<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Tips Atur Keuangan bagi Pengantin Baru</title><description>Menjadi pasangan suami istri baru tentunya harus mengatur kehidupan dan keuangan rumah tangga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/11/622/2375592/5-tips-atur-keuangan-bagi-pengantin-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/11/622/2375592/5-tips-atur-keuangan-bagi-pengantin-baru"/><item><title>5 Tips Atur Keuangan bagi Pengantin Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/11/622/2375592/5-tips-atur-keuangan-bagi-pengantin-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/11/622/2375592/5-tips-atur-keuangan-bagi-pengantin-baru</guid><pubDate>Kamis 11 Maret 2021 05:08 WIB</pubDate><dc:creator>Alya Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/10/622/2375592/5-tips-atur-keuangan-bagi-pengantin-baru-DpBi87ieti.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menikah (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/10/622/2375592/5-tips-atur-keuangan-bagi-pengantin-baru-DpBi87ieti.jpg</image><title>Menikah (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menjadi pasangan suami istri baru tentunya harus mengatur kehidupan dan keuangan rumah tangga. Tanpa pengeleloaan keuangan yang benar, uang terkadang bisa menjadi sumber konflik dalam sebuah pernikahan.
Keuangan berdampak besar pada banyak pilihan gaya hidup pasangan. Terbuka dan saling mengetahui kondisi finansial satu sama lain merupakan salah satu kunci kesuksesan mengelola keuangan dalam kehidupan rumah tangga.
Baca Juga: Cara Mudah Sisihkan Gaji untuk Menabung
 
Melansir dari Real Simple, Kamis (11/3/2021) Berikut lima cara mengatur finansial untuk pasangan suami istri baru.
Pertama, membuat rekening bersama. Sebagian pasangan yang sudah menikah pasti memiliki rekening masing-masing. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses transaksi dan pemenuhan kebutuhan pribadi. Namun tidak ada salahnya untuk membuka satu rekening lagi atas nama bersama. Bisa digunakan untuk biya rumah, keperluan sehari-hari dan tabungan liburan.Dengan membuka rekening bersama, secara tidak langsung membangun kepercayaan antar satu sama lain.
Baca Juga: Pentingnya Perencanaan Dana Pensiun agar di Masa Tua Tak Bingung
 
Kedua, saling terbuka. Dengan mengenal keadaan finansial pasangan satu sama lain merupakan hal yang harus dilakukan dalam sebuah hubungan, terlebih suami istri. Penelitian menunjukkan bahwa memahami keadaan finansial masing-masing pasangan dapat membantu menumbuhkan lebih banyak penerimaan dan empati dalam hubungan. Jika sedang mengalami masalah keuangan, seperti pengeluaran yang membengkak, dan pasangan selalu emosi ketika membicarakannya, coba untuk konsultasi dengan terapis keuangan.Ketiga, membantu melunasi utang pasangan. Dalam 86 persen pernikahan,  setidaknya satu dari pasangan tersebut memiliki utang. Meskipun  pasangan tidak secara hukum bertanggung jawab atas hutang pasangannya.  Namun harus selalu suportif dan membantu merencanakan strategi bagaimana  melunasinya. Mungkin beberapa pengeluaran ada yang harus dikurangi,  seperti memangkas biaya liburan atau tidak ada jadwal makan di luar.
Keempat, membagi tagihan. Adil tidak selamanya 50 banding 50. Bisa  disesuaikan dengan penghasilan yang dihasilkan satu sama lain. Selama  pasangan saling merasa nyaman dengan pembagian tagihan, itu adil. Banyak  penasihat keuangan menyarankan pembagian secara proporsional  berdasarkan pendapatan. Kemudian setor bagian pembayaran dari gaji ke  dalam rekening bersama.
Kelima, merencanakan hari tua. Selain untuk kebutuhan sehari-hari,  sisihkan pendapatan untuk tabungan masa tua. Dri penghasilan yang  didapat usahakan ditabung atau diinvestasikan. Jika tidak uang akan  habis begitu saja. Nah disitulah perah penting tabungan dan investasi  masa tua, selain untuk mengelola keuangan, juga dapat menjadi aset untuk  masa depan. Tabungan dan investasi yang dipunya akan menjamin  kehidupannya kelak di masa tua.</description><content:encoded>JAKARTA - Menjadi pasangan suami istri baru tentunya harus mengatur kehidupan dan keuangan rumah tangga. Tanpa pengeleloaan keuangan yang benar, uang terkadang bisa menjadi sumber konflik dalam sebuah pernikahan.
Keuangan berdampak besar pada banyak pilihan gaya hidup pasangan. Terbuka dan saling mengetahui kondisi finansial satu sama lain merupakan salah satu kunci kesuksesan mengelola keuangan dalam kehidupan rumah tangga.
Baca Juga: Cara Mudah Sisihkan Gaji untuk Menabung
 
Melansir dari Real Simple, Kamis (11/3/2021) Berikut lima cara mengatur finansial untuk pasangan suami istri baru.
Pertama, membuat rekening bersama. Sebagian pasangan yang sudah menikah pasti memiliki rekening masing-masing. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses transaksi dan pemenuhan kebutuhan pribadi. Namun tidak ada salahnya untuk membuka satu rekening lagi atas nama bersama. Bisa digunakan untuk biya rumah, keperluan sehari-hari dan tabungan liburan.Dengan membuka rekening bersama, secara tidak langsung membangun kepercayaan antar satu sama lain.
Baca Juga: Pentingnya Perencanaan Dana Pensiun agar di Masa Tua Tak Bingung
 
Kedua, saling terbuka. Dengan mengenal keadaan finansial pasangan satu sama lain merupakan hal yang harus dilakukan dalam sebuah hubungan, terlebih suami istri. Penelitian menunjukkan bahwa memahami keadaan finansial masing-masing pasangan dapat membantu menumbuhkan lebih banyak penerimaan dan empati dalam hubungan. Jika sedang mengalami masalah keuangan, seperti pengeluaran yang membengkak, dan pasangan selalu emosi ketika membicarakannya, coba untuk konsultasi dengan terapis keuangan.Ketiga, membantu melunasi utang pasangan. Dalam 86 persen pernikahan,  setidaknya satu dari pasangan tersebut memiliki utang. Meskipun  pasangan tidak secara hukum bertanggung jawab atas hutang pasangannya.  Namun harus selalu suportif dan membantu merencanakan strategi bagaimana  melunasinya. Mungkin beberapa pengeluaran ada yang harus dikurangi,  seperti memangkas biaya liburan atau tidak ada jadwal makan di luar.
Keempat, membagi tagihan. Adil tidak selamanya 50 banding 50. Bisa  disesuaikan dengan penghasilan yang dihasilkan satu sama lain. Selama  pasangan saling merasa nyaman dengan pembagian tagihan, itu adil. Banyak  penasihat keuangan menyarankan pembagian secara proporsional  berdasarkan pendapatan. Kemudian setor bagian pembayaran dari gaji ke  dalam rekening bersama.
Kelima, merencanakan hari tua. Selain untuk kebutuhan sehari-hari,  sisihkan pendapatan untuk tabungan masa tua. Dri penghasilan yang  didapat usahakan ditabung atau diinvestasikan. Jika tidak uang akan  habis begitu saja. Nah disitulah perah penting tabungan dan investasi  masa tua, selain untuk mengelola keuangan, juga dapat menjadi aset untuk  masa depan. Tabungan dan investasi yang dipunya akan menjamin  kehidupannya kelak di masa tua.</content:encoded></item></channel></rss>
