<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Potensi Rp180 Triliun, Ini Cara Wapres Permudah Wakaf Uang</title><description>Pemerintah mendorong Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWF) sebagai salah satu dari pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/16/320/2378897/potensi-rp180-triliun-ini-cara-wapres-permudah-wakaf-uang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/16/320/2378897/potensi-rp180-triliun-ini-cara-wapres-permudah-wakaf-uang"/><item><title>Potensi Rp180 Triliun, Ini Cara Wapres Permudah Wakaf Uang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/16/320/2378897/potensi-rp180-triliun-ini-cara-wapres-permudah-wakaf-uang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/16/320/2378897/potensi-rp180-triliun-ini-cara-wapres-permudah-wakaf-uang</guid><pubDate>Selasa 16 Maret 2021 20:15 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/16/320/2378897/potensi-rp180-triliun-ini-cara-wapres-permudah-wakaf-uang-rC0sB9m6iH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/16/320/2378897/potensi-rp180-triliun-ini-cara-wapres-permudah-wakaf-uang-rC0sB9m6iH.jpg</image><title>Wapres Maruf Amin (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mendorong Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWF) sebagai salah satu dari pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Apalagi potensi wakaf uang ini mencapai Rp180 triliun per tahun.
Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengatakan, dengan potensi yang cukup besar tersebut, perlu didukung kanal-kanal penerima wakaf untuk mempermudah para pewakaf menyerahkan wakafnya. Untuk itu, pemberdayaan PT Pos Indonesia (Persero) yang memiliki banyak cabang di pelosok tanah air sangat potensial untuk mewujudkan proses penerimaan wakaf uang yang efektif.
Baca Juga: Potensi Capai Rp180 Triliun, Wapres Sebut Dana Wakaf Baru Sebatas Masjid dan Madrasah
&amp;ldquo;PT Pos itu merupakan salah satu kanal yang sangat potensial karena (cabangnya) tersebar di seluruh Indonesia bahkan sampai di tingkat kecamatan dan kelurahan. Jadi saya kira ini merupakan kanal yang sangat efektif, sehingga masyarakat di mana-mana bisa berwakaf melalui PT Pos,&amp;rdquo; ujarnya saat menerima audiensi jajaran Direksi PT Pos Indonesia (Persero) melalui konferensi video, Selasa (16/3/2021).
Wapres juga meminta kepada PT Pos untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) guna membahas kerjasama yang dapat dilakukan. Dengan keterlibatan perusahaan milik negara ini, diharapkan bisa menjadi  partisipasi yang sangat bermanfaat juga akan bernilai ibadah.
Baca Juga:&amp;nbsp; Masjid Pangeran Arab Segera Dibangun di Solo
 
&amp;ldquo;Maka nanti saya minta PT Pos untuk berkomunikasi dengan Badan Eksekutif KNEKS yang juga memang bekerjasama dengan Badan Wakaf Indonesia. Mudah-mudahan keikutsertaan Kantor Pos ini selain juga merupakan satu partisipasi yang sangat besar manfaatnya, mudah-mudahan juga menjadi ibadah,&amp;rdquo; jelas Wapres.
Sementara itu, sebelumnya Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi melaporkan, pihaknya memiliki portofolio jasa keuangan serta kantor cabang dan agen di seluruh Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai titik pengumpulan wakaf uang. Ada sekitar 4.850 cabang di seluruh Indonesia serta 20 ribu agen yang ada di Indonesia.&amp;ldquo;Jadi kami laporkan Pak Wapres, bahwa Pos Indonesia ini punya 4.850  cabang di seluruh Indonesia, kemudian kita punya agen untuk jasa  keuangan sekitar 20 ribu agen yang juga tersebar di seluruh Indonesia,&amp;rdquo;  jelasnya.
Bahkan kata Faizal, pihaknya akan mempermudah para pewakaf dalam  membayarkan wakafnya. Sebab pembayaran wakaf dapat dilakukan secara  fisik dengan datang ke kantor pos atau dengan interaksi digital melalui  aplikasi Pos Giro Mobile (PGM).
&amp;ldquo;Memang core system kami di jasa keuangan ini menggunakan giro. Giro  kami ini tidak sama dengan giro bank, karena giro pos tidak memberikan  imbal jasa sebagaimana gironya bank,&amp;rdquo; kata Faizal.
Faizal juga menyampaikan bahwa PT Pos memiliki empat program bisnis  syariah lain untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.  Pertama adalah dengan menerima setoran amhaji secara reguler.
