<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dikomandoi Menko Airlangga, Pemerintah Jepang Apresiasi UU Cipta Kerja dan Relaksasi PPnBM</title><description>Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, Kajiyama Hiroshi,  mengapresiasi kebijakan pemerintah RI yang menerbitkan UU Ciptaker.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/19/320/2380411/dikomandoi-menko-airlangga-pemerintah-jepang-apresiasi-uu-cipta-kerja-dan-relaksasi-ppnbm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/19/320/2380411/dikomandoi-menko-airlangga-pemerintah-jepang-apresiasi-uu-cipta-kerja-dan-relaksasi-ppnbm"/><item><title>Dikomandoi Menko Airlangga, Pemerintah Jepang Apresiasi UU Cipta Kerja dan Relaksasi PPnBM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/19/320/2380411/dikomandoi-menko-airlangga-pemerintah-jepang-apresiasi-uu-cipta-kerja-dan-relaksasi-ppnbm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/19/320/2380411/dikomandoi-menko-airlangga-pemerintah-jepang-apresiasi-uu-cipta-kerja-dan-relaksasi-ppnbm</guid><pubDate>Jum'at 19 Maret 2021 10:57 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/19/320/2380411/dikomandoi-menko-airlangga-pemerintah-jepang-apresiasi-uu-cipta-kerja-dan-relaksasi-ppnbm-N62DZjqDpe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Agus Gumiwang (dok humas)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/19/320/2380411/dikomandoi-menko-airlangga-pemerintah-jepang-apresiasi-uu-cipta-kerja-dan-relaksasi-ppnbm-N62DZjqDpe.jpg</image><title>Agus Gumiwang (dok humas)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash;Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, Kajiyama Hiroshi, mengapresiasi kebijakan pemerintah Indonesia yang menerbitkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Pemerintah Jepang mengharapkan dengan UU ini, iklim usaha di Indonesia akan semakin baik pada masa mendatang.

Selain itu, Pemerintah Jepang berharap UU Ciptaker mampu  memberikan kepastian hukum, dan meningkatkan transparansi. Hal-hal itulah  yang selama ini diharapkan oleh pelaku usaha Jepang yang ingin berinvestasi di Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ada UU Cipta Kerja, Industri Properti Bakal Berubah Total
Pernyataan itu disampaikan oleh Kajiyama saat menerima kunjungan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Dalam pertemuan ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ingin mempererat kerja sama industri dengan Jepang. Agus juga berharap kunjungan ini dapat mendorong peningkatan investasi yang berasal dari Negeri Sakura tersebut.

Dalam kunjungan kerja ke Jepang beberapa waktu lalu, Menperin Agus membicarakan hal-hal strategis terkait hubungan kedua negara.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menaker Rumuskan Aturan Khusus THR Tahun Ini
&quot;Dengan Menteri Kajiyama, kami membahas pengembangan kerja sama New Manufacturing Industrial Development Center (New MIDEC) di bawah kerangka kerjasama bilateral Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA),&quot; ujar Menperin di Jakarta, Kamis (18/3/2021).

&quot;Menteri Kajiyama juga memuji kebijakan relaksasi PPnBM yang dianggap dapat mendorong kemudahan investasi bagi industri Jepang yang akan masuk ke Indonesia,&quot; ungkap Menperin.

Produk otomotif Jepang yang selama ini mendominasi pasar Indonesia, termasuk pihak yang diuntungkan. Oleh karenanya Menperin berharap agar Pemerintah Jepang mendorong perusahaan Jepang untuk terus meningkatkan investasinya di Indonesia.Kedua menteri juga membahas tentang emisi zero (carbon neutral) yang  ditargetkan dapat dicapai pada tahun 2050 oleh Jepang. Dengan kebijakan  tersebut, Indonesia perlu menyusun roadmap untuk tujuan yang sama.

