<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Mau seperti China Tumbuh 2 Digit? Lakukan Hal Ini</title><description>Indonesia bisa memiliki pertumbuhan ekonomi double digit seperti China.  Namun ada beberapa hal yang harus menjadi fokus Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/16/320/2378825/ekonomi-ri-mau-seperti-china-tumbuh-2-digit-lakukan-hal-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/16/320/2378825/ekonomi-ri-mau-seperti-china-tumbuh-2-digit-lakukan-hal-ini"/><item><title>Ekonomi RI Mau seperti China Tumbuh 2 Digit? Lakukan Hal Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/16/320/2378825/ekonomi-ri-mau-seperti-china-tumbuh-2-digit-lakukan-hal-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/16/320/2378825/ekonomi-ri-mau-seperti-china-tumbuh-2-digit-lakukan-hal-ini</guid><pubDate>Selasa 16 Maret 2021 18:12 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/16/320/2378825/ekonomi-ri-mau-seperti-china-tumbuh-2-digit-lakukan-hal-ini-IHOfkAutOD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/16/320/2378825/ekonomi-ri-mau-seperti-china-tumbuh-2-digit-lakukan-hal-ini-IHOfkAutOD.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia bisa memiliki pertumbuhan ekonomi double digit seperti China. Namun ada beberapa hal yang harus menjadi fokus Indonesia.
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan ilmu pengetahuan dan inovasi harus dijadikan arus utama dalam pembangunan ekonomi. Jika hal itu terjadi maka dengan sendirinya bisa menciptakan ekonomi yang inklusif.
Baca Juga: Status Indonesia Turun Lagi ke Lower Middle Income
 
&quot;Nah salah satu negara yang berhasil melaksanakan dua hal itu adalah Tiongkok,&quot; katanya dalam seminar secara virtual, Selasa (16/3/2021).
Dia menjelaskan, dengan teknologi dan inovasi China bisa mencapai pertumbuhan ekonomi dua digit. Selain itu, secara bersamaan Negara tirai bambu tersebut berhasil mengurangi tingkat kemiskinan secara drastis dengan menjaga pemerataan pendapatan antar penduduk.
Baca Juga: RI Masih Terkurung di Middle Income Trap akibat Covid-19
 
&amp;ldquo;Ini yang harus kita jadikan pelajaran di mana ekonomi berbasis inovasi itu tidak hanya berorientasi pertumbuhan, tapi juga berotasi pada pengentasan kemiskinan,&amp;rdquo; jelasnya
Untuk mencapai hal itu, lanjut Bambang, inovasi dan investasi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kolaborasi hal itu dapat menjadi arus utama pertumbuhan ekonomi.
&quot;Kita tahu bahwa Investasi adalah faktor yang mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kalau kita lihat sejarah pertumbuhan ekonomi di Indonesia, akan relatif cepat kalau pertumbuhan investasinya tinggi,&amp;rdquo; terangnya
Bambang mencontohkan pada era 90-an Indonesia bisa tumbuh sampai 8%  per tahun, namun karena pertumbuhan ekonomi hanya berbasis konsumsi.  Akibatnya pertumbuhan ekonomi menjadi terbatas dan sekarang sulit tumbuh  di atas 5%.
Hal itu dapat terjadi, kata Bambang, karena Indonesia tidak  menerapkan inovasi. Seharusnya, inovasi dan investasi harus  disandingkan.
&quot;Kita harus cari tahu kenapa investasi yang pernah ada tidak pernah  berlangsung terus menerus alias kita perlu mengecek kesinambungan lajur  investasi itu sendiri. Kalau kita ingin mendorong investasi yang  berkelanjutan, maka kita perlu sandingkan dengan inovasi, maka investasi  akan tumbuh secara berkelanjutan di Indonesia,&amp;rdquo; tandasnya</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia bisa memiliki pertumbuhan ekonomi double digit seperti China. Namun ada beberapa hal yang harus menjadi fokus Indonesia.
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan ilmu pengetahuan dan inovasi harus dijadikan arus utama dalam pembangunan ekonomi. Jika hal itu terjadi maka dengan sendirinya bisa menciptakan ekonomi yang inklusif.
Baca Juga: Status Indonesia Turun Lagi ke Lower Middle Income
 
&quot;Nah salah satu negara yang berhasil melaksanakan dua hal itu adalah Tiongkok,&quot; katanya dalam seminar secara virtual, Selasa (16/3/2021).
Dia menjelaskan, dengan teknologi dan inovasi China bisa mencapai pertumbuhan ekonomi dua digit. Selain itu, secara bersamaan Negara tirai bambu tersebut berhasil mengurangi tingkat kemiskinan secara drastis dengan menjaga pemerataan pendapatan antar penduduk.
Baca Juga: RI Masih Terkurung di Middle Income Trap akibat Covid-19
 
&amp;ldquo;Ini yang harus kita jadikan pelajaran di mana ekonomi berbasis inovasi itu tidak hanya berorientasi pertumbuhan, tapi juga berotasi pada pengentasan kemiskinan,&amp;rdquo; jelasnya
Untuk mencapai hal itu, lanjut Bambang, inovasi dan investasi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kolaborasi hal itu dapat menjadi arus utama pertumbuhan ekonomi.
&quot;Kita tahu bahwa Investasi adalah faktor yang mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kalau kita lihat sejarah pertumbuhan ekonomi di Indonesia, akan relatif cepat kalau pertumbuhan investasinya tinggi,&amp;rdquo; terangnya
Bambang mencontohkan pada era 90-an Indonesia bisa tumbuh sampai 8%  per tahun, namun karena pertumbuhan ekonomi hanya berbasis konsumsi.  Akibatnya pertumbuhan ekonomi menjadi terbatas dan sekarang sulit tumbuh  di atas 5%.
Hal itu dapat terjadi, kata Bambang, karena Indonesia tidak  menerapkan inovasi. Seharusnya, inovasi dan investasi harus  disandingkan.
&quot;Kita harus cari tahu kenapa investasi yang pernah ada tidak pernah  berlangsung terus menerus alias kita perlu mengecek kesinambungan lajur  investasi itu sendiri. Kalau kita ingin mendorong investasi yang  berkelanjutan, maka kita perlu sandingkan dengan inovasi, maka investasi  akan tumbuh secara berkelanjutan di Indonesia,&amp;rdquo; tandasnya</content:encoded></item></channel></rss>
