<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ngekor Induknya, Laba PP Properti Anjlok 64,25%</title><description>Pencapaian kinerja keuangan PT PP Properti Tbk (PPRO) di tahun 2020 kemarin meleset dari ekspektasi pelaku pasar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/278/2379807/ngekor-induknya-laba-pp-properti-anjlok-64-25</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/278/2379807/ngekor-induknya-laba-pp-properti-anjlok-64-25"/><item><title>Ngekor Induknya, Laba PP Properti Anjlok 64,25%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/278/2379807/ngekor-induknya-laba-pp-properti-anjlok-64-25</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/278/2379807/ngekor-induknya-laba-pp-properti-anjlok-64-25</guid><pubDate>Kamis 18 Maret 2021 12:13 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/18/278/2379807/ngekor-induknya-laba-pp-properti-anjlok-64-25-9SQDNZ3bUz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah bangun (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/18/278/2379807/ngekor-induknya-laba-pp-properti-anjlok-64-25-9SQDNZ3bUz.jpg</image><title>Rumah bangun (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pencapaian kinerja keuangan PT PP Properti Tbk (PPRO) di tahun 2020 kemarin meleset dari ekspektasi pelaku pasar. Pasalnya, anak usaha dari PTPP ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp89,048 miliar pada akhir tahun 2020 atau turun 64,25% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp249,681 miliar.

Akibatnya, mengutip Neraca, laba per saham dasar turun menjadi Rp1,51 dan sedangkan akhir tahun 2019 tercatat sebesar Rp4,24. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan telah diaudit.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Naik Tak Wajar, BEI Pelototi Saham PPRO
Seperti diketahui,  PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan penurunan laba sepanjang 2020. Pada laporan keuangan kuartal IV-2020 perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp128,75 miliar atau lebih rendah 84,28% dibanding 2019 sebesar Rp819,46 miliar.

Sementara itu,  total pendapatan usaha PP Properti sepanjang tahun 2020 tercatat sebesar Rp2,075 triliun atau naik 27,77% dibanding tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp1,624 triliun. Tapi, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp1,747 triliun atau naik 47,67% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp1,183 triliun. Sehingga laba kotor turun 25,85% menjadi Rp327,648 miliar.
 
Baca juga: PTPP Rombak Direksi 2 Anak Usahanya, Kenapa?
Sedangkan pada sisi ekuitas tercatat sebesar Rp4,544 triliun atau turun 0,508% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp 4,521 triliun. Adapun total kewajiban tercatat sebesar Rp14,044 triliun atau tumbuh 4,14% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp13,485 triliun. Hasilnya, aset perseroan tercatat sebesar Rp18,588 triliun atau tumbuh 3,23% dibanding akhir tahun 2019 yang tecatat sebesar Rp18,006 triliun.Kemudian arus kas diperoleh dari aktivitas operasi tercatat minus  Rp486,489 miliar atau membengkak dibanding akhir tahun 2020 yang  tercatat minus Rp199,672 miliar. Kemudian untuk tahun ini, perseroan  menargetkan marketing sales Rp1,38 triliun.

Direktur Utama PP Properti, Sinur Linda Gustina pernah bilang, tahun  ini target penjualan hampir sama dengan tahun lalu. Kemudian untuk  memenuhi target tersebut, perseroan mengalokasikan belanja modal Rp438  miliar dengan menyiapkan dua strategi yang akan dilakukan sepanjang  tahun ini.

&amp;rdquo;Semester pertama, perseroan fokus pada portfolio management atau  pengelolaan portofolio. Selanjutnya semester kedua, perseroan  menjalankan strategi market development dan market penetration,&amp;rdquo;  ujarnya.

Menurut Linda, dengan adanya vaksin Covid-19 akan meningkatkan  aktivitas individu dan business group serta mampu mengaktifkan semua  lini penggerak ekonomi. Vaksinasi yang efektif dapat membangkitkan  kepercayaan diri untuk berinteraksi.

&amp;ldquo;Melakukan vaksinasi untuk semua lapisan masyarakat sangat memerlukan  waktu, namun peran pemerintah Indonesia dan seluruh negara di dunia  sangat terasa. Sehingga Kami optimis pada kuartal pertama 2021 dan  selanjutnya semoga kondisi terus membaik,&amp;rdquo; kata dia.

