<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kejar Ekonomi Tumbuh 5%, Menko Luhut: Banyak Orang Pintar di Negeri Ini</title><description>Luhut menyebut bahwa kemandirian teknologi terutama  pada implementasi program prioritas nasional..</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/10/320/2375389/kejar-ekonomi-tumbuh-5-menko-luhut-banyak-orang-pintar-di-negeri-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/10/320/2375389/kejar-ekonomi-tumbuh-5-menko-luhut-banyak-orang-pintar-di-negeri-ini"/><item><title>Kejar Ekonomi Tumbuh 5%, Menko Luhut: Banyak Orang Pintar di Negeri Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/10/320/2375389/kejar-ekonomi-tumbuh-5-menko-luhut-banyak-orang-pintar-di-negeri-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/10/320/2375389/kejar-ekonomi-tumbuh-5-menko-luhut-banyak-orang-pintar-di-negeri-ini</guid><pubDate>Rabu 10 Maret 2021 10:53 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/10/320/2375389/kejar-ekonomi-tumbuh-5-menko-luhut-banyak-orang-pintar-di-negeri-ini-Hd4Bwd2vfb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/10/320/2375389/kejar-ekonomi-tumbuh-5-menko-luhut-banyak-orang-pintar-di-negeri-ini-Hd4Bwd2vfb.jpg</image><title>Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa kemandirian teknologi terutama pada implementasi program prioritas nasional, seperti food estate, harus diperkuat dan disegerakan.
Menurut dia, kemandirian nasional ini, dalam konteks penanganan pandemi Covid-19 yang telah berlangsung kurang lebih setahun belakangan. Dengan adanya penanganan Covid-19 yang baik termasuk vaksin, lanjutnya, maka pergerakan masyarakat dapat kembali seperti sedia kala.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi RI Berbentuk V, Menko Airlangga: Tanda Sudah Recovery
&quot;Ekonomi Indonesia diprediksi untuk tumbuh 4%-5% pada tahun 2021. Jadi dengan berfokus pada pemanfaatan produk lokal, saya yakin Indonesia dapat memiliki daya saing lebih dibandingkan produk impor,&quot; ujar dia di Jakarta, Rabu (10/3/2021).
Pihaknya juga meminta kepada BPPT untuk sukses dalam melakukan reverse engineering pada teknologi kemaritiman dan transformasi digital dengan menambahkan sentuhan inovasi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Vaksin AstraZeneca Tiba, Ekonomi RI Cepat Pulih
&quot;Sesuai dengan arahan Presiden, BPPT dapat menjadi otak pemulihan ekonomi secara extraordinary (luar biasa) melalui berbagai inovasi dan teknologi sehingga dapat menjadi pusat kecerdasan teknologi Indonesia,&quot; ungkap dia.Saat ini telah dikembangkan berbagai produk teknologi dalam negeri  seperti Alat Mesin Pertanian (alsintan), Refused-Derived Fuel (RDF)  sebagai teknologi untuk pengolahan sampah, dan juga teknologi  implementasi aspal plastik. Berbagai teknologi ini akan terus  diinovasikan agar produk dalam negeri semakin berkembang.
&quot;Kami (Kemenko Marves) akan mendukung melalui koordinasi aturan hukum  dan pendanaan yang dibutuhkan untuk menguatkan peran BPPT. Sehingga  dapat menciptakan ekosistem pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan  teknologi maju,&quot; jelas dia.
Untuk dapat memajukan teknologi serta inovasi di Indonesia perlu  kerja yang berani dan kompak. &quot;Banyak orang pintar di negeri ini,  sehingga kita harus bekerja sama dan bekerja dengan hati untuk negeri  tercinta,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa kemandirian teknologi terutama pada implementasi program prioritas nasional, seperti food estate, harus diperkuat dan disegerakan.
Menurut dia, kemandirian nasional ini, dalam konteks penanganan pandemi Covid-19 yang telah berlangsung kurang lebih setahun belakangan. Dengan adanya penanganan Covid-19 yang baik termasuk vaksin, lanjutnya, maka pergerakan masyarakat dapat kembali seperti sedia kala.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi RI Berbentuk V, Menko Airlangga: Tanda Sudah Recovery
&quot;Ekonomi Indonesia diprediksi untuk tumbuh 4%-5% pada tahun 2021. Jadi dengan berfokus pada pemanfaatan produk lokal, saya yakin Indonesia dapat memiliki daya saing lebih dibandingkan produk impor,&quot; ujar dia di Jakarta, Rabu (10/3/2021).
Pihaknya juga meminta kepada BPPT untuk sukses dalam melakukan reverse engineering pada teknologi kemaritiman dan transformasi digital dengan menambahkan sentuhan inovasi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Vaksin AstraZeneca Tiba, Ekonomi RI Cepat Pulih
&quot;Sesuai dengan arahan Presiden, BPPT dapat menjadi otak pemulihan ekonomi secara extraordinary (luar biasa) melalui berbagai inovasi dan teknologi sehingga dapat menjadi pusat kecerdasan teknologi Indonesia,&quot; ungkap dia.Saat ini telah dikembangkan berbagai produk teknologi dalam negeri  seperti Alat Mesin Pertanian (alsintan), Refused-Derived Fuel (RDF)  sebagai teknologi untuk pengolahan sampah, dan juga teknologi  implementasi aspal plastik. Berbagai teknologi ini akan terus  diinovasikan agar produk dalam negeri semakin berkembang.
&quot;Kami (Kemenko Marves) akan mendukung melalui koordinasi aturan hukum  dan pendanaan yang dibutuhkan untuk menguatkan peran BPPT. Sehingga  dapat menciptakan ekosistem pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan  teknologi maju,&quot; jelas dia.
Untuk dapat memajukan teknologi serta inovasi di Indonesia perlu  kerja yang berani dan kompak. &quot;Banyak orang pintar di negeri ini,  sehingga kita harus bekerja sama dan bekerja dengan hati untuk negeri  tercinta,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
