<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pak Bas, Ada Saran Nih dari Pengembang agar Rumah Subsidi Berkualitas</title><description>Para pengembang memiliki beberapa masukan kepada pemerintah yang berkaitan dengan penyediaan rumah berkualitas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/470/2379493/pak-bas-ada-saran-nih-dari-pengembang-agar-rumah-subsidi-berkualitas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/470/2379493/pak-bas-ada-saran-nih-dari-pengembang-agar-rumah-subsidi-berkualitas"/><item><title>Pak Bas, Ada Saran Nih dari Pengembang agar Rumah Subsidi Berkualitas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/470/2379493/pak-bas-ada-saran-nih-dari-pengembang-agar-rumah-subsidi-berkualitas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/470/2379493/pak-bas-ada-saran-nih-dari-pengembang-agar-rumah-subsidi-berkualitas</guid><pubDate>Rabu 17 Maret 2021 20:12 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/17/470/2379493/pak-bas-ada-saran-nih-dari-pengembang-agar-rumah-subsidi-berkualitas-SMLGJod9JH.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/17/470/2379493/pak-bas-ada-saran-nih-dari-pengembang-agar-rumah-subsidi-berkualitas-SMLGJod9JH.jpeg</image><title>Rumah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Para pengembang memiliki beberapa masukan kepada pemerintah yang berkaitan dengan penyediaan rumah berkualitas. Apalagi, pemerintah juga tengah konsen dalam penyediaan rumah berkualitas dengan cara melakukan pemantauan lewat aplikasi Sistem Informasi Pemantauan Konstruksi (SiPetruk).
Secara umum, para pengembangan mendukung rencana penerapan SiPetruk dengan berbagai syarat dan catatan. Salah satunya adalah pengembang berharap aplikasi ini benar-benar tidak menjadi penghambat seperti yang dijanjikan pemerintah.
Wakil Ketua Umum Koordinator DPP Realestat Indonesia (REI) Moerod memberikan masukan agar pemerintah melakukan penyederhanaan pada beberapa item dan tetap pada tujuan awalnya untuk melakukan pengawasan konstruksi.
Baca Juga: Percantik Rumah Subsidi Papua, Menteri PUPR Habiskan Rp3,7 Miliar
 
Sebab, dari uji coba aplikasi SiPetruk di salah satu proyek perumahan di Sentul, Bogor, pada awal Februari lalu terungkap bahwa ada sekitar 120 item yang harus diisi pengembang di aplikasi SiPetruk. Hal itu terkesan rumit dan menyulitkan bagi pengembang terutama di daerah.
&amp;ldquo;Kami saat itu sudah mendiskusikan dengan PPDPP bahwa itemnya yang diminta terlalu banyak. Sementara kondisi dan kesiapan pengembang di daerah berbeda-beda,&amp;rdquo; ujar dalam acara Webinar 'Memastikan Efektivitas SiPetruk Dalam Penyediaan Rumah Rakyat Berkualitas' Forwapera, Rabu (17/3/2021).
Menurutnya, dengan item yang cukup banyak dikhawatirkan akan menyulitkan tenaga manajemen konstruksi (MK) yang nantinya akan memantau penerapan aplikasi perumahan tersebut di lapangan. Apalagi aplikasi ini akan dipakai serentak oleh pengembang dari seluruh Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp; Butuh Rp780 Triliun Bereskan Masalah Backlog, dari Mana Duitnya?
 
&quot;REI meminta agar SiPetruk ini difokuskan saja pada pengawasan konstruksi yang inti-inti saja seperti pondasi dan tulang-tulang besi, karena semangatnya memang lebih kepada pengawasan konstruksi,&quot; jelasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah juga mengingatkan PPDPP untuk benar-benar menyiapkan teknologi dan sumber daya manusia yang memadai di seluruh Indonesia. Sehingga pengawasan lewat aplikasi ini tidak menjadi penghambat realisasi KPR bersubsidi.
&amp;ldquo;Jangan sampai ketika sudah menuju akad KPR ternyata teknologi di PPDPP ada kemacetan dan error,&quot; ucapnya.Sebagai salah satu contohnya adalah dalam penerapan Sistem Informasi  Kumpulan Pengembang (SiKumbang) yang hingga saat ini masih saja ada  gangguan. Sehingga pengembang kesulitan dalam melakukan realisasi akad  kredit.
Realisasi penyaluran kredit perumahan sendiri merupakan tujuan pokok  bagi para pengembang. Sehingga jangan sampai akibat ketidaksiapan sistem  teknologi SiPetruk berimplikasi hukum bagi pengembang.
&quot;Karena satu hari saja masalah teknologi ini terjadi berdampak kepada  pengembang dan bisa menjadi persoalan hukum karena dituntut konsumen  dan supplier,&amp;rdquo; kata Junaidi.
Sedangkan Ketua Umum DPP Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan  Rakyat (Himperra), Endang Kawidjaja mengatakan secara umum aplikasi ini  membantu pengembang menjaga kualitas rumah. Namun pemerintah juga perlu  mempertimbangka kendala yang ada
&amp;ldquo;Namun perlu juga mempertimbangkan kendala yang ada sehingga  sebaiknya diberikan waktu transisi dalam penerapan aplikasi SiPetruk,&amp;rdquo;  kata Endang.
Ketua Umum DPP Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Appernas) Jaya  Andre Bangsawan mengatakan aplikasi untuk mengawasi konstruksi perumahan  ini jangan sampai menjadi penghambat pembangunan konstruksi dan  pekerjaan pengembang.
&amp;ldquo;Penggunaan teknologi sangat baik dan ini merupakan prestasi. Karena  konsumen sekarang ini bukan lagi hanya objek, tetapi kualitas juga  menjadi prioritas pengembang,&amp;rdquo; ujar Andre.
Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional  (Asprumnas) Muhammad Syawali menilai,aplikasi SiPetruk akan membuat  pengawasan menjadi lebih efektif, akuntabel, dan efisien. Asalkan bisa  dijalankan dengan baik, maka masyarakat bisa mendapatkan rumah yang  berkualitas.
&amp;ldquo;Semoga aplikasi SiPetruk bisa dijalankan dengan baik sehingga masyarakat bisa mendapatkan rumah yang berkualitas,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Para pengembang memiliki beberapa masukan kepada pemerintah yang berkaitan dengan penyediaan rumah berkualitas. Apalagi, pemerintah juga tengah konsen dalam penyediaan rumah berkualitas dengan cara melakukan pemantauan lewat aplikasi Sistem Informasi Pemantauan Konstruksi (SiPetruk).
Secara umum, para pengembangan mendukung rencana penerapan SiPetruk dengan berbagai syarat dan catatan. Salah satunya adalah pengembang berharap aplikasi ini benar-benar tidak menjadi penghambat seperti yang dijanjikan pemerintah.
Wakil Ketua Umum Koordinator DPP Realestat Indonesia (REI) Moerod memberikan masukan agar pemerintah melakukan penyederhanaan pada beberapa item dan tetap pada tujuan awalnya untuk melakukan pengawasan konstruksi.
Baca Juga: Percantik Rumah Subsidi Papua, Menteri PUPR Habiskan Rp3,7 Miliar
 
