<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Jadi Tujuan Investasi Favorit, Menko Airlangga: Pemerintah Terus Dorong Kemudahan Berinvestasi</title><description>Pemerintah mengapresiasi respons investor asing dan optimisme kemudahan investasi di Indonesia berdasarkan hasil studi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379871/ri-jadi-tujuan-investasi-favorit-menko-airlangga-pemerintah-terus-dorong-kemudahan-berinvestasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379871/ri-jadi-tujuan-investasi-favorit-menko-airlangga-pemerintah-terus-dorong-kemudahan-berinvestasi"/><item><title>RI Jadi Tujuan Investasi Favorit, Menko Airlangga: Pemerintah Terus Dorong Kemudahan Berinvestasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379871/ri-jadi-tujuan-investasi-favorit-menko-airlangga-pemerintah-terus-dorong-kemudahan-berinvestasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379871/ri-jadi-tujuan-investasi-favorit-menko-airlangga-pemerintah-terus-dorong-kemudahan-berinvestasi</guid><pubDate>Kamis 18 Maret 2021 13:23 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/18/320/2379871/ri-jadi-tujuan-investasi-favorit-menko-airlangga-pemerintah-terus-dorong-kemudahan-berinvestasi-TTBXKV41MJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto; Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/18/320/2379871/ri-jadi-tujuan-investasi-favorit-menko-airlangga-pemerintah-terus-dorong-kemudahan-berinvestasi-TTBXKV41MJ.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto; Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mengapresiasi respons investor asing dan optimisme kemudahan investasi di Indonesia berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Standard Chartered.

Survei Borderless Business Studies yang dilakukan oleh Standard Chartered menunjukkan bahwa perusahaan Amerika Serikat (AS) dan Eropa menempatkan Indonesia di peringkat ke 4 se-Asia Tenggara sebagai negara yang paling disukai dalam hal peluang membangun atau memperluas sumber daya, penjualan, atau operasi perusahaan selama enam hingga dua belas bulan ke depan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Indonesia Jadi Negara Terfavorit Investasi ke-5 di Asean
Pada studi ini diungkapkan bahwa sebesar 42 persen dari perusahaan AS dan Eropa melihat potensi pertumbuhan terbesar berada di pasar luar negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Pemerintah akan terus mendorong kemudahan berinvestasi di Indonesia melalui perbaikan sistem kemudahan berusaha.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mantan Menteri BUMN Ragu LPI Bisa Tarik Investasi Jumbo ke RI
Airlangga yakin, peningkatan keyakinan dalam pertumbuhan lintas batas dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan optimisme and awareness terkait reformasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk mendukung kemudahan berusaha.

Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah inisiatif untuk mendorong kemudahan berusaha melalui Undang-Undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.&amp;ldquo;UU Cipta Kerja yang telah lengkap dengan seluruh peraturan  pelaksanaannya, akan memberikan kepastian kemudahan berusaha dan  memangkas perizinan yang panjang bagi investor sehingga meningkatkan  kepercayaan investor,&amp;rdquo; ujar Menko Airlangga.

Pemerintah akan terus mendorong promosi terkait kemudahan  berinvestasi di Indonesia, dengan mengutamakan isu investasi dan  pembangunan yang berkelanjutan.

Digitalisasi juga akan memiliki peranan penting dalam investasi  dengan mengedepankan competitive advantage dari peluang investasi di  tanah air.

Selain itu, INA (Indonesia Investment Authority) juga membuka peluang  investasi terutama terkait proyek infrastruktur untuk menunjang  pembangunan Indonesia yang lebih berkelanjutan.

Standard Chartered melakukan survei terhadap lebih dari 1.000 Chief  Financial Officer (CFO) dan profesional keuangan senior pada perusahaan  yang memiliki omset di atas USD 500 juta.

Studi ini mengungkapkan, terlepas dari ketidakpastian yang disebabkan  oleh pandemi global dan dampak ekonomi yang terkait pandemi, pasar luar  negeri tetap menjadi kunci utama pertumbuhan.

Studi ini juga mengungkapkan adanya perhatian yang lebih besar pada  investasi dalam teknologi digital, penggunaan dana yang tertahan, dan  meningkatkan fokus pada masalah lingkungan, sosial, dan tata kelola  (ESG) dalam kaitannya dengan perdagangan dan rantai pasokan.

Survei itu juga mengungkapkan bahwa sebanyak 35 persen korporasi  secara menyeluruh dan 43 persen korporasi di AS mengindikasikan soal  persyaratan regulasi masih menjadi perhatian nomor satu di antara  responden yang ingin berekspansi ke Indonesia, meski para pemimpin telah  menyadari keberadaan UU Cipta Kerja yang menjanjikan kepastian  berusaha.

&amp;ldquo;Implementasi UU Cipta Kerja dalam kemudahan berusaha akan terus  didorong, pemerintah akan terus meningkatkan teknologi Online Single  Submission (OSS) dan digitalisasi yang tujuannya untuk semakin memberi  kemudahan bagi para pelaku usaha,&amp;rdquo; sambung Airlangga.

