<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI Makin Yakin Ekonomi RI 2021 Capai 5,3%, Ini Faktornya</title><description>Bank Indonesia (BI) prediksi ekonomi Indonesia 2021 di kisaran 4,3-5,3%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379973/gubernur-bi-makin-yakin-ekonomi-ri-2021-capai-5-3-ini-faktornya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379973/gubernur-bi-makin-yakin-ekonomi-ri-2021-capai-5-3-ini-faktornya"/><item><title>Gubernur BI Makin Yakin Ekonomi RI 2021 Capai 5,3%, Ini Faktornya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379973/gubernur-bi-makin-yakin-ekonomi-ri-2021-capai-5-3-ini-faktornya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/18/320/2379973/gubernur-bi-makin-yakin-ekonomi-ri-2021-capai-5-3-ini-faktornya</guid><pubDate>Kamis 18 Maret 2021 15:10 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/18/320/2379973/gubernur-bi-makin-yakin-ekonomi-ri-2021-capai-5-3-ini-faktornya-eViEL1Aqjn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Tangkapan layar di youtube BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/18/320/2379973/gubernur-bi-makin-yakin-ekonomi-ri-2021-capai-5-3-ini-faktornya-eViEL1Aqjn.jpg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Tangkapan layar di youtube BI)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) prediksi ekonomi Indonesia 2021 di kisaran 4,3-5,3%. Apalagi, perbaikan perekonomian domestik diperkirakan berlanjut dengan didorongnya oleh beberapa faktor.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, perkembangan sejumlah indikator pada Februari 2021 mengindikasikan perbaikan yang terus berlangsung. Di tengah mobilitas masyarakat yang meningkat terbatas sejalan dengan masih diberlakukannya pembatasan di sejumlah wilayah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Berbagai Program Prioritas Diluncurkan, Jokowi: Bertujuan Menolong Ekonomi Rakyat
&quot;Kinerja ekspor terus meningkat, terutama komoditas manufaktur seperti besi baja, bijih logam, kimia organik, dan mesin listrik, seiring dengan kenaikan permintaan dari negara mitra dagang utama dan perbaikan ekonomi global,&quot; ujarnya, Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Secara spasial, lanjut Perry, peningkatan kinerja ekspor terjadi di sejumlah wilayah yaitu seperti Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), Jawa, Sumatera. Selain itu, ekspektasi konsumen, penjualan eceran, dan PMI manufaktur juga menunjukkan perbaikan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari AS dan Singapura, Nih Buktinya
&quot;Akselerasi program vaksin nasional dan disiplin dalam penerapan protokol Covid-19 diharapkan dapat mendukung proses pemulihan ekonomi domestik,&quot; ujarnya.Selain itu, dirinya mengatakan, untuk mendorong permintaan domestik  lebih lanjut, sinergi kebijakan ekonomi nasional terus diperkuat.  Sinergi kebijakan mencakup lima aspek.

&quot;Pertama, pembukaan sektor-sektor produktif dan aman,&quot; ujarnya.

Kedua, lanjutnya, akselerasi stimulus fiskal. Sementara itu, ketiga,  penyaluran kredit perbankan dari sisi permintaan dan penawaran.

&quot;Keempat, berlanjutnya stimulus moneter dan makroprudensial, serta  terakhir, percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya  terkait pengembangan UMKM,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) prediksi ekonomi Indonesia 2021 di kisaran 4,3-5,3%. Apalagi, perbaikan perekonomian domestik diperkirakan berlanjut dengan didorongnya oleh beberapa faktor.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, perkembangan sejumlah indikator pada Februari 2021 mengindikasikan perbaikan yang terus berlangsung. Di tengah mobilitas masyarakat yang meningkat terbatas sejalan dengan masih diberlakukannya pembatasan di sejumlah wilayah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Berbagai Program Prioritas Diluncurkan, Jokowi: Bertujuan Menolong Ekonomi Rakyat
&quot;Kinerja ekspor terus meningkat, terutama komoditas manufaktur seperti besi baja, bijih logam, kimia organik, dan mesin listrik, seiring dengan kenaikan permintaan dari negara mitra dagang utama dan perbaikan ekonomi global,&quot; ujarnya, Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Secara spasial, lanjut Perry, peningkatan kinerja ekspor terjadi di sejumlah wilayah yaitu seperti Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), Jawa, Sumatera. Selain itu, ekspektasi konsumen, penjualan eceran, dan PMI manufaktur juga menunjukkan perbaikan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari AS dan Singapura, Nih Buktinya
&quot;Akselerasi program vaksin nasional dan disiplin dalam penerapan protokol Covid-19 diharapkan dapat mendukung proses pemulihan ekonomi domestik,&quot; ujarnya.Selain itu, dirinya mengatakan, untuk mendorong permintaan domestik  lebih lanjut, sinergi kebijakan ekonomi nasional terus diperkuat.  Sinergi kebijakan mencakup lima aspek.

&quot;Pertama, pembukaan sektor-sektor produktif dan aman,&quot; ujarnya.

Kedua, lanjutnya, akselerasi stimulus fiskal. Sementara itu, ketiga,  penyaluran kredit perbankan dari sisi permintaan dan penawaran.

&quot;Keempat, berlanjutnya stimulus moneter dan makroprudensial, serta  terakhir, percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya  terkait pengembangan UMKM,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
