<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China 'Doyan' Sarang Burung Walet RI, Nilainya Capai Rp9,9 Miliar</title><description>Pemerintah  melepas ekspor sarang burung walet (SBW) asal Provinsi Jawa Timur (Jatim) sebanyak 494 kilogram ke China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/14/320/2377434/china-doyan-sarang-burung-walet-ri-nilainya-capai-rp9-9-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/14/320/2377434/china-doyan-sarang-burung-walet-ri-nilainya-capai-rp9-9-miliar"/><item><title>China 'Doyan' Sarang Burung Walet RI, Nilainya Capai Rp9,9 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/14/320/2377434/china-doyan-sarang-burung-walet-ri-nilainya-capai-rp9-9-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/14/320/2377434/china-doyan-sarang-burung-walet-ri-nilainya-capai-rp9-9-miliar</guid><pubDate>Minggu 14 Maret 2021 11:11 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/14/320/2377434/china-doyan-sarang-burung-walet-ri-nilainya-capai-rp9-9-miliar-vKqOAZ7oD7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sarang Burung Walet (Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/14/320/2377434/china-doyan-sarang-burung-walet-ri-nilainya-capai-rp9-9-miliar-vKqOAZ7oD7.jpg</image><title>Sarang Burung Walet (Kementan)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah  melepas ekspor sarang burung walet (SBW) asal Provinsi Jawa Timur (Jatim) sebanyak 494 kilogram ke China. Di mana, mencapai nilai transaksi  Rp9,9 miliar.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan ekspor SBW ini dilakukan bersama 33 komoditas pertanian unggulan Jatim lainnya senilai Rp140,3 miliar ke 12 negara tujuan sekaligus.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekspor Pertanian Naik 13,9% Disumbang Sarang Burung Walet, Impor Turun
&quot;Produktivitas sarang burung walet kita diminati dunia. Saya akan ke Tiongkok lepas pandemi ini, agar ekspor kita ini lebih kuat,&quot; kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat melakukan peninjauan langsung ke rumah pemrosesan sarang burung walet.

Menurut Mentan, komoditas sub sektor peternakan ini berada dibawah pembinaannya, yaitu untuk produktivitas dibawah Direktorat Jendral Peternakan, dan fasilitasi ekspornya dikawal Badan Karantina Pertanian.
Baca juga: Capai Ratusan Triliun Rupiah, RI Rayu China Borong Sarang Burung Walet
&quot;Usaha agribisnis sarang burung walet ini sangat menarik, selain memerlukan higienitas yang maksimum. Industri ini juga padat karya, dikerjakan dengan tenaga banyak orang, dan ini sangat baik untuk negara,&quot; katanya.

Sebagai infornasi saat ini Provinsi Jatim memiliki 84 rumah walet yang terdaftar dengan rumah pemrosesan walet sebanyak 9.  Dari data IQFAST Barantan tercatat di tahun 2020 volume ekspornya sebanyak 245, 3 ton dengan nilai mencapai hingga Rp. 3,5 triliun.  Dari jumlah ini 26 persen berhasil memenuhi pasar Tiongkok dan sisanya diserap pasar ekspor lainnya seperti Australia, Amerika Serikat, Hongkong, Kanada, Singapura, Taiwan, Jepang, Malaysia dan Vietnam.Kementan juga mencatat adanya  tren peningkatan ekspor SBW Jatim dari  data 1 Januari hingga 10 Maret 2021 mencapai 51,3 ton dan nilai Rp.  661,3 miliar.

&quot;Ini menjadi fokus kami baik Kementan, Kemendag, wakil negara kita di  sana dan lainnya untuk mendorong SBW agar tidak bersoal di pasar  Tiongkok. Tidak ada kuota, asal mampu penuhi persyaratannya. Pasarnya  masih terbuka lebar dan kita mampu secara produksi,&quot; jelas Syahrul.

Secara teknis, Kepala Barantan Ali Jamil menambahkan bahwa saat ini  persyaratan ekspor sarang burung walet secara umum mudah. Ia hanya  menekankan bahwa yang boleh diekspor hanya sarang walet yang sudah  bersih.

&quot;Pada prinsipnya mudah, yang terpenting adalah tidak dalam bentuk  kotor, artinya itu harus sudah ada proses terlebih dahulu,&quot; ungkap  Jamil.

