<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Stimulus Jumbo Joe Biden Cair, Saham Apple hingga Facebook Meroket</title><description>Wall Street berakhir meroket pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/12/278/2376405/stimulus-jumbo-joe-biden-cair-saham-apple-hingga-facebook-meroket</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/12/278/2376405/stimulus-jumbo-joe-biden-cair-saham-apple-hingga-facebook-meroket"/><item><title>Stimulus Jumbo Joe Biden Cair, Saham Apple hingga Facebook Meroket</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/12/278/2376405/stimulus-jumbo-joe-biden-cair-saham-apple-hingga-facebook-meroket</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/12/278/2376405/stimulus-jumbo-joe-biden-cair-saham-apple-hingga-facebook-meroket</guid><pubDate>Jum'at 12 Maret 2021 07:45 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/12/278/2376405/wall-street-meroket-s-p-500-dan-dow-cetak-rekor-tertinggi-LCvg9GqTzH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/12/278/2376405/wall-street-meroket-s-p-500-dan-dow-cetak-rekor-tertinggi-LCvg9GqTzH.jpg</image><title>Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Wall Street berakhir meroket pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan indeks S&amp;amp;P 500 dan Dow mencapai rekor tertinggi setelah kekhawatiran kenaikan inflasi mereda.
Sementara penurunan klaim pengangguran mingguan AS yang lebih besar dari perkiraan dan penandatanganan RUU stimulus besar-besaran, memperkuat ekspektasi pemulihan ekonomi yang kuat.
Baca Juga: Wall Street Bervariasi Usai Pengesahan Stimulus USD1,9 Triliun 
 
Melansir Antara, Jumat (12/3/2021), indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 188,57 poin atau 0,58%, menjadi berakhir di 32.485,59 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 bertambah 40,53 poin atau 1,04%, menjadi ditutup pada 3.939,34 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 329,84 poin atau 2,52%, menjadi menetap di 13.398,67 poin.
Delapan dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor teknologi terdongkrak 2,12%, memimpin kenaikan. Sektor industri dan layanan komunikasi S&amp;amp;P 500 mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, sektor keuangan tergelincir 0,28%, merupakan kelompok dengan berkinerja terburuk.
Baca Juga: Wall Street Hijau, Indeks Nasdaq Terangkat Saham Teknologi
 
Saham-saham mega-cap Microsoft Corp, Apple Inc, Facebook Inc dan Amazon.com Inc memimpin reli, menutup kerugian dari kemunduran baru-baru ini dan membantu indeks acuan S&amp;amp;P 500 melampaui penutupan 12 Februari di 3.934,83 poin.
Indeks saham blue-chips Dow mencetak rekor baru untuk sesi keempat berturut-turut, sementara Nasdaq yang sarat saham-saham teknologi sekarang kurang dari 5,0% di bawah puncak 12 Februari setelah merosot lebih dari 10% untuk mengonfirmasi koreksi pada awal minggu ini.
Presiden Joe Biden menandatangani rancangan undang-undang stimulus senilai 1,9 triliun dolar AS menjadi undang-undang pada Kamis (11/3/2021), memperingati satu tahun lockdown AS atas pandemi virus corona dengan tindakan yang dirancang untuk memberikan bantuan kepada warga Amerika dan meningkatkan ekonomi.Paket bantuan, di atas pemulihan yang sedang berlangsung yang dipicu  oleh peluncuran vaksinasi virus corona dan kekhawatiran inflasi yang  memudar, mendorong pasar, kata Jason Pride, kepala investasi perusahaan  pengelola kekayaan di Glenmede di Philadelphia.
Sementara saham sektor teknologi memimpin kemajuan Kamis (11/3/2021),  masih ada rotasi ke value stocks (saham-saham yang diperdagangkan pada  harga lebih rendah dibandingkan fundamentalnya yang tercantum dalam  laporan keuangan perusahaan), yang telah berkinerja baik sejak November.
&amp;ldquo;Ada pemulihan dalam penilaian perusahaan-perusahaan yang lebih  terkena dampak epidemi dan pengembalian penilaian perusahaan-perusahaan  yang lebih terisolasi dan bahkan mungkin diuntungkan dari pandemi,&amp;rdquo; kata  Pride.
&quot;Pasar diperdagangkan pada valuasi yang ekstrem saat ini,&quot; katanya.
Sementara itu, lebih sedikit dari perkiraan orang Amerika yang  mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran minggu lalu, karena  vaksinasi memungkinkan lebih banyak segmen ekonomi untuk dibuka kembali.
&amp;ldquo;Penurunan klaim pengangguran adalah kemenangan lain untuk minggu  ini, dan pertanda kuat bahwa kami membuat beberapa langkah menuju  kehidupan pra-pandemi,&amp;rdquo; kata Mike Loewengart, direktur pelaksana  strategi investasi di E*Trade Financial.
Lelang obligasi pemerintah AS terbaru - obligasi 30 tahun senilai 24  miliar dolar AS - tidak menyalakan kembali kekhawatiran inflasi, tidak  seperti lelang surat utang tujuh tahun yang lemah bulan lalu yang  membantu mengirim imbal hasil lebih tinggi, yang menakutkan pasar.
&quot;Alur cerita itu sedikit berkurang,&quot; kata Pride, menunjuk pada data harga konsumen yang jinak untuk Februari.</description><content:encoded>JAKARTA - Wall Street berakhir meroket pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan indeks S&amp;amp;P 500 dan Dow mencapai rekor tertinggi setelah kekhawatiran kenaikan inflasi mereda.
Sementara penurunan klaim pengangguran mingguan AS yang lebih besar dari perkiraan dan penandatanganan RUU stimulus besar-besaran, memperkuat ekspektasi pemulihan ekonomi yang kuat.
Baca Juga: Wall Street Bervariasi Usai Pengesahan Stimulus USD1,9 Triliun 
 
