<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Sawit Turun, Capai 2,86 Juta Ton di Januari 2021</title><description>Ekspor minyak sawit Indonesia pada Januari 2021 mengalami penurunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/320/2379405/ekspor-sawit-turun-capai-2-86-juta-ton-di-januari-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/320/2379405/ekspor-sawit-turun-capai-2-86-juta-ton-di-januari-2021"/><item><title>Ekspor Sawit Turun, Capai 2,86 Juta Ton di Januari 2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/320/2379405/ekspor-sawit-turun-capai-2-86-juta-ton-di-januari-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/320/2379405/ekspor-sawit-turun-capai-2-86-juta-ton-di-januari-2021</guid><pubDate>Rabu 17 Maret 2021 17:36 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/17/320/2379405/ekspor-sawit-turun-capai-2-86-juta-ton-di-januari-2021-B7PMAneRMh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kelapa Sawit (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/17/320/2379405/ekspor-sawit-turun-capai-2-86-juta-ton-di-januari-2021-B7PMAneRMh.jpg</image><title>Kelapa Sawit (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ekspor minyak sawit Indonesia pada Januari 2021 mengalami penurunan. Ekspor minyak sawit mencapai sebesar 2,86 juta ton lebih tinggi dibandingkan bulan Januari 2020 yang sebesar 2,39 juta ton. Namun ekspor Januari 2021 lebih rendah 7,7% jika dibanding dengan Desember 2020 yang sebesar 3,5 juta ton.
&quot;Hal ini kemungkinan karena ekspor Desember 2020 sangat tinggi yaitu 3,5 juta ton, yang merupakan tertinggi sepanjang 2020, sehingga tersedia stok yang cukup tinggi di negara-negara importir,&quot; ujar Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Mukti Sardjono dalam keterangan tertulis, Rabu (17/3/2021).
Baca Juga: BPS: Ekspor Indonesia Februari USD15,2 Miliar, Naik 8,56%
 
Penurunan ekspor terbesar terjadi pada CPO yaitu 54,6% lebih rendah dari ekspor Desember 2020. Ekspor oleokimia turun 8,7% dan merupakan penurunan pertama kalinya sejak Januari 2020. Adapun nilai ekspor Januari 2021 mencapai USD2,59 miliar lebih rendah 8% dari Desember 2020 yang mencapai USD2,82 miliar.
Berdasarkan negara tujuannya, ekspor Januari 2021 ke China turun paling banyak (166.400 ton atau -28%) dibandingkan Desember 2020, Malaysia turun 166.200 ton (-77%), India turun 136.200 ton (-41%) dan Belanda turun 80.000 ton (-81%).
Baca Juga:&amp;nbsp; Perbanyak UMKM Eksportir, RI Bakal Bentuk Badan Khusus
 
Sementara ekspor ke Myanmar dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan dan pada tahun 2020 mencapai 852.000 ton dan pada Januari 2021 terjadi kenaikan ekspor 47.000 ton (+51 %) dari Desember 2020.Sejak tahun 2017, minyak sawit Indonesia diekspor ke sekitar 160  negara. Negara China, India dan Pakistan selalu berada pada 3 negara  tujuan ekspor tertinggi. Sementara Belanda, Malaysia, Spanyol dan USA  pada peringkat 4-8.
Bangladesh, Italia dan Mesir konsisten pada peringkat 7-10. Myanmar  selalu berada pada peringkat 11 -12, Rusia pada peringkat 12-13,  Filipina dan Korea selalu berada pada peringkat 14-15, Jepang pada  peringkat 16-17 dan beberapa negara seperti Singapura, Vietnam, UEA,  Ukraina, Afrika Selatan dan Tanzania konsisten berada dalam kelompok 20  besar.
&quot;Ekspor ke negara-negara ini mencapai 87-90% dari ekspor Indonesia.  Hubungan bilateral dengan negara-negara pengimpor tradisional yang  mempunyai prospek perlu terus ditingkatkan untuk menjaga dan  meningkatkan ekspor produk kelapa sawit Indonesia,&quot; jelas Mukti.
Untuk ekspor minyak sawit Indonesia ke Swiss sangat kecil dan umumnya  dalam bentuk oleokimia. Pada tahun 2020, ekspor ke Swiss hanya 15,9 ton  dimana seluruhnya dalam bentuk oleokimia, dengan nilai USD20,7 ribu  dari total nilai ekspor minyak sawit sebesar US$ 22,97 miliar. Walaupun  demikian, hasil referendum terhadap produk minyak sawit menunjukkan  kepercayaan masyarakat Swiss terhadap produk minyak sawit Indonesia.
&quot;Kita harapkan hasil referendum tersebut juga akan meningkatkan  kepercayaan negara Eropa lainnya termasuk EU terhadap penerapan produksi  sawit berkelanjutan di Indonesia,&quot; tandasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Ekspor minyak sawit Indonesia pada Januari 2021 mengalami penurunan. Ekspor minyak sawit mencapai sebesar 2,86 juta ton lebih tinggi dibandingkan bulan Januari 2020 yang sebesar 2,39 juta ton. Namun ekspor Januari 2021 lebih rendah 7,7% jika dibanding dengan Desember 2020 yang sebesar 3,5 juta ton.
&quot;Hal ini kemungkinan karena ekspor Desember 2020 sangat tinggi yaitu 3,5 juta ton, yang merupakan tertinggi sepanjang 2020, sehingga tersedia stok yang cukup tinggi di negara-negara importir,&quot; ujar Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Mukti Sardjono dalam keterangan tertulis, Rabu (17/3/2021).
Baca Juga: BPS: Ekspor Indonesia Februari USD15,2 Miliar, Naik 8,56%
 