&quot;Dalam hal ini, kami harus menggunakan strategi yang sesuai, karena  selain menekan emisi karbon serendah-rendahnya, termasuk lewat program  LCGC (low-cost green car) dan mengarah ke EV (electric vehicle), kami  juga tetap harus jaga investasi yang sudah berjalan di Indonesia,&quot;  tambah Menperin.

Dalam mengembangkan rencana tersebut maka diperlukan keterlibatan  lintas kementerian dan lembaga dalam mengelola industri, khususnya  otomotif. Kebijakan pemerintah Indonesia sudah berjalan, antara lain  penerapan mandatory biodiesel (B30) yang juga terbukti mampu  meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit dan sumber energi terbaru  dan terbarukan.

&quot;Kemenperin mendorong pengelolaan industri otomotif secara bijak,  namun kami sepakat dengan upaya pencapaian target carbon neutral,&quot; ucap  Agus.

Kesimpulan dalam pertemuan kedua menteri, Agus menyatakan Indonesia  perlu menerapkan inovasi teknologi seperti yang dilakukan di Jepang. Hal  ini penting untuk memelihara kontinuitas yang merupakan bagian dari  upaya membangun kepercayaan investor di dalam negeri.

&quot;Semoga kerja sama industri, ekonomi dapat segera bertambah erat, khususnya dalam hal program kerja sama New MIDEC,&quot; ungkapnya.

Industri Petrokimia
Dalam pertemuan itu, juga disampaikan salah satu perusahan Jepang,  Sojitz Corporation, menyatakan tertarik dan akan berkolaborasi dalam  proyek  industri petrokimia berbasis gas di Teluk Bintuni, Papua.
Menperin menyampaikan perkembangan proyek kawasan industri petrokimia terbesar di Indonesia.

Dengan potensi sumur gas sekitar 7,9 Terracubicfeet (TCF), KI Teluk  Bintuni akan menjadi kawasan industri petrokimia terbesar seluas 2.000  hektare.

&quot;Kami meminta kepada pemerintah Jepang melalui METI agar dapat  mendukung rencana tersebut, dan agar mendorong industri pionir di Jepang  untuk berinvestasi pada industri soda ash, yang merupakan hilirisasi  ammonia,&quot; tutur Agus.

Adapun, Menteri Kajiyama menanggapi, ketahanan rantai pasok dan  peningkatan investasi merupakan fokus yang dapat ditingkatkan pada masa  pandemi ini. Proyek Bintuni menurutnya sangat menarik dan pihaknya  memberikan dukungan kepada Indonesia dalam pengembangan kawasan  tersebut.

&quot;Investasi yang dilakukan Sojitz dan konsorsiumnya, dapat memberi  dampak positif bagi ekonomi dan kesejahteraan di RI,&quot; ujar Agus.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash;Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, Kajiyama Hiroshi, mengapresiasi kebijakan pemerintah Indonesia yang menerbitkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Pemerintah Jepang mengharapkan dengan UU ini, iklim usaha di Indonesia akan semakin baik pada masa mendatang.

Selain itu, Pemerintah Jepang berharap UU Ciptaker mampu  memberikan kepastian hukum, dan meningkatkan transparansi. Hal-hal itulah  yang selama ini diharapkan oleh pelaku usaha Jepang yang ingin berinvestasi di Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ada UU Cipta Kerja, Industri Properti Bakal Berubah Total
Pernyataan itu disampaikan oleh Kajiyama saat menerima kunjungan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Dalam pertemuan ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ingin mempererat kerja sama industri dengan Jepang. Agus juga berharap kunjungan ini dapat mendorong peningkatan investasi yang berasal dari Negeri Sakura tersebut.