Adapun program kedua, adalah kerjasama dengan travel haji untuk  pengurusan umroh dan haji. Selanjutnya, perdagangan emas digital melalui  kerjasama dengan berbagai pihak termasuk Pegadaian. Sedangkan program  keempat adalah pembiayaan haji dan umroh.
&amp;ldquo;Jadi ini empat hal, rencana strategis di bisnis syariah Pos  Indonesia untuk melengkapi bisnis kami di jasa keuangan,&amp;rdquo; kata Faizal.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mendorong Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWF) sebagai salah satu dari pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Apalagi potensi wakaf uang ini mencapai Rp180 triliun per tahun.
Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengatakan, dengan potensi yang cukup besar tersebut, perlu didukung kanal-kanal penerima wakaf untuk mempermudah para pewakaf menyerahkan wakafnya. Untuk itu, pemberdayaan PT Pos Indonesia (Persero) yang memiliki banyak cabang di pelosok tanah air sangat potensial untuk mewujudkan proses penerimaan wakaf uang yang efektif.
Baca Juga: Potensi Capai Rp180 Triliun, Wapres Sebut Dana Wakaf Baru Sebatas Masjid dan Madrasah
&amp;ldquo;PT Pos itu merupakan salah satu kanal yang sangat potensial karena (cabangnya) tersebar di seluruh Indonesia bahkan sampai di tingkat kecamatan dan kelurahan. Jadi saya kira ini merupakan kanal yang sangat efektif, sehingga masyarakat di mana-mana bisa berwakaf melalui PT Pos,&amp;rdquo; ujarnya saat menerima audiensi jajaran Direksi PT Pos Indonesia (Persero) melalui konferensi video, Selasa (16/3/2021).
Wapres juga meminta kepada PT Pos untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) guna membahas kerjasama yang dapat dilakukan. Dengan keterlibatan perusahaan milik negara ini, diharapkan bisa menjadi  partisipasi yang sangat bermanfaat juga akan bernilai ibadah.
Baca Juga:&amp;nbsp; Masjid Pangeran Arab Segera Dibangun di Solo
 
&amp;ldquo;Maka nanti saya minta PT Pos untuk berkomunikasi dengan Badan Eksekutif KNEKS yang juga memang bekerjasama dengan Badan Wakaf Indonesia. Mudah-mudahan keikutsertaan Kantor Pos ini selain juga merupakan satu partisipasi yang sangat besar manfaatnya, mudah-mudahan juga menjadi ibadah,&amp;rdquo; jelas Wapres.
Sementara itu, sebelumnya Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi melaporkan, pihaknya memiliki portofolio jasa keuangan serta kantor cabang dan agen di seluruh Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai titik pengumpulan wakaf uang. Ada sekitar 4.850 cabang di seluruh Indonesia serta 20 ribu agen yang ada di Indonesia.&amp;ldquo;Jadi kami laporkan Pak Wapres, bahwa Pos Indonesia ini punya 4.850  cabang di seluruh Indonesia, kemudian kita punya agen untuk jasa  keuangan sekitar 20 ribu agen yang juga tersebar di seluruh Indonesia,&amp;rdquo;  jelasnya.
Bahkan kata Faizal, pihaknya akan mempermudah para pewakaf dalam  membayarkan wakafnya. Sebab pembayaran wakaf dapat dilakukan secara  fisik dengan datang ke kantor pos atau dengan interaksi digital melalui  aplikasi Pos Giro Mobile (PGM).
&amp;ldquo;Memang core system kami di jasa keuangan ini menggunakan giro. Giro  kami ini tidak sama dengan giro bank, karena giro pos tidak memberikan  imbal jasa sebagaimana gironya bank,&amp;rdquo; kata Faizal.
Faizal juga menyampaikan bahwa PT Pos memiliki empat program bisnis  syariah lain untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.  Pertama adalah dengan menerima setoran amhaji secara reguler.
Adapun program kedua, adalah kerjasama dengan travel haji untuk  pengurusan umroh dan haji. Selanjutnya, perdagangan emas digital melalui  kerjasama dengan berbagai pihak termasuk Pegadaian. Sedangkan program  keempat adalah pembiayaan haji dan umroh.
&amp;ldquo;Jadi ini empat hal, rencana strategis di bisnis syariah Pos  Indonesia untuk melengkapi bisnis kami di jasa keuangan,&amp;rdquo; kata Faizal.</content:encoded></item></channel></rss>