Melansir Antara, Jumat (12/3/2021), indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 188,57 poin atau 0,58%, menjadi berakhir di 32.485,59 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 bertambah 40,53 poin atau 1,04%, menjadi ditutup pada 3.939,34 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 329,84 poin atau 2,52%, menjadi menetap di 13.398,67 poin.
Delapan dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor teknologi terdongkrak 2,12%, memimpin kenaikan. Sektor industri dan layanan komunikasi S&amp;amp;P 500 mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, sektor keuangan tergelincir 0,28%, merupakan kelompok dengan berkinerja terburuk.
Baca Juga: Wall Street Hijau, Indeks Nasdaq Terangkat Saham Teknologi
 
Saham-saham mega-cap Microsoft Corp, Apple Inc, Facebook Inc dan Amazon.com Inc memimpin reli, menutup kerugian dari kemunduran baru-baru ini dan membantu indeks acuan S&amp;amp;P 500 melampaui penutupan 12 Februari di 3.934,83 poin.
Indeks saham blue-chips Dow mencetak rekor baru untuk sesi keempat berturut-turut, sementara Nasdaq yang sarat saham-saham teknologi sekarang kurang dari 5,0% di bawah puncak 12 Februari setelah merosot lebih dari 10% untuk mengonfirmasi koreksi pada awal minggu ini.
Presiden Joe Biden menandatangani rancangan undang-undang stimulus senilai 1,9 triliun dolar AS menjadi undang-undang pada Kamis (11/3/2021), memperingati satu tahun lockdown AS atas pandemi virus corona dengan tindakan yang dirancang untuk memberikan bantuan kepada warga Amerika dan meningkatkan ekonomi.Paket bantuan, di atas pemulihan yang sedang berlangsung yang dipicu  oleh peluncuran vaksinasi virus corona dan kekhawatiran inflasi yang  memudar, mendorong pasar, kata Jason Pride, kepala investasi perusahaan  pengelola kekayaan di Glenmede di Philadelphia.
Sementara saham sektor teknologi memimpin kemajuan Kamis (11/3/2021),  masih ada rotasi ke value stocks (saham-saham yang diperdagangkan pada  harga lebih rendah dibandingkan fundamentalnya yang tercantum dalam  laporan keuangan perusahaan), yang telah berkinerja baik sejak November.
&amp;ldquo;Ada pemulihan dalam penilaian perusahaan-perusahaan yang lebih  terkena dampak epidemi dan pengembalian penilaian perusahaan-perusahaan  yang lebih terisolasi dan bahkan mungkin diuntungkan dari pandemi,&amp;rdquo; kata  Pride.
&quot;Pasar diperdagangkan pada valuasi yang ekstrem saat ini,&quot; katanya.
Sementara itu, lebih sedikit dari perkiraan orang Amerika yang  mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran minggu lalu, karena  vaksinasi memungkinkan lebih banyak segmen ekonomi untuk dibuka kembali.
&amp;ldquo;Penurunan klaim pengangguran adalah kemenangan lain untuk minggu  ini, dan pertanda kuat bahwa kami membuat beberapa langkah menuju  kehidupan pra-pandemi,&amp;rdquo; kata Mike Loewengart, direktur pelaksana  strategi investasi di E*Trade Financial.
Lelang obligasi pemerintah AS terbaru - obligasi 30 tahun senilai 24  miliar dolar AS - tidak menyalakan kembali kekhawatiran inflasi, tidak  seperti lelang surat utang tujuh tahun yang lemah bulan lalu yang  membantu mengirim imbal hasil lebih tinggi, yang menakutkan pasar.
&quot;Alur cerita itu sedikit berkurang,&quot; kata Pride, menunjuk pada data harga konsumen yang jinak untuk Februari.</content:encoded></item></channel></rss>
