<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kurangi Gas Emisi Rumah Kaca, Menko Airlangga: Butuh Modal Besar</title><description>Pemerintah berkomitemen mengurangi gas emisi rumah kaca</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379751/kurangi-gas-emisi-rumah-kaca-menko-airlangga-butuh-modal-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379751/kurangi-gas-emisi-rumah-kaca-menko-airlangga-butuh-modal-besar"/><item><title>Kurangi Gas Emisi Rumah Kaca, Menko Airlangga: Butuh Modal Besar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379751/kurangi-gas-emisi-rumah-kaca-menko-airlangga-butuh-modal-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379751/kurangi-gas-emisi-rumah-kaca-menko-airlangga-butuh-modal-besar</guid><pubDate>Kamis 18 Maret 2021 11:08 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/18/320/2379751/kurangi-gas-emisi-rumah-kaca-menko-airlangga-butuh-modal-besar-9BkdJ6BYAb.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia Berupaya Mengurangi Gas Emisi Rumah Kaca. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/18/320/2379751/kurangi-gas-emisi-rumah-kaca-menko-airlangga-butuh-modal-besar-9BkdJ6BYAb.jpeg</image><title>Indonesia Berupaya Mengurangi Gas Emisi Rumah Kaca. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah berkomitemen mengurangi gas emisi rumah kaca. Hal ini dikarenakan Indonesia akan mengoptimalkan energi terbarukan yang ramah lingkungan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan, mengurangi gas emisi rumah kaca sebesar 29%. Hal ini merupakan kesepatakan global dalam meningkatkan energi yang ramah lingkungan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari AS dan Singapura, Nih Buktinya
&quot;Kita mengurangi gas emisi rumah kaca sebesar 29%  lebih rendah dari target skenario bisnis as usual pada  2030. Komitmen ini merupakan kontribusi kita kepada kesepakatan dunia untuk  mengendalikan pemanasan global agar tidak lebih dari dua derajat celcius dibanding masa pra industrialisasi,&quot; kata Airlangga dalam video virtual, Kamis (18/3/2021).
Kata dia, pengurangan gas emisi rumah kaca ini akan menimbulkan konsekuensi pendanaan yang tidak sedikit. Untuk itu, Indonesia mengikuti program skema perdagangan karbon dengan beberapa negara laiinnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Ibaratkan Menghadapi Covid-19 Layaknya Lomba Maraton
Lantaran, APBN dan APBD tidak bisa menanggung biaya pengurangan gas emisi rumah kaca.
&quot;Permasalahan pendanaan muncul pada saat APBN  dan APBD  tidak akan mampu mendukung pencapaian target dan untuk itu adanya  dukungan partisipa  dimana dengan skema perdagangan karbon. Mekanisme perdagangan karbon ini merupakan langkah strategis  untuk mengurangi emsisi rumah kaca efektif dan efisien di masa mendatang,&quot; imbuhnyaTentu saja upaya kerjasama global ini menguntungkan Indonesia karena Indonesia rentan perubahan iklim. Lantaran banyak terjadi bencana alam yang disebabkan perubahan iklim
&quot;Yang kita dapat saksisikan bencana alam terkait perubahan iklim cukup meningkat. Dampakknya signfikan terhadap ekonom,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah berkomitemen mengurangi gas emisi rumah kaca. Hal ini dikarenakan Indonesia akan mengoptimalkan energi terbarukan yang ramah lingkungan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan, mengurangi gas emisi rumah kaca sebesar 29%. Hal ini merupakan kesepatakan global dalam meningkatkan energi yang ramah lingkungan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari AS dan Singapura, Nih Buktinya
&quot;Kita mengurangi gas emisi rumah kaca sebesar 29%  lebih rendah dari target skenario bisnis as usual pada  2030. Komitmen ini merupakan kontribusi kita kepada kesepakatan dunia untuk  mengendalikan pemanasan global agar tidak lebih dari dua derajat celcius dibanding masa pra industrialisasi,&quot; kata Airlangga dalam video virtual, Kamis (18/3/2021).
Kata dia, pengurangan gas emisi rumah kaca ini akan menimbulkan konsekuensi pendanaan yang tidak sedikit. Untuk itu, Indonesia mengikuti program skema perdagangan karbon dengan beberapa negara laiinnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Ibaratkan Menghadapi Covid-19 Layaknya Lomba Maraton
Lantaran, APBN dan APBD tidak bisa menanggung biaya pengurangan gas emisi rumah kaca.
&quot;Permasalahan pendanaan muncul pada saat APBN  dan APBD  tidak akan mampu mendukung pencapaian target dan untuk itu adanya  dukungan partisipa  dimana dengan skema perdagangan karbon. Mekanisme perdagangan karbon ini merupakan langkah strategis  untuk mengurangi emsisi rumah kaca efektif dan efisien di masa mendatang,&quot; imbuhnyaTentu saja upaya kerjasama global ini menguntungkan Indonesia karena Indonesia rentan perubahan iklim. Lantaran banyak terjadi bencana alam yang disebabkan perubahan iklim
&quot;Yang kita dapat saksisikan bencana alam terkait perubahan iklim cukup meningkat. Dampakknya signfikan terhadap ekonom,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