Sistem Online Single Submission (OSS) yang terdiri dari sub-sistem  informasi, perizinan berusaha dan pengawasan, diharapkan dapat memenuhi  kebutuhan para investor dan harapan dunia usaha.

Sistem OSS baru yang berbasis risiko (OSS RBA), diharapkan akan mulai  implementasi awal di bulan Juni 2021 dan secara penuh akan go-live di  bulan Juli 2021.

Dengan diterapkannya Sistem OSS akan lebih memudahkan para pelaku  usaha dan terutama para pelaku UMKM, melalui sistem pendaftaran yang  lebih mudah, tidak berbelit-belit dan bisa dilakukan secara daring.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mengapresiasi respons investor asing dan optimisme kemudahan investasi di Indonesia berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Standard Chartered.

Survei Borderless Business Studies yang dilakukan oleh Standard Chartered menunjukkan bahwa perusahaan Amerika Serikat (AS) dan Eropa menempatkan Indonesia di peringkat ke 4 se-Asia Tenggara sebagai negara yang paling disukai dalam hal peluang membangun atau memperluas sumber daya, penjualan, atau operasi perusahaan selama enam hingga dua belas bulan ke depan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Indonesia Jadi Negara Terfavorit Investasi ke-5 di Asean
Pada studi ini diungkapkan bahwa sebesar 42 persen dari perusahaan AS dan Eropa melihat potensi pertumbuhan terbesar berada di pasar luar negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Pemerintah akan terus mendorong kemudahan berinvestasi di Indonesia melalui perbaikan sistem kemudahan berusaha.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mantan Menteri BUMN Ragu LPI Bisa Tarik Investasi Jumbo ke RI
Airlangga yakin, peningkatan keyakinan dalam pertumbuhan lintas batas dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan optimisme and awareness terkait reformasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk mendukung kemudahan berusaha.

Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah inisiatif untuk mendorong kemudahan berusaha melalui Undang-Undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.&amp;ldquo;UU Cipta Kerja yang telah lengkap dengan seluruh peraturan  pelaksanaannya, akan memberikan kepastian kemudahan berusaha dan  memangkas perizinan yang panjang bagi investor sehingga meningkatkan  kepercayaan investor,&amp;rdquo; ujar Menko Airlangga.

Pemerintah akan terus mendorong promosi terkait kemudahan  berinvestasi di Indonesia, dengan mengutamakan isu investasi dan  pembangunan yang berkelanjutan.

Digitalisasi juga akan memiliki peranan penting dalam investasi  dengan mengedepankan competitive advantage dari peluang investasi di  tanah air.

Selain itu, INA (Indonesia Investment Authority) juga membuka peluang  investasi terutama terkait proyek infrastruktur untuk menunjang  pembangunan Indonesia yang lebih berkelanjutan.

Standard Chartered melakukan survei terhadap lebih dari 1.000 Chief  Financial Officer (CFO) dan profesional keuangan senior pada perusahaan  yang memiliki omset di atas USD 500 juta.

Studi ini mengungkapkan, terlepas dari ketidakpastian yang disebabkan  oleh pandemi global dan dampak ekonomi yang terkait pandemi, pasar luar  negeri tetap menjadi kunci utama pertumbuhan.

Studi ini juga mengungkapkan adanya perhatian yang lebih besar pada  investasi dalam teknologi digital, penggunaan dana yang tertahan, dan  meningkatkan fokus pada masalah lingkungan, sosial, dan tata kelola  (ESG) dalam kaitannya dengan perdagangan dan rantai pasokan.

Survei itu juga mengungkapkan bahwa sebanyak 35 persen korporasi  secara menyeluruh dan 43 persen korporasi di AS mengindikasikan soal  persyaratan regulasi masih menjadi perhatian nomor satu di antara  responden yang ingin berekspansi ke Indonesia, meski para pemimpin telah  menyadari keberadaan UU Cipta Kerja yang menjanjikan kepastian  berusaha.

&amp;ldquo;Implementasi UU Cipta Kerja dalam kemudahan berusaha akan terus  didorong, pemerintah akan terus meningkatkan teknologi Online Single  Submission (OSS) dan digitalisasi yang tujuannya untuk semakin memberi  kemudahan bagi para pelaku usaha,&amp;rdquo; sambung Airlangga.

Sistem Online Single Submission (OSS) yang terdiri dari sub-sistem  informasi, perizinan berusaha dan pengawasan, diharapkan dapat memenuhi  kebutuhan para investor dan harapan dunia usaha.

Sistem OSS baru yang berbasis risiko (OSS RBA), diharapkan akan mulai  implementasi awal di bulan Juni 2021 dan secara penuh akan go-live di  bulan Juli 2021.

Dengan diterapkannya Sistem OSS akan lebih memudahkan para pelaku  usaha dan terutama para pelaku UMKM, melalui sistem pendaftaran yang  lebih mudah, tidak berbelit-belit dan bisa dilakukan secara daring.</content:encoded></item></channel></rss>