Penurunan ekspor terbesar terjadi pada CPO yaitu 54,6% lebih rendah dari ekspor Desember 2020. Ekspor oleokimia turun 8,7% dan merupakan penurunan pertama kalinya sejak Januari 2020. Adapun nilai ekspor Januari 2021 mencapai USD2,59 miliar lebih rendah 8% dari Desember 2020 yang mencapai USD2,82 miliar.
Berdasarkan negara tujuannya, ekspor Januari 2021 ke China turun paling banyak (166.400 ton atau -28%) dibandingkan Desember 2020, Malaysia turun 166.200 ton (-77%), India turun 136.200 ton (-41%) dan Belanda turun 80.000 ton (-81%).
Baca Juga:&amp;nbsp; Perbanyak UMKM Eksportir, RI Bakal Bentuk Badan Khusus
 
Sementara ekspor ke Myanmar dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan dan pada tahun 2020 mencapai 852.000 ton dan pada Januari 2021 terjadi kenaikan ekspor 47.000 ton (+51 %) dari Desember 2020.Sejak tahun 2017, minyak sawit Indonesia diekspor ke sekitar 160  negara. Negara China, India dan Pakistan selalu berada pada 3 negara  tujuan ekspor tertinggi. Sementara Belanda, Malaysia, Spanyol dan USA  pada peringkat 4-8.
Bangladesh, Italia dan Mesir konsisten pada peringkat 7-10. Myanmar  selalu berada pada peringkat 11 -12, Rusia pada peringkat 12-13,  Filipina dan Korea selalu berada pada peringkat 14-15, Jepang pada  peringkat 16-17 dan beberapa negara seperti Singapura, Vietnam, UEA,  Ukraina, Afrika Selatan dan Tanzania konsisten berada dalam kelompok 20  besar.
&quot;Ekspor ke negara-negara ini mencapai 87-90% dari ekspor Indonesia.  Hubungan bilateral dengan negara-negara pengimpor tradisional yang  mempunyai prospek perlu terus ditingkatkan untuk menjaga dan  meningkatkan ekspor produk kelapa sawit Indonesia,&quot; jelas Mukti.
Untuk ekspor minyak sawit Indonesia ke Swiss sangat kecil dan umumnya  dalam bentuk oleokimia. Pada tahun 2020, ekspor ke Swiss hanya 15,9 ton  dimana seluruhnya dalam bentuk oleokimia, dengan nilai USD20,7 ribu  dari total nilai ekspor minyak sawit sebesar US$ 22,97 miliar. Walaupun  demikian, hasil referendum terhadap produk minyak sawit menunjukkan  kepercayaan masyarakat Swiss terhadap produk minyak sawit Indonesia.
&quot;Kita harapkan hasil referendum tersebut juga akan meningkatkan  kepercayaan negara Eropa lainnya termasuk EU terhadap penerapan produksi  sawit berkelanjutan di Indonesia,&quot; tandasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