Linda menjelaskan, perseroan memiliki tiga lini bisnis yaitu  residensial yang terdiri atas pengembangan kawasan, apartemen, dan rumah  tapak (landed house). Lalu, mall &amp;amp; edutainment yang terdiri atas  lifestyle mall dan edupark, serta hotel yang terdiri atas business and  leisure hotel.</description><content:encoded>JAKARTA - Pencapaian kinerja keuangan PT PP Properti Tbk (PPRO) di tahun 2020 kemarin meleset dari ekspektasi pelaku pasar. Pasalnya, anak usaha dari PTPP ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp89,048 miliar pada akhir tahun 2020 atau turun 64,25% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp249,681 miliar.

Akibatnya, mengutip Neraca, laba per saham dasar turun menjadi Rp1,51 dan sedangkan akhir tahun 2019 tercatat sebesar Rp4,24. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan telah diaudit.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Naik Tak Wajar, BEI Pelototi Saham PPRO
Seperti diketahui,  PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan penurunan laba sepanjang 2020. Pada laporan keuangan kuartal IV-2020 perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp128,75 miliar atau lebih rendah 84,28% dibanding 2019 sebesar Rp819,46 miliar.

Sementara itu,  total pendapatan usaha PP Properti sepanjang tahun 2020 tercatat sebesar Rp2,075 triliun atau naik 27,77% dibanding tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp1,624 triliun. Tapi, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp1,747 triliun atau naik 47,67% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp1,183 triliun. Sehingga laba kotor turun 25,85% menjadi Rp327,648 miliar.
 
Baca juga: PTPP Rombak Direksi 2 Anak Usahanya, Kenapa?
Sedangkan pada sisi ekuitas tercatat sebesar Rp4,544 triliun atau turun 0,508% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp 4,521 triliun. Adapun total kewajiban tercatat sebesar Rp14,044 triliun atau tumbuh 4,14% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp13,485 triliun. Hasilnya, aset perseroan tercatat sebesar Rp18,588 triliun atau tumbuh 3,23% dibanding akhir tahun 2019 yang tecatat sebesar Rp18,006 triliun.Kemudian arus kas diperoleh dari aktivitas operasi tercatat minus  Rp486,489 miliar atau membengkak dibanding akhir tahun 2020 yang  tercatat minus Rp199,672 miliar. Kemudian untuk tahun ini, perseroan  menargetkan marketing sales Rp1,38 triliun.

Direktur Utama PP Properti, Sinur Linda Gustina pernah bilang, tahun  ini target penjualan hampir sama dengan tahun lalu. Kemudian untuk  memenuhi target tersebut, perseroan mengalokasikan belanja modal Rp438  miliar dengan menyiapkan dua strategi yang akan dilakukan sepanjang  tahun ini.

&amp;rdquo;Semester pertama, perseroan fokus pada portfolio management atau  pengelolaan portofolio. Selanjutnya semester kedua, perseroan  menjalankan strategi market development dan market penetration,&amp;rdquo;  ujarnya.

Menurut Linda, dengan adanya vaksin Covid-19 akan meningkatkan  aktivitas individu dan business group serta mampu mengaktifkan semua  lini penggerak ekonomi. Vaksinasi yang efektif dapat membangkitkan  kepercayaan diri untuk berinteraksi.

&amp;ldquo;Melakukan vaksinasi untuk semua lapisan masyarakat sangat memerlukan  waktu, namun peran pemerintah Indonesia dan seluruh negara di dunia  sangat terasa. Sehingga Kami optimis pada kuartal pertama 2021 dan  selanjutnya semoga kondisi terus membaik,&amp;rdquo; kata dia.

Linda menjelaskan, perseroan memiliki tiga lini bisnis yaitu  residensial yang terdiri atas pengembangan kawasan, apartemen, dan rumah  tapak (landed house). Lalu, mall &amp;amp; edutainment yang terdiri atas  lifestyle mall dan edupark, serta hotel yang terdiri atas business and  leisure hotel.</content:encoded></item></channel></rss>
