<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Berjangka Tertahan Kenaikan Bunga Obligasi AS</title><description>Harga emas berjangka sedikit menguat pada akhir perdagangan Kamis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/12/320/2376394/harga-emas-berjangka-tertahan-kenaikan-bunga-obligasi-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/12/320/2376394/harga-emas-berjangka-tertahan-kenaikan-bunga-obligasi-as"/><item><title>Harga Emas Berjangka Tertahan Kenaikan Bunga Obligasi AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/12/320/2376394/harga-emas-berjangka-tertahan-kenaikan-bunga-obligasi-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/12/320/2376394/harga-emas-berjangka-tertahan-kenaikan-bunga-obligasi-as</guid><pubDate>Jum'at 12 Maret 2021 07:30 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/12/320/2376394/harga-emas-berjangka-tertahan-kenaikan-bunga-obligasi-as-HvkgVJPGGX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas  (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/12/320/2376394/harga-emas-berjangka-tertahan-kenaikan-bunga-obligasi-as-HvkgVJPGGX.jpg</image><title>Harga emas  (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga emas berjangka sedikit menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk hari ketiga berturut-turut dan bertahan di level tertinggi dalam seminggu terakhir, meski pertumbuhannya terganjal kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah data klaim pengangguran lebih baik dari perkiraan.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, naik tipis USD0,8 atau 0,05% menjadi ditutup pada USD1.722,60 per ounce.
Baca Juga:&amp;nbsp;Penurunan Bunga Obligasi AS Bikin Harga Emas Melesat
&quot;Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun sekarang telah bangkit lagi, yang telah menstabilkan dolar dan mengambil beberapa kenaikan dari emas,&quot; kata seorang pedagang di bank investasi BMO di New York Tai Wong dilansir dari Antara, Jumat (12/3/2021).
&quot;Kami mungkin telah melihat posisi terendah jangka pendek di 1.680 dolar AS per ounce, tetapi lingkungan imbal hasil yang lebih tinggi kemungkinan akan mencegah reli yang signifikan; Mungkin kisaran USD1.700 - USD1.800 dalam waktu dekat karena pasar mencoba menemukan ekuilibrium dalam imbal hasil.&quot;
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Emas Naik Rp15.000, Dibanderol Rp930.000/Gram
Data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran pekan lalu turun ke level terendah empat bulan. Angka ekonomi yang lebih baik dari perkiraan mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun di atas 1,5%, sementara indeks dolar bergerak menjauh dari level terendah satu minggu.
Data ekonomi positif yang dirilis pada Kamis (11/3/2021) membatasi pertumbuhan emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa 712.000 mengajukan klaim pengangguran awal dalam pekan yang berakhir 6 Maret, lebih rendah dari yang diharapkan 725.000 dan angka yang direvisi untuk minggu sebelumnya 754.000.
Laporan lain dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan pembukaan pekerjaan AS naik menjadi 6,9 juta dari 6,7 juta pada Januari, sebuah tanda bahwa ekonomi sedang membaik.&quot;Imbal hasil obligasi telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir  di tengah kekhawatiran tentang inflasi tinggi yang muncul karena ekonomi  utama dunia telah mengaktifkan keran uang mereka selama setahun  terakhir,&quot; kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff dalam sebuah  catatan.
Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dari  stimulus yang meluas, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi tahun ini  telah mengancam status tersebut karena diterjemahkan ke dalam peluang  kerugian yang lebih tinggi untuk memegang emas yang tidak memberikan  imbal hasil.
Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan pada Kamis  (11/3/2021) untuk mempercepat pembelian obligasi di bawah program  pembelian darurat pandemi untuk menghentikan kenaikan biaya pembiayaan  utang yang tidak beralasan.
Tetapi, ECB mempertahankan total pembelian obligasinya tidak berubah  pada 1,85 triliun euro dan juga membiarkan suku bunga acuan tidak  berubah. Emas juga berada di bawah tekanan tambahan karena ketiga indeks  utama saham di Amerika Serikat naik.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 6,3 sen atau  0,24% menjadi ditutup pada USD26,193 per ounce. Platinum untuk  pengiriman April naik USD0,50 atau 0,04% menjadi menetap di USD1.202,30  per ounce.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga emas berjangka sedikit menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk hari ketiga berturut-turut dan bertahan di level tertinggi dalam seminggu terakhir, meski pertumbuhannya terganjal kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah data klaim pengangguran lebih baik dari perkiraan.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, naik tipis USD0,8 atau 0,05% menjadi ditutup pada USD1.722,60 per ounce.
Baca Juga:&amp;nbsp;Penurunan Bunga Obligasi AS Bikin Harga Emas Melesat
&quot;Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun sekarang telah bangkit lagi, yang telah menstabilkan dolar dan mengambil beberapa kenaikan dari emas,&quot; kata seorang pedagang di bank investasi BMO di New York Tai Wong dilansir dari Antara, Jumat (12/3/2021).
&quot;Kami mungkin telah melihat posisi terendah jangka pendek di 1.680 dolar AS per ounce, tetapi lingkungan imbal hasil yang lebih tinggi kemungkinan akan mencegah reli yang signifikan; Mungkin kisaran USD1.700 - USD1.800 dalam waktu dekat karena pasar mencoba menemukan ekuilibrium dalam imbal hasil.&quot;
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Emas Naik Rp15.000, Dibanderol Rp930.000/Gram
Data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran pekan lalu turun ke level terendah empat bulan. Angka ekonomi yang lebih baik dari perkiraan mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun di atas 1,5%, sementara indeks dolar bergerak menjauh dari level terendah satu minggu.
Data ekonomi positif yang dirilis pada Kamis (11/3/2021) membatasi pertumbuhan emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa 712.000 mengajukan klaim pengangguran awal dalam pekan yang berakhir 6 Maret, lebih rendah dari yang diharapkan 725.000 dan angka yang direvisi untuk minggu sebelumnya 754.000.
Laporan lain dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan pembukaan pekerjaan AS naik menjadi 6,9 juta dari 6,7 juta pada Januari, sebuah tanda bahwa ekonomi sedang membaik.&quot;Imbal hasil obligasi telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir  di tengah kekhawatiran tentang inflasi tinggi yang muncul karena ekonomi  utama dunia telah mengaktifkan keran uang mereka selama setahun  terakhir,&quot; kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff dalam sebuah  catatan.
Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dari  stimulus yang meluas, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi tahun ini  telah mengancam status tersebut karena diterjemahkan ke dalam peluang  kerugian yang lebih tinggi untuk memegang emas yang tidak memberikan  imbal hasil.
Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan pada Kamis  (11/3/2021) untuk mempercepat pembelian obligasi di bawah program  pembelian darurat pandemi untuk menghentikan kenaikan biaya pembiayaan  utang yang tidak beralasan.
Tetapi, ECB mempertahankan total pembelian obligasinya tidak berubah  pada 1,85 triliun euro dan juga membiarkan suku bunga acuan tidak  berubah. Emas juga berada di bawah tekanan tambahan karena ketiga indeks  utama saham di Amerika Serikat naik.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 6,3 sen atau  0,24% menjadi ditutup pada USD26,193 per ounce. Platinum untuk  pengiriman April naik USD0,50 atau 0,04% menjadi menetap di USD1.202,30  per ounce.

</content:encoded></item></channel></rss>
