<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Basuki Lobi Sri Mulyani Minta Tambah Anggaran Rp2,5 Triliun</title><description>Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengusulkan tambahan anggaran Rp2,5 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/320/2379355/menteri-basuki-lobi-sri-mulyani-minta-tambah-anggaran-rp2-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/320/2379355/menteri-basuki-lobi-sri-mulyani-minta-tambah-anggaran-rp2-5-triliun"/><item><title>Menteri Basuki Lobi Sri Mulyani Minta Tambah Anggaran Rp2,5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/320/2379355/menteri-basuki-lobi-sri-mulyani-minta-tambah-anggaran-rp2-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/320/2379355/menteri-basuki-lobi-sri-mulyani-minta-tambah-anggaran-rp2-5-triliun</guid><pubDate>Rabu 17 Maret 2021 16:08 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/17/320/2379355/menteri-basuki-lobi-sri-mulyani-minta-tambah-anggaran-rp2-5-triliun-CFPKEGfU85.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/17/320/2379355/menteri-basuki-lobi-sri-mulyani-minta-tambah-anggaran-rp2-5-triliun-CFPKEGfU85.jpg</image><title>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengusulkan tambahan anggaran Rp2,5 triliun dalam rangka mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) lewat perluasan padat karya tunai.
&quot;Dalam rangka mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional, saat ini dilakukan pembahasan dengan Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan perihal rencana tambahan anggaran sebesar Rp2,5 triliun,&quot; ujar Menteri Basuki dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI dilansir dari Antara, Rabu (17/3/2021).
Baca Juga: Padat Karya Tunai Rp12,2 Triliun Serap 630.900 Tenaga Kerja
 
Dalam paparannya, Menteri PUPR menyampaikan bahwa usulan penambahan anggaran itu rencananya akan digunakan untuk perbaikan tanggul, normalisasi dan pemeliharaan sungai sebesar Rp600 miliar. Kemudian untuk revitalisasi drainase, perbaikan lereng dan jembatan, bronjong, dan perkerasan bahu sebesar Rp800 miliar.
Lalu bagi kegiatan Pamsimas atau SPAM Perdesaan dan Sanitasi Perdesaan sebesar Rp500 miliar, dan pembangunan rumah khusus dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebesar Rp600 miliar.
Baca Juga:&amp;nbsp; Program Padat Karya Rp7,16 Triliun Serap 402.449 Tenaga Kerja
 
Kementerian PUPR pada tahun ini melakukan penghematan atau refocusing terhadap anggaran di mana terjadi perubahan pagu dari Rp149,81 triliun menjadi Rp134,89 triliun.
Kendati demikian untuk anggaran program Padat Karya tunai, alokasi anggaran program itu mengalami kenaikan dari Rp12,18 triliun menjadi Rp23,24 triliun.
Kementerian PUPR tidak mengurangi alokasi anggaran bagi program Padat  Karya Tunai dalam langkah-langkah penghematan yang dilakukan oleh  kementerian tersebut pada tahun ini.
Sebelumnya Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan  Investasi Luhut Binsar Pandjaitan minta agar Program Pemulihan Ekonomi  Nasional (PEN) padat karya proyek infrastruktur bisa dilanjutkan hingga  Mei 2021 untuk mendukung daya beli masyarakat pada Ramadhan dan Idul  Fitri nanti.
Luhut ingin agar program ini bisa direalisasikan hingga April dan Mei  2021 sehingga ketika memasuki Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, para  pekerja dari program padat karya dapat memiliki uang untuk membeli  kebutuhan pokok dan kebutuhan tambahan di hari Lebaran.
Dengan begitu, daya beli masyarakat akan mulai menggeliat karena  mereka memperoleh penghasilan bulanan dan tidak berharap dari bantuan  sosial (bansos) seperti sebelumnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengusulkan tambahan anggaran Rp2,5 triliun dalam rangka mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) lewat perluasan padat karya tunai.
&quot;Dalam rangka mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional, saat ini dilakukan pembahasan dengan Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan perihal rencana tambahan anggaran sebesar Rp2,5 triliun,&quot; ujar Menteri Basuki dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI dilansir dari Antara, Rabu (17/3/2021).
Baca Juga: Padat Karya Tunai Rp12,2 Triliun Serap 630.900 Tenaga Kerja
 
Dalam paparannya, Menteri PUPR menyampaikan bahwa usulan penambahan anggaran itu rencananya akan digunakan untuk perbaikan tanggul, normalisasi dan pemeliharaan sungai sebesar Rp600 miliar. Kemudian untuk revitalisasi drainase, perbaikan lereng dan jembatan, bronjong, dan perkerasan bahu sebesar Rp800 miliar.
Lalu bagi kegiatan Pamsimas atau SPAM Perdesaan dan Sanitasi Perdesaan sebesar Rp500 miliar, dan pembangunan rumah khusus dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebesar Rp600 miliar.
Baca Juga:&amp;nbsp; Program Padat Karya Rp7,16 Triliun Serap 402.449 Tenaga Kerja
 
Kementerian PUPR pada tahun ini melakukan penghematan atau refocusing terhadap anggaran di mana terjadi perubahan pagu dari Rp149,81 triliun menjadi Rp134,89 triliun.
Kendati demikian untuk anggaran program Padat Karya tunai, alokasi anggaran program itu mengalami kenaikan dari Rp12,18 triliun menjadi Rp23,24 triliun.
Kementerian PUPR tidak mengurangi alokasi anggaran bagi program Padat  Karya Tunai dalam langkah-langkah penghematan yang dilakukan oleh  kementerian tersebut pada tahun ini.
Sebelumnya Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan  Investasi Luhut Binsar Pandjaitan minta agar Program Pemulihan Ekonomi  Nasional (PEN) padat karya proyek infrastruktur bisa dilanjutkan hingga  Mei 2021 untuk mendukung daya beli masyarakat pada Ramadhan dan Idul  Fitri nanti.
Luhut ingin agar program ini bisa direalisasikan hingga April dan Mei  2021 sehingga ketika memasuki Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, para  pekerja dari program padat karya dapat memiliki uang untuk membeli  kebutuhan pokok dan kebutuhan tambahan di hari Lebaran.
Dengan begitu, daya beli masyarakat akan mulai menggeliat karena  mereka memperoleh penghasilan bulanan dan tidak berharap dari bantuan  sosial (bansos) seperti sebelumnya.</content:encoded></item></channel></rss>
