<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Ekosistem Logistik Batam, Menko Luhut Ingin Tarik Investasi dari Singapura</title><description>Pemerintah meluncurkan platform ekosistem logistik di Batam (Batam Logistic Ecosystem/BLE) di Batam</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379930/ada-ekosistem-logistik-batam-menko-luhut-ingin-tarik-investasi-dari-singapura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379930/ada-ekosistem-logistik-batam-menko-luhut-ingin-tarik-investasi-dari-singapura"/><item><title>Ada Ekosistem Logistik Batam, Menko Luhut Ingin Tarik Investasi dari Singapura</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379930/ada-ekosistem-logistik-batam-menko-luhut-ingin-tarik-investasi-dari-singapura</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379930/ada-ekosistem-logistik-batam-menko-luhut-ingin-tarik-investasi-dari-singapura</guid><pubDate>Kamis 18 Maret 2021 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/18/320/2379930/ada-ekosistem-logistik-batam-menko-luhut-ingin-tarik-investasi-dari-singapura-7OmiUxSGGn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/18/320/2379930/ada-ekosistem-logistik-batam-menko-luhut-ingin-tarik-investasi-dari-singapura-7OmiUxSGGn.jpg</image><title>Menko Luhut (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah meluncurkan platform ekosistem logistik di Batam (Batam Logistic Ecosystem/BLE) di Batam. Peluncuran tersebut sebagai pilot project dari ekosistem logistik nasional (National Logistic Ecosystem/NLE).

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, peluncuran ini dilakukan karena pemerintah ingin Indonesia bisa bersaing secara efisiensi biaya.

&quot;Jadi kita pengennya efisien, itu aja. Jadi ada B2B, G2G. Maka itu kita semua pengen Indonesia bisa bersaing dari cost,&quot; kata dia telekonrensi, Kamis (18/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;RI Kekurangan Kontainer, Ekspor Terhambat&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, penyederhanaan sistem pembiayaan tersebut akan membuat pemasukan investasi ke Indonesia semakin besar. Di mana pada urusan efisiensi pembiayaan, Indonesia masih kalah dengan negeri tetangga seperti Singapura.

&quot;Negara di seberang kita 13%, kita 25,3%. Masa beda hampir 10%, 9 koma sekian persen. Apabila beda banyak 9%, orang berpikiran ngapain investasi ke Indonesia. Dengan itu terjadi penerimaan negara tambah, efisiensi,&quot; ungkap dia.

Kemudian, kata Luhut apabila skema itu terjadi, maka pihaknya percaya penerimaan negara pun secara otomatis akan bertambah.

&quot;Misalnya kita menertibkan lego jangkar yang sekarang tinggal 6, sekarang kita kontrol, kita promosikan bergelombang sehingga 81 ribu kapal itu, kalau kita bisa ambil 20% saja itu sudah kita mendapatkan penerimaan cukup besar,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah meluncurkan platform ekosistem logistik di Batam (Batam Logistic Ecosystem/BLE) di Batam. Peluncuran tersebut sebagai pilot project dari ekosistem logistik nasional (National Logistic Ecosystem/NLE).

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, peluncuran ini dilakukan karena pemerintah ingin Indonesia bisa bersaing secara efisiensi biaya.

&quot;Jadi kita pengennya efisien, itu aja. Jadi ada B2B, G2G. Maka itu kita semua pengen Indonesia bisa bersaing dari cost,&quot; kata dia telekonrensi, Kamis (18/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;RI Kekurangan Kontainer, Ekspor Terhambat&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, penyederhanaan sistem pembiayaan tersebut akan membuat pemasukan investasi ke Indonesia semakin besar. Di mana pada urusan efisiensi pembiayaan, Indonesia masih kalah dengan negeri tetangga seperti Singapura.

&quot;Negara di seberang kita 13%, kita 25,3%. Masa beda hampir 10%, 9 koma sekian persen. Apabila beda banyak 9%, orang berpikiran ngapain investasi ke Indonesia. Dengan itu terjadi penerimaan negara tambah, efisiensi,&quot; ungkap dia.

Kemudian, kata Luhut apabila skema itu terjadi, maka pihaknya percaya penerimaan negara pun secara otomatis akan bertambah.

&quot;Misalnya kita menertibkan lego jangkar yang sekarang tinggal 6, sekarang kita kontrol, kita promosikan bergelombang sehingga 81 ribu kapal itu, kalau kita bisa ambil 20% saja itu sudah kita mendapatkan penerimaan cukup besar,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
