<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>XL Suntik Anak Usaha Jadi Rp618 Miliar</title><description>Dukung pengembangan anak usaha, PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah  meningkatkan modal dasar, modal ditempatkan, dan disetor anak usahanya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/16/278/2378573/xl-suntik-anak-usaha-jadi-rp618-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/16/278/2378573/xl-suntik-anak-usaha-jadi-rp618-miliar"/><item><title>XL Suntik Anak Usaha Jadi Rp618 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/16/278/2378573/xl-suntik-anak-usaha-jadi-rp618-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/16/278/2378573/xl-suntik-anak-usaha-jadi-rp618-miliar</guid><pubDate>Selasa 16 Maret 2021 12:30 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/16/278/2378573/xl-suntik-anak-usaha-jadi-rp618-miliar-TPtr3QpODV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/16/278/2378573/xl-suntik-anak-usaha-jadi-rp618-miliar-TPtr3QpODV.jpg</image><title>Rupiah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah meningkatkan modal dasar, modal ditempatkan, dan disetor anak usahanya, PT Princeton Digital Group Data Centres (PDGDC) dari Rp589,2 miliar menjadi Rp618,87 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Sekretaris Perusahaan XL Axiata, Ranty Astari Rachman, aksi korporasi tersebut digelar pada 9 Maret 2021. Aksi tersebut merupakan hasil pemasukan modal saham dalam bentuk inbreng bangunan di Bandung, yaitu bangunan pusat data Bandung milik perseroan dan merupakan penyertaan modal tunai serta setoran tunai.
 
&amp;nbsp;Baca juga:  4 Fakta XL Axiata di Tengah Private Placement 
&amp;ldquo;Dengan adanya transaksi tersebut, kini komposisi kepemilikan saham perseroan dalam PDGDC bertambah menjadi 2.064.349 saham senilai Rp 206,43 miliar atau setara 33,36%. Sedangkan PDG menguasai sebanyak 4.124.425 saham senilai Rp 412,44 miliar atau setara dengan 66,64%,&amp;rdquo; ujarnya.

Dirinya menambahkan, aksi korporasi tersebut diwujudkan dalam bentuk pemasukan modal yang dilakukan oleh perseroan yang merupakan satu kesatuan rangkaian transaksi sejenis sebelumnya dengan PDGDC dan PDG yang telah dilakukan secara bertahap dari tahun 2019. Tahun ini, perseroan menargetkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tidak berbeda dengan anggaran tahun lalu sebesar Rp 7,5 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cari Modal, XL Axiata Akan Terbitkan 18 Juta Lembar Saham Baru
CEO XL Axiata, Dian Siswarini pernah bilang, XL Axiata masih fokus pada sejumlah strategi, antara lain berupaya menyiapkan jaringan untuk implementasi layanan 5G. &amp;ldquo;Sejumlah inisiatif telah dilaksanakan guna meningkatkan kapasitas jaringan dan efisiensi jaringan yang mencakup radio, transport dan core,&amp;rdquo; ujarnya.Dian menjelaskan, salah satu yang telah dilakukan perseroan adalah  uji coba dynamic spectrum sharing (DSS) 4G dan 5G. Teknologi ini  memungkinkan pemanfaatan spektrum yang sama untuk layanan 4G dan 5G.  Sementara itu, dari sisi operasional, XL berupaya mengelola capex dengan  efektif, mendorong digitalisasi, dan automasisi pada berbagai dimensi  operasional.

&amp;ldquo;Untuk strategi pertumbuhan, kami terus  melakukan investasi di wilayah luar Jawa, memperluas partnership dan  pengembangan produk dengan personalization, serta mengembangkan bisnis  XL Home,&amp;rdquo; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah meningkatkan modal dasar, modal ditempatkan, dan disetor anak usahanya, PT Princeton Digital Group Data Centres (PDGDC) dari Rp589,2 miliar menjadi Rp618,87 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Sekretaris Perusahaan XL Axiata, Ranty Astari Rachman, aksi korporasi tersebut digelar pada 9 Maret 2021. Aksi tersebut merupakan hasil pemasukan modal saham dalam bentuk inbreng bangunan di Bandung, yaitu bangunan pusat data Bandung milik perseroan dan merupakan penyertaan modal tunai serta setoran tunai.
 
&amp;nbsp;Baca juga:  4 Fakta XL Axiata di Tengah Private Placement 
&amp;ldquo;Dengan adanya transaksi tersebut, kini komposisi kepemilikan saham perseroan dalam PDGDC bertambah menjadi 2.064.349 saham senilai Rp 206,43 miliar atau setara 33,36%. Sedangkan PDG menguasai sebanyak 4.124.425 saham senilai Rp 412,44 miliar atau setara dengan 66,64%,&amp;rdquo; ujarnya.

Dirinya menambahkan, aksi korporasi tersebut diwujudkan dalam bentuk pemasukan modal yang dilakukan oleh perseroan yang merupakan satu kesatuan rangkaian transaksi sejenis sebelumnya dengan PDGDC dan PDG yang telah dilakukan secara bertahap dari tahun 2019. Tahun ini, perseroan menargetkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tidak berbeda dengan anggaran tahun lalu sebesar Rp 7,5 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cari Modal, XL Axiata Akan Terbitkan 18 Juta Lembar Saham Baru
CEO XL Axiata, Dian Siswarini pernah bilang, XL Axiata masih fokus pada sejumlah strategi, antara lain berupaya menyiapkan jaringan untuk implementasi layanan 5G. &amp;ldquo;Sejumlah inisiatif telah dilaksanakan guna meningkatkan kapasitas jaringan dan efisiensi jaringan yang mencakup radio, transport dan core,&amp;rdquo; ujarnya.Dian menjelaskan, salah satu yang telah dilakukan perseroan adalah  uji coba dynamic spectrum sharing (DSS) 4G dan 5G. Teknologi ini  memungkinkan pemanfaatan spektrum yang sama untuk layanan 4G dan 5G.  Sementara itu, dari sisi operasional, XL berupaya mengelola capex dengan  efektif, mendorong digitalisasi, dan automasisi pada berbagai dimensi  operasional.

&amp;ldquo;Untuk strategi pertumbuhan, kami terus  melakukan investasi di wilayah luar Jawa, memperluas partnership dan  pengembangan produk dengan personalization, serta mengembangkan bisnis  XL Home,&amp;rdquo; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
