<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenaikan Yield Obligasi AS Buat IHSG Merah</title><description>IHSG berada di zona merah pada pembukaan perdagangan pagi hari ini (19/3/2021).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/19/278/2380435/kenaikan-yield-obligasi-as-buat-ihsg-merah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/19/278/2380435/kenaikan-yield-obligasi-as-buat-ihsg-merah"/><item><title>Kenaikan Yield Obligasi AS Buat IHSG Merah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/19/278/2380435/kenaikan-yield-obligasi-as-buat-ihsg-merah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/19/278/2380435/kenaikan-yield-obligasi-as-buat-ihsg-merah</guid><pubDate>Jum'at 19 Maret 2021 11:24 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/19/278/2380435/kenaikan-yield-obligasi-as-buat-ihsg-merah-m4yCA51E2K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/19/278/2380435/kenaikan-yield-obligasi-as-buat-ihsg-merah-m4yCA51E2K.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada pembukaan perdagangan pagi hari ini (19/3/2021). IHSG tertekan 0,48% berada di level 6.317.

Direktur PT Ekuator Swarna Investama Hans Kwee mengatakan, sentimen kenaikan yield obligasi tenor 10 tahun dari Amerika Serikat (AS) mendominasi pergerakan IHSG.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Masuk Zona Merah, IHSG Dibuka Melemah 0,48% ke 6.317
&amp;ldquo;Ya memang dominasi sentimen kita rata-rata datang dari kenaikan yield obligasi Amerika. Kalau kemarin kita lihat pasar mulai cukup optimis, The Fed dalam pernyataannya menyatakan mereka akan tetap mempertahankan suku bunga rendah mereka sampai dengan 2023. Karena tadinya orang berpikir bahwa melihat stimulus fiskal Amerika yang sangat besar kemungkinan The Fed akan memajukan kenaikan suku bunga menjadi awal 2023,&amp;rdquo; katanya hari ini (19/3/2021) dalam Market Opening IDX Channel.

Menurutnya, walau yield obligasi masih akan menjadi masalah bagi investor, tetapi kenaikan inflasi AS yang cukup tinggi itu bersifat temporer atau tidak akan bersifat jangka panjang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Intip Menu Saham Pilihan Hari Ini
&amp;ldquo;Artinya ketika dia udah naik dia akan cenderung tertekan turun lagi ke bawah. Sama dengan yield yang terjadi gitu, sehingga kalau kita lihat pelaku pasar harus memanfaatkan peluang ini. Memang pasar mungkin akan sedikit terkoreksi, tetapi ini membuka peluang kembali untuk melakukan pembelian,&amp;rdquo; ujar Hans.Sementara itu, kata Hans, hari ini IHSG cenderung bergerak dengan  support level sampai dengan 6.307 &amp;ndash; 6.288, sedangkan resistance level  ada di 6.358 &amp;ndash; 6.387.

&amp;ldquo;Mungkin hari ini pasar cenderung agak sedikit tertekan turun ke  bawah ya mengingat memang yield Amerika kemarin sempat sampai 1,75 tadi  pagi saya cek sudah di 1,71 ya. Jadi mulai agak sedikit tekanan turun  dari yield tadi, tapi indeks kita mungkin masih dalam tekanan ya biar  pun ada potensi rebound juga,&amp;rdquo; ujar dia.

Hans kemudian merekomendasikan beberapa saham yang bisa menjadi  pertimbangan para investor. Saham-saham tersebut yaitu, AISA, APLN,  BJBR, dan GIAA.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada pembukaan perdagangan pagi hari ini (19/3/2021). IHSG tertekan 0,48% berada di level 6.317.

Direktur PT Ekuator Swarna Investama Hans Kwee mengatakan, sentimen kenaikan yield obligasi tenor 10 tahun dari Amerika Serikat (AS) mendominasi pergerakan IHSG.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Masuk Zona Merah, IHSG Dibuka Melemah 0,48% ke 6.317
&amp;ldquo;Ya memang dominasi sentimen kita rata-rata datang dari kenaikan yield obligasi Amerika. Kalau kemarin kita lihat pasar mulai cukup optimis, The Fed dalam pernyataannya menyatakan mereka akan tetap mempertahankan suku bunga rendah mereka sampai dengan 2023. Karena tadinya orang berpikir bahwa melihat stimulus fiskal Amerika yang sangat besar kemungkinan The Fed akan memajukan kenaikan suku bunga menjadi awal 2023,&amp;rdquo; katanya hari ini (19/3/2021) dalam Market Opening IDX Channel.

Menurutnya, walau yield obligasi masih akan menjadi masalah bagi investor, tetapi kenaikan inflasi AS yang cukup tinggi itu bersifat temporer atau tidak akan bersifat jangka panjang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Intip Menu Saham Pilihan Hari Ini
&amp;ldquo;Artinya ketika dia udah naik dia akan cenderung tertekan turun lagi ke bawah. Sama dengan yield yang terjadi gitu, sehingga kalau kita lihat pelaku pasar harus memanfaatkan peluang ini. Memang pasar mungkin akan sedikit terkoreksi, tetapi ini membuka peluang kembali untuk melakukan pembelian,&amp;rdquo; ujar Hans.Sementara itu, kata Hans, hari ini IHSG cenderung bergerak dengan  support level sampai dengan 6.307 &amp;ndash; 6.288, sedangkan resistance level  ada di 6.358 &amp;ndash; 6.387.

&amp;ldquo;Mungkin hari ini pasar cenderung agak sedikit tertekan turun ke  bawah ya mengingat memang yield Amerika kemarin sempat sampai 1,75 tadi  pagi saya cek sudah di 1,71 ya. Jadi mulai agak sedikit tekanan turun  dari yield tadi, tapi indeks kita mungkin masih dalam tekanan ya biar  pun ada potensi rebound juga,&amp;rdquo; ujar dia.

Hans kemudian merekomendasikan beberapa saham yang bisa menjadi  pertimbangan para investor. Saham-saham tersebut yaitu, AISA, APLN,  BJBR, dan GIAA.</content:encoded></item></channel></rss>