Dalam kunjungan kerja ke Jepang beberapa waktu lalu, Menperin Agus membicarakan hal-hal strategis terkait hubungan kedua negara.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menaker Rumuskan Aturan Khusus THR Tahun Ini
&quot;Dengan Menteri Kajiyama, kami membahas pengembangan kerja sama New Manufacturing Industrial Development Center (New MIDEC) di bawah kerangka kerjasama bilateral Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA),&quot; ujar Menperin di Jakarta, Kamis (18/3/2021).

&quot;Menteri Kajiyama juga memuji kebijakan relaksasi PPnBM yang dianggap dapat mendorong kemudahan investasi bagi industri Jepang yang akan masuk ke Indonesia,&quot; ungkap Menperin.

Produk otomotif Jepang yang selama ini mendominasi pasar Indonesia, termasuk pihak yang diuntungkan. Oleh karenanya Menperin berharap agar Pemerintah Jepang mendorong perusahaan Jepang untuk terus meningkatkan investasinya di Indonesia.Kedua menteri juga membahas tentang emisi zero (carbon neutral) yang  ditargetkan dapat dicapai pada tahun 2050 oleh Jepang. Dengan kebijakan  tersebut, Indonesia perlu menyusun roadmap untuk tujuan yang sama.

&quot;Dalam hal ini, kami harus menggunakan strategi yang sesuai, karena  selain menekan emisi karbon serendah-rendahnya, termasuk lewat program  LCGC (low-cost green car) dan mengarah ke EV (electric vehicle), kami  juga tetap harus jaga investasi yang sudah berjalan di Indonesia,&quot;  tambah Menperin.

Dalam mengembangkan rencana tersebut maka diperlukan keterlibatan  lintas kementerian dan lembaga dalam mengelola industri, khususnya  otomotif. Kebijakan pemerintah Indonesia sudah berjalan, antara lain  penerapan mandatory biodiesel (B30) yang juga terbukti mampu  meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit dan sumber energi terbaru  dan terbarukan.

&quot;Kemenperin mendorong pengelolaan industri otomotif secara bijak,  namun kami sepakat dengan upaya pencapaian target carbon neutral,&quot; ucap  Agus.

Kesimpulan dalam pertemuan kedua menteri, Agus menyatakan Indonesia  perlu menerapkan inovasi teknologi seperti yang dilakukan di Jepang. Hal  ini penting untuk memelihara kontinuitas yang merupakan bagian dari  upaya membangun kepercayaan investor di dalam negeri.

&quot;Semoga kerja sama industri, ekonomi dapat segera bertambah erat, khususnya dalam hal program kerja sama New MIDEC,&quot; ungkapnya.

Industri Petrokimia
Dalam pertemuan itu, juga disampaikan salah satu perusahan Jepang,  Sojitz Corporation, menyatakan tertarik dan akan berkolaborasi dalam  proyek  industri petrokimia berbasis gas di Teluk Bintuni, Papua.
Menperin menyampaikan perkembangan proyek kawasan industri petrokimia terbesar di Indonesia.

Dengan potensi sumur gas sekitar 7,9 Terracubicfeet (TCF), KI Teluk  Bintuni akan menjadi kawasan industri petrokimia terbesar seluas 2.000  hektare.

&quot;Kami meminta kepada pemerintah Jepang melalui METI agar dapat  mendukung rencana tersebut, dan agar mendorong industri pionir di Jepang  untuk berinvestasi pada industri soda ash, yang merupakan hilirisasi  ammonia,&quot; tutur Agus.

Adapun, Menteri Kajiyama menanggapi, ketahanan rantai pasok dan  peningkatan investasi merupakan fokus yang dapat ditingkatkan pada masa  pandemi ini. Proyek Bintuni menurutnya sangat menarik dan pihaknya  memberikan dukungan kepada Indonesia dalam pengembangan kawasan  tersebut.

&quot;Investasi yang dilakukan Sojitz dan konsorsiumnya, dapat memberi  dampak positif bagi ekonomi dan kesejahteraan di RI,&quot; ujar Agus.</content:encoded></item></channel></rss>
