<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kabar Baik, Jokowi Kembali Cairkan BLT UMKM</title><description>Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi pelaku UMKM akan dilanjutkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/320/2379495/kabar-baik-jokowi-kembali-cairkan-blt-umkm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/320/2379495/kabar-baik-jokowi-kembali-cairkan-blt-umkm"/><item><title>Kabar Baik, Jokowi Kembali Cairkan BLT UMKM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/320/2379495/kabar-baik-jokowi-kembali-cairkan-blt-umkm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/320/2379495/kabar-baik-jokowi-kembali-cairkan-blt-umkm</guid><pubDate>Rabu 17 Maret 2021 20:18 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/17/320/2379495/kabar-baik-jokowi-kembali-cairkan-blt-umkm-hCpsyGZzt1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/17/320/2379495/kabar-baik-jokowi-kembali-cairkan-blt-umkm-hCpsyGZzt1.jpg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi pelaku UMKM akan dilanjutkan. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memastikan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khususnya pembiayaan bagi koperasi usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) tahun ini masih akan dilanjutkan oleh pemerintah.
Teten mengatakan program PEN KUMKM terdiri dari dua klaster. Pertama, bagi usaha mikro yang unbankable, Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).
Baca Juga: Perjuangan Bisnis Keripik &quot;Kepompong&quot; Bertahan di Tengah Pandemi
 
&amp;ldquo;Insya Allah segera akan digulirkan oleh Presiden,&amp;rdquo; kata Teten Rabu (17/3/2021).
Kedua, PEN bagi kelompok usaha yang sudah bankable dan telah mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR) berupa fasilitas subsidi bunga KUR dan pembiayaan modal kerja koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM).
Baca Juga:&amp;nbsp; Geliat Maskapai dan UMKM Parekraf di Masa Pandemi
 
&amp;ldquo;Pemerintah terus mematangkan alternatif pembiayaan untuk UMKM dan Koperasi yang murah, mudah, dan cepat agar UMKM cepat naik kelas,&amp;rdquo; papar Teten.
Ia mengakui pandemi memberikan dampak sangat besar bagi UMKM. Menurut data Siap Bersama UKM, dampak pandemi terhadap UMKM yaitu Kesulitan Pemasaran 22,9%,Distribusi Terhambat 20,01%, Kesulitan Permodalan 19,39%, dan Bahan Baku 18,87%.


&amp;ldquo;Sebesar 98% UMKM mengalami penurunan penjualan serta 50,5% UMKM  mengurangi karyawannya,&amp;rdquo; ujar Teten mengutip data SMRC tahun 2020.
Meskipun demikian, menurut Teten, kinerja pertumbuhan ekonomi  Indonesia sedikit lebih baik dibandingkan banyak negara di ASEAN maupun  negara-negara anggota G20, seperti Amerika Serikat (-3,5%), Jerman  (-5,0%), Rusia (-3,1%), Singapura (-5,8%), dan Filipina (-9,5%).
Kondisi ekonomi RI berangsur pulih tersebut ditandai angka  pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) triwulan IV-2020 sebesar minus  2,19% (yoy) atau jauh lebih baik dari triwulan II (minus 5,32%), maupun  triwulan III (minus 3,49%).
&amp;ldquo;Melihat perkembangan ini, saya ingin mengajak kita semua untuk lebih optimis,&amp;rdquo; imbuh Teten.
Untuk mengurangi resiko usaha dari UMKM agar lebih feasible untuk  mendapatkan akses pembiayaan, pihaknya menyiapkan 4 transformasi besar.  Dengan begitu UMKM diharapkan terdata dengan baik, berusaha dalam skala  ekonomi dan efisien, serta proses pembinaan menjadi lebih fokus dan  terarah.
Teten menjelaskan 4 transformasi besar yang dimaksud yaitu  transformasi dari informal ke formal, transformasi ke digital dan  pemanfaatan teknologi, transformasi ke dalam rantai nilai (value chain),  dan modernisasi koperasi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi pelaku UMKM akan dilanjutkan. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memastikan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khususnya pembiayaan bagi koperasi usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) tahun ini masih akan dilanjutkan oleh pemerintah.
Teten mengatakan program PEN KUMKM terdiri dari dua klaster. Pertama, bagi usaha mikro yang unbankable, Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).
Baca Juga: Perjuangan Bisnis Keripik &quot;Kepompong&quot; Bertahan di Tengah Pandemi
 
&amp;ldquo;Insya Allah segera akan digulirkan oleh Presiden,&amp;rdquo; kata Teten Rabu (17/3/2021).
Kedua, PEN bagi kelompok usaha yang sudah bankable dan telah mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR) berupa fasilitas subsidi bunga KUR dan pembiayaan modal kerja koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM).
Baca Juga:&amp;nbsp; Geliat Maskapai dan UMKM Parekraf di Masa Pandemi
 
&amp;ldquo;Pemerintah terus mematangkan alternatif pembiayaan untuk UMKM dan Koperasi yang murah, mudah, dan cepat agar UMKM cepat naik kelas,&amp;rdquo; papar Teten.
Ia mengakui pandemi memberikan dampak sangat besar bagi UMKM. Menurut data Siap Bersama UKM, dampak pandemi terhadap UMKM yaitu Kesulitan Pemasaran 22,9%,Distribusi Terhambat 20,01%, Kesulitan Permodalan 19,39%, dan Bahan Baku 18,87%.


&amp;ldquo;Sebesar 98% UMKM mengalami penurunan penjualan serta 50,5% UMKM  mengurangi karyawannya,&amp;rdquo; ujar Teten mengutip data SMRC tahun 2020.
Meskipun demikian, menurut Teten, kinerja pertumbuhan ekonomi  Indonesia sedikit lebih baik dibandingkan banyak negara di ASEAN maupun  negara-negara anggota G20, seperti Amerika Serikat (-3,5%), Jerman  (-5,0%), Rusia (-3,1%), Singapura (-5,8%), dan Filipina (-9,5%).
Kondisi ekonomi RI berangsur pulih tersebut ditandai angka  pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) triwulan IV-2020 sebesar minus  2,19% (yoy) atau jauh lebih baik dari triwulan II (minus 5,32%), maupun  triwulan III (minus 3,49%).
&amp;ldquo;Melihat perkembangan ini, saya ingin mengajak kita semua untuk lebih optimis,&amp;rdquo; imbuh Teten.
Untuk mengurangi resiko usaha dari UMKM agar lebih feasible untuk  mendapatkan akses pembiayaan, pihaknya menyiapkan 4 transformasi besar.  Dengan begitu UMKM diharapkan terdata dengan baik, berusaha dalam skala  ekonomi dan efisien, serta proses pembinaan menjadi lebih fokus dan  terarah.
Teten menjelaskan 4 transformasi besar yang dimaksud yaitu  transformasi dari informal ke formal, transformasi ke digital dan  pemanfaatan teknologi, transformasi ke dalam rantai nilai (value chain),  dan modernisasi koperasi.</content:encoded></item></channel></rss>
