<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Beras dan Garam, RI Bakal Impor 100 Ribu Ton Daging Jelang Lebaran</title><description>Untuk memenuhi kebutuhan daging saat lebaran pemerintah akan membuka keran impor daging sebanyak 100 ribu ton.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/15/320/2378183/usai-beras-dan-garam-ri-bakal-impor-100-ribu-ton-daging-jelang-lebaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/15/320/2378183/usai-beras-dan-garam-ri-bakal-impor-100-ribu-ton-daging-jelang-lebaran"/><item><title>Usai Beras dan Garam, RI Bakal Impor 100 Ribu Ton Daging Jelang Lebaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/15/320/2378183/usai-beras-dan-garam-ri-bakal-impor-100-ribu-ton-daging-jelang-lebaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/15/320/2378183/usai-beras-dan-garam-ri-bakal-impor-100-ribu-ton-daging-jelang-lebaran</guid><pubDate>Senin 15 Maret 2021 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/15/320/2378183/usai-beras-dan-garam-ri-bakal-impor-100-ribu-ton-daging-jelang-lebaran-RDEfX4VqCA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Daging (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/15/320/2378183/usai-beras-dan-garam-ri-bakal-impor-100-ribu-ton-daging-jelang-lebaran-RDEfX4VqCA.jpg</image><title>Daging (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Untuk memenuhi kebutuhan daging saat lebaran pemerintah akan membuka keran impor daging sebanyak 100 ribu ton. Dari jumlah itu rinciannya,  80 ribu ton daging kerbau dari India, dan 20 ribu ton daging sapi dari Brazil.
Menteri Perdagangan M. lutfi menjelaskan impor ini dilakukan sebagai langkah substitusi daging sapi hidup dengan daging lainnya. Selain itu, harga daging sapi Australia sedang tinggi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Erick Thohir Sedih Produksi Daging Indonesia Rendah
&quot;Nah yang kita kerjakan yang sudah diputuskan dan diimpor saat ini adalah daging kerbau dari India  yang jumlahnya 80 ribu ton ditugaskan untuk Bulog dan 20 ribu ton daging sapi dari Brazil oleh PT Berdikari,&quot; kata Mendag dalam konferensi persnya secara virtual, Senin (15/3/2021)
Lutfi menyampaikan, Indonesia merupakan negara terbesar pengimpor daging sapi dari Australia. Namun saat ini di mana harga daging sapi mengalami kenaikan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Penuhi Pasokan Daging saat Bulan Puasa, RI Andalkan Impor
Hal itu disebabkan oleh kebakaran hutan yang sempat terjadi di Australia pada 2019. Akibatnya ketersediaan daging sapi impor menurun.&quot;Masalah hari ini ketika ada kebakaran hutan yang sangat luar biasa  membuat struktur dari pada stok sapi terganggu. Biasanya harganya dari   USD 2,3 hingga USD 2,8 untuk sapi hidup. Hari ini menjadi USD 5 ,&quot;  jelasnya.
Namun lutfi memastikan, dengan adanya daging impor daging kerbau dan  sapi tersebut kebutuhan konsumsi daging di tingkat nasional  menjelang  bulan puasa bisa terpenuhi.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan untuk masalah impor garam, telah diputuskan dalam rapat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi beberapa waktu lalu.
&quot;Impor garam sudah diputuskan melalui rapat Menko (Kementerian  Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi),&quot; kata Menteri Trenggono  di Indramayu.
Begitu pula, Perum Bulog ditugaskan untuk melakukan impor beras sebesar 1 juta ton. Namun, menurut Dirut Bulog, saat ini belum akan melakukan impor beras sebesar 1 juta ton untuk  memenuhi Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Saat ini Bulog fokus pada  pengadaan beras yang bersumber dari petani dalam negeri.</description><content:encoded>JAKARTA - Untuk memenuhi kebutuhan daging saat lebaran pemerintah akan membuka keran impor daging sebanyak 100 ribu ton. Dari jumlah itu rinciannya,  80 ribu ton daging kerbau dari India, dan 20 ribu ton daging sapi dari Brazil.
Menteri Perdagangan M. lutfi menjelaskan impor ini dilakukan sebagai langkah substitusi daging sapi hidup dengan daging lainnya. Selain itu, harga daging sapi Australia sedang tinggi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Erick Thohir Sedih Produksi Daging Indonesia Rendah
&quot;Nah yang kita kerjakan yang sudah diputuskan dan diimpor saat ini adalah daging kerbau dari India  yang jumlahnya 80 ribu ton ditugaskan untuk Bulog dan 20 ribu ton daging sapi dari Brazil oleh PT Berdikari,&quot; kata Mendag dalam konferensi persnya secara virtual, Senin (15/3/2021)
Lutfi menyampaikan, Indonesia merupakan negara terbesar pengimpor daging sapi dari Australia. Namun saat ini di mana harga daging sapi mengalami kenaikan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Penuhi Pasokan Daging saat Bulan Puasa, RI Andalkan Impor
Hal itu disebabkan oleh kebakaran hutan yang sempat terjadi di Australia pada 2019. Akibatnya ketersediaan daging sapi impor menurun.&quot;Masalah hari ini ketika ada kebakaran hutan yang sangat luar biasa  membuat struktur dari pada stok sapi terganggu. Biasanya harganya dari   USD 2,3 hingga USD 2,8 untuk sapi hidup. Hari ini menjadi USD 5 ,&quot;  jelasnya.
Namun lutfi memastikan, dengan adanya daging impor daging kerbau dan  sapi tersebut kebutuhan konsumsi daging di tingkat nasional  menjelang  bulan puasa bisa terpenuhi.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan untuk masalah impor garam, telah diputuskan dalam rapat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi beberapa waktu lalu.
&quot;Impor garam sudah diputuskan melalui rapat Menko (Kementerian  Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi),&quot; kata Menteri Trenggono  di Indramayu.
Begitu pula, Perum Bulog ditugaskan untuk melakukan impor beras sebesar 1 juta ton. Namun, menurut Dirut Bulog, saat ini belum akan melakukan impor beras sebesar 1 juta ton untuk  memenuhi Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Saat ini Bulog fokus pada  pengadaan beras yang bersumber dari petani dalam negeri.</content:encoded></item></channel></rss>
