<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Sri Mulyani Ekonomi Indonesia Banyak Alami Shock</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani bercerita mengenai kondisi ekonomi Indonesia yang ternyata banyak mengalami shock.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/15/320/2378054/cerita-sri-mulyani-ekonomi-indonesia-banyak-alami-shock</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/15/320/2378054/cerita-sri-mulyani-ekonomi-indonesia-banyak-alami-shock"/><item><title>Cerita Sri Mulyani Ekonomi Indonesia Banyak Alami Shock</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/15/320/2378054/cerita-sri-mulyani-ekonomi-indonesia-banyak-alami-shock</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/15/320/2378054/cerita-sri-mulyani-ekonomi-indonesia-banyak-alami-shock</guid><pubDate>Senin 15 Maret 2021 15:26 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/15/320/2378054/cerita-sri-mulyani-ekonomi-indonesia-banyak-alami-shock-9BbcoKrj2M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/15/320/2378054/cerita-sri-mulyani-ekonomi-indonesia-banyak-alami-shock-9BbcoKrj2M.jpg</image><title>Sri Mulyani (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani bercerita mengenai kondisi ekonomi Indonesia yang ternyata banyak mengalami shock. Adapun, ekonomi Indonesia terus mendapatkan tekanan baik dari dalam maupun luar negeri.


&quot;Dalam kurun waktu 1990-2020 bagaimana Indonesia perekonomian dipengaruhi beberapa kali shock cukup dalam, pertama krisis keuangan terjadi di Indonesia sebabkan kontraksi hingga 13% dalam perekonomian kita.  Pada saat itu tidak hanya pemulihan ekonomi, tapi reform perekonomiam luar biasa,&quot; kata Sri Mulyani saat rapat virtual dengan DPR, Seni  (15/3/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gebrakan Menko Airlangga: Bikin 3 Jembatan Pacu Investasi Singapura ke RI!
Kemudian hadapi krisis keuangan global  pada tahun 2008-2009. Meski, waktu itu perkeonomian relatif resilient dengan perekonomian terdampak penurunan ekonomi Indonesia sedikit dibawah 5%.

&quot;Tapi momentum dari shock global digunaka  lakukan reform terutama sektor keuangan, kemudian OJk dan KSSK, dan bagaimana perkuat jaring pengaman sektor keuangan kita,&quot; katanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Strategi Menjadi Pemenang di Era Pandemi dan Kebutuhan Edukasi Bisnis yang Tepat
Kemudian di tahun 2020,  di hadapkan krisis covid sebabkan kontraksi ukup dalam di kuartal kedua hingga keempat.  Walaupun saat ini berangsur pulih hingga hampir mencapai 0% atau netral posisi ekonomi Indonesia.&quot;Kita berharap akselerasi terjadi dan kita akan gunakan shock ini dengan menggunakan momentum reform,&quot; bebernya.

Untuk itu perlunya transformasi  ekonomi yang merupakan point penting  dalam reform. Ini, bertujuan agar menciptakan industri manfuaktur  ciptakan nilai tambah tinggi di atas produktivtas dan inovasi yang makin  baik.

&quot;Oleh karena itu tidak hanya merefrom dari sektor manufaktur tapi persiapan sisi SDM dan policy investasi kita,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani bercerita mengenai kondisi ekonomi Indonesia yang ternyata banyak mengalami shock. Adapun, ekonomi Indonesia terus mendapatkan tekanan baik dari dalam maupun luar negeri.


&quot;Dalam kurun waktu 1990-2020 bagaimana Indonesia perekonomian dipengaruhi beberapa kali shock cukup dalam, pertama krisis keuangan terjadi di Indonesia sebabkan kontraksi hingga 13% dalam perekonomian kita.  Pada saat itu tidak hanya pemulihan ekonomi, tapi reform perekonomiam luar biasa,&quot; kata Sri Mulyani saat rapat virtual dengan DPR, Seni  (15/3/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gebrakan Menko Airlangga: Bikin 3 Jembatan Pacu Investasi Singapura ke RI!
Kemudian hadapi krisis keuangan global  pada tahun 2008-2009. Meski, waktu itu perkeonomian relatif resilient dengan perekonomian terdampak penurunan ekonomi Indonesia sedikit dibawah 5%.

&quot;Tapi momentum dari shock global digunaka  lakukan reform terutama sektor keuangan, kemudian OJk dan KSSK, dan bagaimana perkuat jaring pengaman sektor keuangan kita,&quot; katanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Strategi Menjadi Pemenang di Era Pandemi dan Kebutuhan Edukasi Bisnis yang Tepat
Kemudian di tahun 2020,  di hadapkan krisis covid sebabkan kontraksi ukup dalam di kuartal kedua hingga keempat.  Walaupun saat ini berangsur pulih hingga hampir mencapai 0% atau netral posisi ekonomi Indonesia.&quot;Kita berharap akselerasi terjadi dan kita akan gunakan shock ini dengan menggunakan momentum reform,&quot; bebernya.

Untuk itu perlunya transformasi  ekonomi yang merupakan point penting  dalam reform. Ini, bertujuan agar menciptakan industri manfuaktur  ciptakan nilai tambah tinggi di atas produktivtas dan inovasi yang makin  baik.

&quot;Oleh karena itu tidak hanya merefrom dari sektor manufaktur tapi persiapan sisi SDM dan policy investasi kita,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
