<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor Mulai Menanjak, Begini Dampaknya ke Ekonomi RI</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa nilai impor pada bulan Februari 2021 sebesar USD13,26 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/16/320/2378614/impor-mulai-menanjak-begini-dampaknya-ke-ekonomi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/16/320/2378614/impor-mulai-menanjak-begini-dampaknya-ke-ekonomi-ri"/><item><title>Impor Mulai Menanjak, Begini Dampaknya ke Ekonomi RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/16/320/2378614/impor-mulai-menanjak-begini-dampaknya-ke-ekonomi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/16/320/2378614/impor-mulai-menanjak-begini-dampaknya-ke-ekonomi-ri</guid><pubDate>Selasa 16 Maret 2021 13:27 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/16/320/2378614/impor-mulai-menanjak-begini-dampaknya-ke-ekonomi-ri-MmmcZFvPAF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kontainer (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/16/320/2378614/impor-mulai-menanjak-begini-dampaknya-ke-ekonomi-ri-MmmcZFvPAF.jpg</image><title>Kontainer (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa nilai impor pada bulan Februari 2021 sebesar USD13,26 miliar. Jumlah itu meningkat 14,86% year on year (yoy) dari impor bulan Februari 2020 yang sebesar US$ 11,55 miliar.

Ekonom Universitas Indonesia Telisa Falianty menila bahwa meningkatkannya impor menunjukkan adanya pemulihan sektor industri di tanah air.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cerita Sri Mulyani Ekonomi Indonesia Banyak Alami Shock
&quot;Ini menunjukkan kita sudah pulih dari sisi industri,&quot; katanya dalam Market Review IDX Channel, Selasa (16/3/2021)

Dia menjelaskan, produk Impor tertinggi yang dilakukan Indonesia ada untuk bahan baku dan penolong yaitu sekitar 74 persen. Bahan baku dan penolong ini digunakan untuk memproduksi produk dari industri yang ada.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Strategi Menjadi Pemenang di Era Pandemi dan Kebutuhan Edukasi Bisnis yang Tepat
&quot;Karena industri banyak menggunakan bahan baku dan penolong ini,&quot; ujarnya

Meski terjadi pemulihan dari segi produksi industri, lanjut Telisa, dari sisi demand belum membaik. Hal ini terlihat dari konsumsi masyarakat yang masih rendah.&quot;Jadi terjadi pemulihan dari sisi produksi. Tapi dari konsumsi masyarakat masih menahan karena daya beli nya,&quot; terangnya.

Dirinya menambahkan, pemulihan ekonomi yang terjadi di Indonesia  tidak seperti sebelum adanya pandemi. Sementara, pemulihan ekonomi  global sudah berangsur pulih.

&quot;pertumbuhan ekonomi kita memang sudah mulai pulih tapi tidak seperti  sebelum adanya pandemi. Pemulihan impor ditentukan oleh ekonomi  domestik. Sedangkan ekspor ditentukan oleh ekonomi global,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa nilai impor pada bulan Februari 2021 sebesar USD13,26 miliar. Jumlah itu meningkat 14,86% year on year (yoy) dari impor bulan Februari 2020 yang sebesar US$ 11,55 miliar.

Ekonom Universitas Indonesia Telisa Falianty menila bahwa meningkatkannya impor menunjukkan adanya pemulihan sektor industri di tanah air.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cerita Sri Mulyani Ekonomi Indonesia Banyak Alami Shock
&quot;Ini menunjukkan kita sudah pulih dari sisi industri,&quot; katanya dalam Market Review IDX Channel, Selasa (16/3/2021)

Dia menjelaskan, produk Impor tertinggi yang dilakukan Indonesia ada untuk bahan baku dan penolong yaitu sekitar 74 persen. Bahan baku dan penolong ini digunakan untuk memproduksi produk dari industri yang ada.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Strategi Menjadi Pemenang di Era Pandemi dan Kebutuhan Edukasi Bisnis yang Tepat
&quot;Karena industri banyak menggunakan bahan baku dan penolong ini,&quot; ujarnya

Meski terjadi pemulihan dari segi produksi industri, lanjut Telisa, dari sisi demand belum membaik. Hal ini terlihat dari konsumsi masyarakat yang masih rendah.&quot;Jadi terjadi pemulihan dari sisi produksi. Tapi dari konsumsi masyarakat masih menahan karena daya beli nya,&quot; terangnya.

Dirinya menambahkan, pemulihan ekonomi yang terjadi di Indonesia  tidak seperti sebelum adanya pandemi. Sementara, pemulihan ekonomi  global sudah berangsur pulih.

&quot;pertumbuhan ekonomi kita memang sudah mulai pulih tapi tidak seperti  sebelum adanya pandemi. Pemulihan impor ditentukan oleh ekonomi  domestik. Sedangkan ekspor ditentukan oleh ekonomi global,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
