<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>JPFA Terbitkan Global Bond, Emiten Pakan Ternak Ini Oversubcribed 3 Kali</title><description>Penerbitan global bond oleh PT Japfa Comfeed  Indonesia Tbk (JPFA) senilai USD350 juta mendapatkan respons positif dari pasar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/278/2379826/jpfa-terbitkan-global-bond-emiten-pakan-ternak-ini-oversubcribed-3-kali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/278/2379826/jpfa-terbitkan-global-bond-emiten-pakan-ternak-ini-oversubcribed-3-kali"/><item><title>JPFA Terbitkan Global Bond, Emiten Pakan Ternak Ini Oversubcribed 3 Kali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/278/2379826/jpfa-terbitkan-global-bond-emiten-pakan-ternak-ini-oversubcribed-3-kali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/278/2379826/jpfa-terbitkan-global-bond-emiten-pakan-ternak-ini-oversubcribed-3-kali</guid><pubDate>Kamis 18 Maret 2021 12:32 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/18/278/2379826/jpfa-terbitkan-global-bond-emiten-pakan-ternak-ini-oversubcribed-3-kali-ykCJkIUXJZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/18/278/2379826/jpfa-terbitkan-global-bond-emiten-pakan-ternak-ini-oversubcribed-3-kali-ykCJkIUXJZ.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Penerbitan surat utang global atau global bond oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) senilai USD350 juta dengan tingkat kupon 5,375% mendapatkan respons positif dari pasar. Dimana obligasi perseroan mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak tiga kali.

Driektur Japfa Comfeed Indonesia, Tan Yong Nang mengatakan, SLB ini merupakan penerbitan obligasi ketiga perseroan. Respon positif yang perseroan terima dari pasar merupakan cerminan dari pendekatan keuangan perseroan yang berhati-hati, dengan profil hutang yang seimbang dan pengelolaan belanja modal yang efisien.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Laba Japfa Comfeed Anjlok 48,06% Imbas Penjualan Pakan Ternak Lesu
&amp;ldquo;Perseroan juga terus memberikan hasil yang solid bahkan di tengah kondisi yang menantang akibat Covid-19. SLB adalah katalis tambahan untuk mencapai target keberlanjutan kami dan kesempatan bagi investor dan pemangku kepentingan kami untuk bermitra dengan kami untuk mendorong perubahan menuju masa depan yang berkelanjutan,&amp;rdquo; ujarnya mengutip Neraca.

Asal tahu saja, obligasi yang jatuh tempo pada 2026 dan dicatatkan di Bursa Efek Singapura (SGX) telah meraih peringkat sementara BB- oleh Standard &amp;amp; Poor's dan BB- oleh Fitch. Sedangkan Credit Suisse dan DBS Bank Ltd bertindak sebagai pihak yang menangani penerbitan surat utang ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Japfa Tebar Dividen Rp585,9 Miliar
Selain itu, surat utang ini masuk dalam format Sustainability-Linked Bond (SLB) dan yang pertama pada industri agribisnis makanan dan penerbitan SLB dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS) pertama dari Asia Tenggara. Hal ini memperkuat komitmen Japfa terhadap keberlanjutan dan penyelarasan strategi keberlanjutannya sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya SDG 2.Tujuan tersebut antara lain mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan  pangan dan peningkatan gizi, serta mempromosikan pertanian  berkelanjutan.

Sesuai rencana, hasil bersih dari penerbitan ini akan digunakan untuk  membayar kembali surat utang senilai USD250 juta yang jatuh tempo 2022  dan untuk keperluan umum perusahaan, termasuk namun tidak terbatas pada  belanja modal, modal kerja dan pembiayaan kembali utang. Penerbitan SLB  memprioritaskan standar lingkungan yang terkait dengan pencapaian Target  Kinerja Keberlanjutan (Sustainability Performance Target/SPT).

Kebijakan ini memininalisir dampak terkait pencemaran air dari air  limbah yang tidak diolah dengan mengurangi potensi eutrofikasi melalui  pengelolaan, pengolahan, daur ulang dan pemanfaatan air limbah. Pada  akhirnya, kebijakan ramah lingkungan jni meningkatkan sirkulasi air dan  mengurangi pengeluaran air.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Penerbitan surat utang global atau global bond oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) senilai USD350 juta dengan tingkat kupon 5,375% mendapatkan respons positif dari pasar. Dimana obligasi perseroan mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak tiga kali.

Driektur Japfa Comfeed Indonesia, Tan Yong Nang mengatakan, SLB ini merupakan penerbitan obligasi ketiga perseroan. Respon positif yang perseroan terima dari pasar merupakan cerminan dari pendekatan keuangan perseroan yang berhati-hati, dengan profil hutang yang seimbang dan pengelolaan belanja modal yang efisien.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Laba Japfa Comfeed Anjlok 48,06% Imbas Penjualan Pakan Ternak Lesu
&amp;ldquo;Perseroan juga terus memberikan hasil yang solid bahkan di tengah kondisi yang menantang akibat Covid-19. SLB adalah katalis tambahan untuk mencapai target keberlanjutan kami dan kesempatan bagi investor dan pemangku kepentingan kami untuk bermitra dengan kami untuk mendorong perubahan menuju masa depan yang berkelanjutan,&amp;rdquo; ujarnya mengutip Neraca.

Asal tahu saja, obligasi yang jatuh tempo pada 2026 dan dicatatkan di Bursa Efek Singapura (SGX) telah meraih peringkat sementara BB- oleh Standard &amp;amp; Poor's dan BB- oleh Fitch. Sedangkan Credit Suisse dan DBS Bank Ltd bertindak sebagai pihak yang menangani penerbitan surat utang ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Japfa Tebar Dividen Rp585,9 Miliar
Selain itu, surat utang ini masuk dalam format Sustainability-Linked Bond (SLB) dan yang pertama pada industri agribisnis makanan dan penerbitan SLB dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS) pertama dari Asia Tenggara. Hal ini memperkuat komitmen Japfa terhadap keberlanjutan dan penyelarasan strategi keberlanjutannya sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya SDG 2.Tujuan tersebut antara lain mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan  pangan dan peningkatan gizi, serta mempromosikan pertanian  berkelanjutan.

Sesuai rencana, hasil bersih dari penerbitan ini akan digunakan untuk  membayar kembali surat utang senilai USD250 juta yang jatuh tempo 2022  dan untuk keperluan umum perusahaan, termasuk namun tidak terbatas pada  belanja modal, modal kerja dan pembiayaan kembali utang. Penerbitan SLB  memprioritaskan standar lingkungan yang terkait dengan pencapaian Target  Kinerja Keberlanjutan (Sustainability Performance Target/SPT).

Kebijakan ini memininalisir dampak terkait pencemaran air dari air  limbah yang tidak diolah dengan mengurangi potensi eutrofikasi melalui  pengelolaan, pengolahan, daur ulang dan pemanfaatan air limbah. Pada  akhirnya, kebijakan ramah lingkungan jni meningkatkan sirkulasi air dan  mengurangi pengeluaran air.</content:encoded></item></channel></rss>
