<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satria Antaran Prima Siapkan Capex Rp60 Miliar untuk Tambah Jaringan Kantor</title><description>PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) atau lebih dikenal sebagai SAP Expres  menganggarkan belanja modal sebesar Rp50-60  miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/278/2379190/satria-antaran-prima-siapkan-capex-rp60-miliar-untuk-tambah-jaringan-kantor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/278/2379190/satria-antaran-prima-siapkan-capex-rp60-miliar-untuk-tambah-jaringan-kantor"/><item><title>Satria Antaran Prima Siapkan Capex Rp60 Miliar untuk Tambah Jaringan Kantor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/278/2379190/satria-antaran-prima-siapkan-capex-rp60-miliar-untuk-tambah-jaringan-kantor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/278/2379190/satria-antaran-prima-siapkan-capex-rp60-miliar-untuk-tambah-jaringan-kantor</guid><pubDate>Rabu 17 Maret 2021 12:32 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/17/278/2379190/satria-antaran-prima-siapkan-capex-rp60-miliar-untuk-tambah-jaringan-kantor-eYDjP8R0RA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/17/278/2379190/satria-antaran-prima-siapkan-capex-rp60-miliar-untuk-tambah-jaringan-kantor-eYDjP8R0RA.jpg</image><title>Rupiah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Danai ekspansi bisnisnya seperti jaringan infrastruktur, PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) atau lebih dikenal sebagai SAP Expres menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp50-60 miliar. Di mana dana capex bersumber dari kas perseroan. Namun, jika kurang perseroan akan mencari alternatif lainnya seperti pinjaman dan lainnya.

Sekretaris Perusahaan Satria Antaran Prima, Denny Parhan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, capex akan dipergunakan untuk menambah jaringan infrastruktur (jaringan kantor cabang dan subcabang).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Listing Perdana Tampil Memukau, Satria Antaran Target Tumbuh Double Digit
&amp;ldquo;Di tahun ini perseroan juga akan menambah gudang untuk usaha fulfillment, menambah armada kendaraan dan jumlah kurir untuk mendukung kegiatan operasional,&amp;rdquo; kata Denny mengutip Neraca.

Untuk ekspansi jaringan, SAP Expres akan menambah beberapa kantor cabang, terutama di pulau Jawa, Bali, Sumatera, dan daerah-daerah lain yang potensial. Target perseroan untuk pulau Jawa adalah memiliki cabang atau subcabang di setiap kabupaten karena volume kiriman memang paling banyak ada di Jawa.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Satria Antaran Resmi Listing, Jadi Tamu ke 601 di BEI
Sementara untuk daerah-daerah lain akan mengikuti secara bertahap sesuai perkembangan industri dan usaha perseroan.Denny mengungkapkan, tahun ini, perseroan berencana untuk tetap fokus  pada inti bisnis yaitu di layanan last mile dengan pengembangan  pengembangan derivatif dari bisnis ini seperti layanan warehouse atau  fulfillment, bulky shipment, ritel bisnis, dan sebagainya. Secara  segmentasi, perseroan tahun ini mencoba untuk lebih mengembangkan lini  usaha retail dengan penetrasi yang lebih dalam pada segmen e-commerce  dan social commerce disamping dari segmen tradisional perseroan yaitu di  korporasi.

&amp;rdquo;Selain itu, perseroan membidik segmen marketplace karena segmen ini  cukup menjanjikan dari sisi volume yang diharapkan dapat me-leverage  pertumbuhan pendapatan perseroan,&amp;rdquo;ujar Denny.

Per kuartal III-2020, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp329,92  miliar, angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2019  yang hanya mencatat Rp274,91 miliar. Demikian juga dengan  profitability, perseroan tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp25,58  miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang hanya  Rp18,17 miliar.

&amp;rdquo;Hal ini sebenarnya tidak mengejutkan karena di saat pandemi banyak  toko-toko atau tempat-tempat belanja konvensional yang tutup atau  beroperasi secara terbatas, hal ini mengakibatkan orang-orang mengubah  pola belanjanya menjadi belanja via online atau e-commerce,&amp;rdquo; tutur dia.

Usaha online di Indonesia, menurutnya, sangat besar potensinya.  Pasalnya, usaha kurir adalah derivatif dari usaha online karena usaha  online memerlukan jasa kurir untuk mengirim barang kepada konsumen.  Jadi, usaha kurir akan secara langsung terdampak positif dari  berkembangnya usaha online.</description><content:encoded>JAKARTA - Danai ekspansi bisnisnya seperti jaringan infrastruktur, PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) atau lebih dikenal sebagai SAP Expres menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp50-60 miliar. Di mana dana capex bersumber dari kas perseroan. Namun, jika kurang perseroan akan mencari alternatif lainnya seperti pinjaman dan lainnya.

Sekretaris Perusahaan Satria Antaran Prima, Denny Parhan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, capex akan dipergunakan untuk menambah jaringan infrastruktur (jaringan kantor cabang dan subcabang).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Listing Perdana Tampil Memukau, Satria Antaran Target Tumbuh Double Digit
&amp;ldquo;Di tahun ini perseroan juga akan menambah gudang untuk usaha fulfillment, menambah armada kendaraan dan jumlah kurir untuk mendukung kegiatan operasional,&amp;rdquo; kata Denny mengutip Neraca.

Untuk ekspansi jaringan, SAP Expres akan menambah beberapa kantor cabang, terutama di pulau Jawa, Bali, Sumatera, dan daerah-daerah lain yang potensial. Target perseroan untuk pulau Jawa adalah memiliki cabang atau subcabang di setiap kabupaten karena volume kiriman memang paling banyak ada di Jawa.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Satria Antaran Resmi Listing, Jadi Tamu ke 601 di BEI
Sementara untuk daerah-daerah lain akan mengikuti secara bertahap sesuai perkembangan industri dan usaha perseroan.Denny mengungkapkan, tahun ini, perseroan berencana untuk tetap fokus  pada inti bisnis yaitu di layanan last mile dengan pengembangan  pengembangan derivatif dari bisnis ini seperti layanan warehouse atau  fulfillment, bulky shipment, ritel bisnis, dan sebagainya. Secara  segmentasi, perseroan tahun ini mencoba untuk lebih mengembangkan lini  usaha retail dengan penetrasi yang lebih dalam pada segmen e-commerce  dan social commerce disamping dari segmen tradisional perseroan yaitu di  korporasi.

&amp;rdquo;Selain itu, perseroan membidik segmen marketplace karena segmen ini  cukup menjanjikan dari sisi volume yang diharapkan dapat me-leverage  pertumbuhan pendapatan perseroan,&amp;rdquo;ujar Denny.

Per kuartal III-2020, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp329,92  miliar, angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2019  yang hanya mencatat Rp274,91 miliar. Demikian juga dengan  profitability, perseroan tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp25,58  miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang hanya  Rp18,17 miliar.

&amp;rdquo;Hal ini sebenarnya tidak mengejutkan karena di saat pandemi banyak  toko-toko atau tempat-tempat belanja konvensional yang tutup atau  beroperasi secara terbatas, hal ini mengakibatkan orang-orang mengubah  pola belanjanya menjadi belanja via online atau e-commerce,&amp;rdquo; tutur dia.

Usaha online di Indonesia, menurutnya, sangat besar potensinya.  Pasalnya, usaha kurir adalah derivatif dari usaha online karena usaha  online memerlukan jasa kurir untuk mengirim barang kepada konsumen.  Jadi, usaha kurir akan secara langsung terdampak positif dari  berkembangnya usaha online.</content:encoded></item></channel></rss>
