakan The Fed akan efektif  dalam menekan yield UST jangka panjang dengan program pembelian UST.  Para pelaku pasar juga akan menanti data CPI AS Februari untuk melihat  arah inflasi ke depan,&quot; ujar Ahmad.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar dengan kurs Jakarta Interbank Spot  Dollar Rate (JISDOR) diperkirakan menguat ke level Rp14.100 per USD.  Pada Selasa (9/3) lalu, rupiah ditutup melemah 45 poin atau 0,31% ke  posisi Rp14.405 per USD dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.360  per USD.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu, berpeluang menguat seiring turunnya imbal hasil (yield) surat utang atau obligasi Amerika Serikat.
Rupiah dibuka menguat 15 poin atau 0,1% ke posisi Rp14.390 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.405.
Baca Juga: Rupiah Kian Melemah ke Rp14.405/USD, Ada Apa?
 
&quot;Penurunan indeks dolar dan yield US treasury kemungkinan akan membantu penguatan rupiah,&quot; kata analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail dilansir dari Antara, Rabu (10/3/2021).
Menurut Ahmad, indeks dolar kemungkinan melemah ke level 91,5 hari ini, di tengah penurunan imbal hasil obligasi AS yang diperkirakan akan kembali stabil dan masih rendahnya optimisme sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di AS.
Baca Juga: Rupiah Makin Lesu di Level Rp14.425/USD
 
The NFIB Small Business Optimism Index yang masih cukup rendah pada Februari sebesar 95,8 dibandingkan proyeksi sebesar 96 menunjukkan belum cukup pulihnya optimisme pengusaha menengah bawah di AS terhadap prospek ekonomi negara tersebut.
Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun kemungkinan turun ke level  1,5%. Proses pembelian obligasi AS oleh The Fed diperkirakan mulai  berdampak terhadap penurunan imbal hasil obligasi AS (US Treasury/UST)  jangka panjang yang kemungkinan akan menekan tren kenaikan imbal hasil  obligasi yang berlangsung sejak awal tahun.
&quot;Para pelaku pasar berekspektasi bahwa kebijakan The Fed akan efektif  dalam menekan yield UST jangka panjang dengan program pembelian UST.  Para pelaku pasar juga akan menanti data CPI AS Februari untuk melihat  arah inflasi ke depan,&quot; ujar Ahmad.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar dengan kurs Jakarta Interbank Spot  Dollar Rate (JISDOR) diperkirakan menguat ke level Rp14.100 per USD.  Pada Selasa (9/3) lalu, rupiah ditutup melemah 45 poin atau 0,31% ke  posisi Rp14.405 per USD dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.360  per USD.</content:encoded></item></channel></rss>