Sebab, dari uji coba aplikasi SiPetruk di salah satu proyek perumahan di Sentul, Bogor, pada awal Februari lalu terungkap bahwa ada sekitar 120 item yang harus diisi pengembang di aplikasi SiPetruk. Hal itu terkesan rumit dan menyulitkan bagi pengembang terutama di daerah.
&amp;ldquo;Kami saat itu sudah mendiskusikan dengan PPDPP bahwa itemnya yang diminta terlalu banyak. Sementara kondisi dan kesiapan pengembang di daerah berbeda-beda,&amp;rdquo; ujar dalam acara Webinar 'Memastikan Efektivitas SiPetruk Dalam Penyediaan Rumah Rakyat Berkualitas' Forwapera, Rabu (17/3/2021).
Menurutnya, dengan item yang cukup banyak dikhawatirkan akan menyulitkan tenaga manajemen konstruksi (MK) yang nantinya akan memantau penerapan aplikasi perumahan tersebut di lapangan. Apalagi aplikasi ini akan dipakai serentak oleh pengembang dari seluruh Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp; Butuh Rp780 Triliun Bereskan Masalah Backlog, dari Mana Duitnya?
 
&quot;REI meminta agar SiPetruk ini difokuskan saja pada pengawasan konstruksi yang inti-inti saja seperti pondasi dan tulang-tulang besi, karena semangatnya memang lebih kepada pengawasan konstruksi,&quot; jelasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah juga mengingatkan PPDPP untuk benar-benar menyiapkan teknologi dan sumber daya manusia yang memadai di seluruh Indonesia. Sehingga pengawasan lewat aplikasi ini tidak menjadi penghambat realisasi KPR bersubsidi.
&amp;ldquo;Jangan sampai ketika sudah menuju akad KPR ternyata teknologi di PPDPP ada kemacetan dan error,&quot; ucapnya.Sebagai salah satu contohnya adalah dalam penerapan Sistem Informasi  Kumpulan Pengembang (SiKumbang) yang hingga saat ini masih saja ada  gangguan. Sehingga pengembang kesulitan dalam melakukan realisasi akad  kredit.
Realisasi penyaluran kredit perumahan sendiri merupakan tujuan pokok  bagi para pengembang. Sehingga jangan sampai akibat ketidaksiapan sistem  teknologi SiPetruk berimplikasi hukum bagi pengembang.
&quot;Karena satu hari saja masalah teknologi ini terjadi berdampak kepada  pengembang dan bisa menjadi persoalan hukum karena dituntut konsumen  dan supplier,&amp;rdquo; kata Junaidi.
Sedangkan Ketua Umum DPP Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan  Rakyat (Himperra), Endang Kawidjaja mengatakan secara umum aplikasi ini  membantu pengembang menjaga kualitas rumah. Namun pemerintah juga perlu  mempertimbangka kendala yang ada
&amp;ldquo;Namun perlu juga mempertimbangkan kendala yang ada sehingga  sebaiknya diberikan waktu transisi dalam penerapan aplikasi SiPetruk,&amp;rdquo;  kata Endang.
Ketua Umum DPP Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Appernas) Jaya  Andre Bangsawan mengatakan aplikasi untuk mengawasi konstruksi perumahan  ini jangan sampai menjadi penghambat pembangunan konstruksi dan  pekerjaan pengembang.
&amp;ldquo;Penggunaan teknologi sangat baik dan ini merupakan prestasi. Karena  konsumen sekarang ini bukan lagi hanya objek, tetapi kualitas juga  menjadi prioritas pengembang,&amp;rdquo; ujar Andre.
Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional  (Asprumnas) Muhammad Syawali menilai,aplikasi SiPetruk akan membuat  pengawasan menjadi lebih efektif, akuntabel, dan efisien. Asalkan bisa  dijalankan dengan baik, maka masyarakat bisa mendapatkan rumah yang  berkualitas.
&amp;ldquo;Semoga aplikasi SiPetruk bisa dijalankan dengan baik sehingga masyarakat bisa mendapatkan rumah yang berkualitas,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
