<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Buktikan Biaya Logistik RI Tertinggi di Asean</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkap biaya logistik di Indonesia masih tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379964/sri-mulyani-buktikan-biaya-logistik-ri-tertinggi-di-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379964/sri-mulyani-buktikan-biaya-logistik-ri-tertinggi-di-asean"/><item><title>Sri Mulyani Buktikan Biaya Logistik RI Tertinggi di Asean</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379964/sri-mulyani-buktikan-biaya-logistik-ri-tertinggi-di-asean</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379964/sri-mulyani-buktikan-biaya-logistik-ri-tertinggi-di-asean</guid><pubDate>Kamis 18 Maret 2021 15:07 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/18/320/2379964/sri-mulyani-buktikan-biaya-logistik-ri-tertinggi-di-asean-HzFNlyvrsQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/18/320/2379964/sri-mulyani-buktikan-biaya-logistik-ri-tertinggi-di-asean-HzFNlyvrsQ.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkap biaya logistik di Indonesia masih tinggi. Bahkan biaya logostik di RI lebih tinggi dibanding negara Asean lainnya.
Baca Juga: Ada Ekosistem Logistik Batam, Menko Luhut Ingin Tarik Investasi dari Singapura
 
&quot;Kalau Indonesia kita  keluarkan  23,5%  dari kue ekonomi nasional sebagai biaya logistik, sementara tetangga seperti Malaysia  hanya 13%  maka kita langsung tahu perusahaan yang operasi  di sini 10%  kalah kompetisi hanya dari biaya logistik. Pertama kita  tahu Indonesia biaya logistiknya  sangat tinggi dibandingkan negara Asean  lain,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (18/3/2021).
Baca Juga: Gegara Truk Obesitas, Negara Rugi Rp43 Triliun
 
Untuk itu kehadiran platform ekosistem logistik di Batam (Batam Logistic Ecosystem/BLE) di Batam sebagai pilot project dari ekosistem logistik nasional (National Logistic Ecosystem/NLE) bisa mengurangi biaya logistik di Indonesia.
&quot;Kalau bicara negara Asean lain di Batam itu hanya sekitar kurang dari 1 jam naik speedbaot jadi namanya tetangga itu koneksi  dekat sekali,&quot; ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menko Kemaritiman dan Investasi mengataka    penyederhanaan sistem pembiayaan tersebut akan membuat pemasukan  investasi ke Indonesia semakin besar. Di mana pada urusan efisiensi  pembiayaan, Indonesia masih kalah dengan negeri tetangga seperti  Singapura.
&quot;Negara di seberang kita 13%, kita 25,3%. Masa beda hampir 10%, 9  koma sekian persen. Apabila beda banyak 9%, orang berpikiran ngapain  investasi ke Indonesia. Dengan itu terjadi penerimaan negara tambah,  efisiensi,&quot; bebernya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkap biaya logistik di Indonesia masih tinggi. Bahkan biaya logostik di RI lebih tinggi dibanding negara Asean lainnya.
Baca Juga: Ada Ekosistem Logistik Batam, Menko Luhut Ingin Tarik Investasi dari Singapura
 
&quot;Kalau Indonesia kita  keluarkan  23,5%  dari kue ekonomi nasional sebagai biaya logistik, sementara tetangga seperti Malaysia  hanya 13%  maka kita langsung tahu perusahaan yang operasi  di sini 10%  kalah kompetisi hanya dari biaya logistik. Pertama kita  tahu Indonesia biaya logistiknya  sangat tinggi dibandingkan negara Asean  lain,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (18/3/2021).
Baca Juga: Gegara Truk Obesitas, Negara Rugi Rp43 Triliun
 
Untuk itu kehadiran platform ekosistem logistik di Batam (Batam Logistic Ecosystem/BLE) di Batam sebagai pilot project dari ekosistem logistik nasional (National Logistic Ecosystem/NLE) bisa mengurangi biaya logistik di Indonesia.
&quot;Kalau bicara negara Asean lain di Batam itu hanya sekitar kurang dari 1 jam naik speedbaot jadi namanya tetangga itu koneksi  dekat sekali,&quot; ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menko Kemaritiman dan Investasi mengataka    penyederhanaan sistem pembiayaan tersebut akan membuat pemasukan  investasi ke Indonesia semakin besar. Di mana pada urusan efisiensi  pembiayaan, Indonesia masih kalah dengan negeri tetangga seperti  Singapura.
&quot;Negara di seberang kita 13%, kita 25,3%. Masa beda hampir 10%, 9  koma sekian persen. Apabila beda banyak 9%, orang berpikiran ngapain  investasi ke Indonesia. Dengan itu terjadi penerimaan negara tambah,  efisiensi,&quot; bebernya.</content:encoded></item></channel></rss>
