<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Minggu Kedua Maret Diramal 0,09%, Cabai Rawit Jadi Biang Kerok</title><description>Perkembangan harga pada bulan Maret 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,09% (mtm).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/12/320/2376769/inflasi-minggu-kedua-maret-diramal-0-09-cabai-rawit-jadi-biang-kerok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/12/320/2376769/inflasi-minggu-kedua-maret-diramal-0-09-cabai-rawit-jadi-biang-kerok"/><item><title>Inflasi Minggu Kedua Maret Diramal 0,09%, Cabai Rawit Jadi Biang Kerok</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/12/320/2376769/inflasi-minggu-kedua-maret-diramal-0-09-cabai-rawit-jadi-biang-kerok</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/12/320/2376769/inflasi-minggu-kedua-maret-diramal-0-09-cabai-rawit-jadi-biang-kerok</guid><pubDate>Jum'at 12 Maret 2021 16:46 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/12/320/2376769/inflasi-minggu-kedua-maret-diramal-0-09-cabai-rawit-jadi-biang-kerok-Bt2pg7c1rG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cabai Bikin Inflasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/12/320/2376769/inflasi-minggu-kedua-maret-diramal-0-09-cabai-rawit-jadi-biang-kerok-Bt2pg7c1rG.jpg</image><title>Cabai Bikin Inflasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu II Maret 2021, perkembangan harga pada bulan Maret 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,09% (mtm).

&quot;Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Maret 2021 secara tahun kalender sebesar 0,45% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,37% (yoy),&quot; kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono di Jakarta, Jumat (12/3/2021).

Penyumbang utama inflasi Maret 2021 sampai dengan minggu kedua yaitu komoditas cabai rawit sebesar 0,04% (mtm), bawang merah sebesar 0,03% (mtm), ikan mas, tomat dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
Baca Juga:&amp;nbsp;Inflasi Minggu Pertama Maret 0,09% Gegara Harga Cabai&amp;nbsp;
Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode laporan berasal dari komoditas cabai merah dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,03% (mtm).

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu II Maret 2021, perkembangan harga pada bulan Maret 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,09% (mtm).

&quot;Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Maret 2021 secara tahun kalender sebesar 0,45% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,37% (yoy),&quot; kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono di Jakarta, Jumat (12/3/2021).

Penyumbang utama inflasi Maret 2021 sampai dengan minggu kedua yaitu komoditas cabai rawit sebesar 0,04% (mtm), bawang merah sebesar 0,03% (mtm), ikan mas, tomat dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
Baca Juga:&amp;nbsp;Inflasi Minggu Pertama Maret 0,09% Gegara Harga Cabai&amp;nbsp;
Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode laporan berasal dari komoditas cabai merah dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,03% (mtm).

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.</content:encoded></item></channel></rss>
