<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPI Rampung, Erick Thohir Yakin Holding Ultra Mikro Bisa Tekan Cost of Fund</title><description>Kementerian BUMN terus mematangkan skema dan langkah teknis pembentukan Holding Ultra Mikro</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379945/kpi-rampung-erick-thohir-yakin-holding-ultra-mikro-bisa-tekan-cost-of-fund</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379945/kpi-rampung-erick-thohir-yakin-holding-ultra-mikro-bisa-tekan-cost-of-fund"/><item><title>KPI Rampung, Erick Thohir Yakin Holding Ultra Mikro Bisa Tekan Cost of Fund</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379945/kpi-rampung-erick-thohir-yakin-holding-ultra-mikro-bisa-tekan-cost-of-fund</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379945/kpi-rampung-erick-thohir-yakin-holding-ultra-mikro-bisa-tekan-cost-of-fund</guid><pubDate>Kamis 18 Maret 2021 14:50 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/18/320/2379945/kpi-rampung-erick-thohir-yakin-holding-ultra-mikro-bisa-tekan-cost-of-fund-rF9UmrqWze.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kementerian BUMN (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/18/320/2379945/kpi-rampung-erick-thohir-yakin-holding-ultra-mikro-bisa-tekan-cost-of-fund-rF9UmrqWze.jpg</image><title>Kementerian BUMN (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mematangkan skema dan langkah teknis pembentukan Holding Ultra Mikro. Salah satu poin yang sudah disusun adalah Key Performance Indicators (KPI) bagi manajemen holding.


&quot;Kami address mengenai efisiensi, dimana, kami sudah melakukan berbagai simulasi dan sudah ada KPI-nya,&quot; ujar Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko saat RDP bersama Komisi VI DPR, Kamis (18/3/2021).
Baca juga: Holding Ultra Mikro Incar 30 Juta Nasabah Baru
KPI Holding Ultra Mikro akan digunakan untuk menekan cost of fund atau biaya dana PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) selaku induk holding, serta kedua aggotanya yakni PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.


Tiko meyakini, dengan KPI tersebut, pihaknya mampu menekan cost of fund dengan cepat. Saat ini cost of fund BRI tercatat berada diangka 2,3 persen, Pegadaian 6-7 persen, dan PNM berkisar 9-10 persen.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Holding Ultra Mikro, Dijamin Tak Ada PHK dan Gaji Dipotong

&quot;Sementara kalau kita lihat pembiayaan di PNM dan Pegadaian masih bergantung pada pasar modal, dimana, biaya dana di Pegadaian sekitar 6-7 persen dan biaya dana di PNM berkisar 9-10 persen,&quot; tutur dia.Dalam skemanya, pembiayaan sebagian besar akan didukung oleh kegiatan  Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI. Langkah ini diyakini mampu menurunkan cost  of fund PNM dan Pegadaian secara signifikan. Dengan demikian,  diharapkan akan diteruskan kepada nasabah dalam bentuk pembiayaan dengan  bunga yang lebih rendah.


Efisiensi pada konteks jaringan pun sudah dibahas. Tiko menyebut,  dalam ekspansi bisnis Pegadaian kedepannya, perserian tidak perlu lagi  menyewa atau membangun unit baru, namun cukup menempel pada unit-unit  BRI di daerah.


&quot;Cukup membangun counter dan self deposit untuk menyimpan emas atau  barang gadai lainnya sehingga biaya pembukaan kantor Pegadaian ke depan  akan jauh lebih murah,&quot; kata dia.


Dari sisi Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) PNM, para  Account Officer (AO) dengan jumlah 40.000 orang akan dilengkapi dengan  device digital. Sistem ini dipercaya mengintegrasikan program Mekaar  dengan cabang-cabang BRI di desa-desa.


&quot;Bisa terkoneksi dengan BRI dalam konteks cabang desa BRI maupun agen  BRI, sehingga nantinya, juga bisa menimbulkan efisiensi karena tidak  harus rasio AO terhadap nasabah di Mekaar bisa kita kurangi dengan  digitalisasi dan interkoneksi dengan cabang dan agen unit BRI,&quot; papar  Tiko.


Sistem itu juga akan berkontribusi pada efisiensi pengeluaran  tambahan atau biaya overhead. Saat ini biaya overhead PNM sangat tinggi  dan diharapkan dalam 3 tahun ke depan bisa turun secara signifikan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mematangkan skema dan langkah teknis pembentukan Holding Ultra Mikro. Salah satu poin yang sudah disusun adalah Key Performance Indicators (KPI) bagi manajemen holding.


&quot;Kami address mengenai efisiensi, dimana, kami sudah melakukan berbagai simulasi dan sudah ada KPI-nya,&quot; ujar Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko saat RDP bersama Komisi VI DPR, Kamis (18/3/2021).
Baca juga: Holding Ultra Mikro Incar 30 Juta Nasabah Baru
KPI Holding Ultra Mikro akan digunakan untuk menekan cost of fund atau biaya dana PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) selaku induk holding, serta kedua aggotanya yakni PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.


Tiko meyakini, dengan KPI tersebut, pihaknya mampu menekan cost of fund dengan cepat. Saat ini cost of fund BRI tercatat berada diangka 2,3 persen, Pegadaian 6-7 persen, dan PNM berkisar 9-10 persen.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Holding Ultra Mikro, Dijamin Tak Ada PHK dan Gaji Dipotong

&quot;Sementara kalau kita lihat pembiayaan di PNM dan Pegadaian masih bergantung pada pasar modal, dimana, biaya dana di Pegadaian sekitar 6-7 persen dan biaya dana di PNM berkisar 9-10 persen,&quot; tutur dia.Dalam skemanya, pembiayaan sebagian besar akan didukung oleh kegiatan  Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI. Langkah ini diyakini mampu menurunkan cost  of fund PNM dan Pegadaian secara signifikan. Dengan demikian,  diharapkan akan diteruskan kepada nasabah dalam bentuk pembiayaan dengan  bunga yang lebih rendah.


Efisiensi pada konteks jaringan pun sudah dibahas. Tiko menyebut,  dalam ekspansi bisnis Pegadaian kedepannya, perserian tidak perlu lagi  menyewa atau membangun unit baru, namun cukup menempel pada unit-unit  BRI di daerah.


&quot;Cukup membangun counter dan self deposit untuk menyimpan emas atau  barang gadai lainnya sehingga biaya pembukaan kantor Pegadaian ke depan  akan jauh lebih murah,&quot; kata dia.


Dari sisi Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) PNM, para  Account Officer (AO) dengan jumlah 40.000 orang akan dilengkapi dengan  device digital. Sistem ini dipercaya mengintegrasikan program Mekaar  dengan cabang-cabang BRI di desa-desa.


&quot;Bisa terkoneksi dengan BRI dalam konteks cabang desa BRI maupun agen  BRI, sehingga nantinya, juga bisa menimbulkan efisiensi karena tidak  harus rasio AO terhadap nasabah di Mekaar bisa kita kurangi dengan  digitalisasi dan interkoneksi dengan cabang dan agen unit BRI,&quot; papar  Tiko.


Sistem itu juga akan berkontribusi pada efisiensi pengeluaran  tambahan atau biaya overhead. Saat ini biaya overhead PNM sangat tinggi  dan diharapkan dalam 3 tahun ke depan bisa turun secara signifikan.</content:encoded></item></channel></rss>