Sedangkan untuk ekspor ke Tiongkok, calon eksportir dapat menghubungi  unit pelaksana teknis Karantina Pertanian di seluruh Indonesia untuk  pendampingan, agar dapat memenuhi persyaratan sesuai Protokol Karantina  Indonesia dengan Otoritas Karantina Tiongkok (GACC).

&quot;Kita harus jaga semua ini, kita syukuri. Caranya adalah dengan  mendorong kualitas ekspornya dan juga dengan menjaga kelestariannya,&quot;  tukas Jamil.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah  melepas ekspor sarang burung walet (SBW) asal Provinsi Jawa Timur (Jatim) sebanyak 494 kilogram ke China. Di mana, mencapai nilai transaksi  Rp9,9 miliar.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan ekspor SBW ini dilakukan bersama 33 komoditas pertanian unggulan Jatim lainnya senilai Rp140,3 miliar ke 12 negara tujuan sekaligus.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekspor Pertanian Naik 13,9% Disumbang Sarang Burung Walet, Impor Turun
&quot;Produktivitas sarang burung walet kita diminati dunia. Saya akan ke Tiongkok lepas pandemi ini, agar ekspor kita ini lebih kuat,&quot; kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat melakukan peninjauan langsung ke rumah pemrosesan sarang burung walet.

Menurut Mentan, komoditas sub sektor peternakan ini berada dibawah pembinaannya, yaitu untuk produktivitas dibawah Direktorat Jendral Peternakan, dan fasilitasi ekspornya dikawal Badan Karantina Pertanian.
Baca juga: Capai Ratusan Triliun Rupiah, RI Rayu China Borong Sarang Burung Walet
&quot;Usaha agribisnis sarang burung walet ini sangat menarik, selain memerlukan higienitas yang maksimum. Industri ini juga padat karya, dikerjakan dengan tenaga banyak orang, dan ini sangat baik untuk negara,&quot; katanya.

Sebagai infornasi saat ini Provinsi Jatim memiliki 84 rumah walet yang terdaftar dengan rumah pemrosesan walet sebanyak 9.  Dari data IQFAST Barantan tercatat di tahun 2020 volume ekspornya sebanyak 245, 3 ton dengan nilai mencapai hingga Rp. 3,5 triliun.  Dari jumlah ini 26 persen berhasil memenuhi pasar Tiongkok dan sisanya diserap pasar ekspor lainnya seperti Australia, Amerika Serikat, Hongkong, Kanada, Singapura, Taiwan, Jepang, Malaysia dan Vietnam.Kementan juga mencatat adanya  tren peningkatan ekspor SBW Jatim dari  data 1 Januari hingga 10 Maret 2021 mencapai 51,3 ton dan nilai Rp.  661,3 miliar.

&quot;Ini menjadi fokus kami baik Kementan, Kemendag, wakil negara kita di  sana dan lainnya untuk mendorong SBW agar tidak bersoal di pasar  Tiongkok. Tidak ada kuota, asal mampu penuhi persyaratannya. Pasarnya  masih terbuka lebar dan kita mampu secara produksi,&quot; jelas Syahrul.

Secara teknis, Kepala Barantan Ali Jamil menambahkan bahwa saat ini  persyaratan ekspor sarang burung walet secara umum mudah. Ia hanya  menekankan bahwa yang boleh diekspor hanya sarang walet yang sudah  bersih.

&quot;Pada prinsipnya mudah, yang terpenting adalah tidak dalam bentuk  kotor, artinya itu harus sudah ada proses terlebih dahulu,&quot; ungkap  Jamil.

Sedangkan untuk ekspor ke Tiongkok, calon eksportir dapat menghubungi  unit pelaksana teknis Karantina Pertanian di seluruh Indonesia untuk  pendampingan, agar dapat memenuhi persyaratan sesuai Protokol Karantina  Indonesia dengan Otoritas Karantina Tiongkok (GACC).

&quot;Kita harus jaga semua ini, kita syukuri. Caranya adalah dengan  mendorong kualitas ekspornya dan juga dengan menjaga kelestariannya,&quot;  tukas Jamil.</content:encoded></item></channel></rss>
