<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Paparkan Capaian 90 Hari Kerja, Sandiaga Uno Sebut Tiga Pilar Mampu Bangkitkan Ekonomi Nasional </title><description>Menparekraf Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan tiga pilar unggulannya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/19/320/2380709/paparkan-capaian-90-hari-kerja-sandiaga-uno-sebut-tiga-pilar-mampu-bangkitkan-ekonomi-nasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/19/320/2380709/paparkan-capaian-90-hari-kerja-sandiaga-uno-sebut-tiga-pilar-mampu-bangkitkan-ekonomi-nasional"/><item><title>Paparkan Capaian 90 Hari Kerja, Sandiaga Uno Sebut Tiga Pilar Mampu Bangkitkan Ekonomi Nasional </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/19/320/2380709/paparkan-capaian-90-hari-kerja-sandiaga-uno-sebut-tiga-pilar-mampu-bangkitkan-ekonomi-nasional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/19/320/2380709/paparkan-capaian-90-hari-kerja-sandiaga-uno-sebut-tiga-pilar-mampu-bangkitkan-ekonomi-nasional</guid><pubDate>Jum'at 19 Maret 2021 16:34 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/19/320/2380709/paparkan-capaian-90-hari-kerja-sandiaga-uno-sebut-tiga-pilar-mampu-bangkitkan-ekonomi-nasional-2DAZ23H9e6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menparekraf Sandiaga Uno (Foto: Dokumentasi Kemenparekraf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/19/320/2380709/paparkan-capaian-90-hari-kerja-sandiaga-uno-sebut-tiga-pilar-mampu-bangkitkan-ekonomi-nasional-2DAZ23H9e6.jpg</image><title>Menparekraf Sandiaga Uno (Foto: Dokumentasi Kemenparekraf)</title></images><description>JAKARTA - Genap 90 hari kerja setelah dipilih dan dipercaya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo membawa perubahan bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf), Menparekraf Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan tiga pilar unggulannya.
Tiga pilar yang diyakini Sandiaga Uno mempu membangkitkan sektor parekraf sekaligus ekonomi nasional. Paparan tersebut disampaikan Sandiaga Uno kepada jajarannya di Kemenparekraf, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat (19/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;BSI Kucurkan Pembiayaan UMKM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Pilar pertama yang tengah dikebut pihaknya adalah menebar harapan, semangat serta memupuk motivasi agar sektor parekraf dapat secara komprehensif menjemput kebangkitan dan kepulihan sektor parekraf. Harapan dan semangat tersebut diakui Sandiaga Uno telah disaksikannya di lima destinasi super prioritas, antara lain Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang.
Lima destinasi super prioritas katanya tengah bersiap dalam pembukaan kembali sektor pariwisata pasca pandemi covid-19, mulai dari penerapan protokol kesehatan dan CHSE yang ketat dan disiplin hingga vaksinasi jelang travel bubble.
&quot;Sekarang semua sedang bergerak, bukan hanya engine running atau starting the engine, tapi sudah masuk ke masa warm up atau penyiapan yang bisa kita sebut dalam tahap finalisasi penyiapan,&quot; ungkap Sandiaga Uno pada Jumat (19/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Asyik! Ada Diskon Paket Wisata bagi Pekerja yang Sudah Divaksin Covid-19
&quot;Agar setelah pandemi protokol kesehatan yang dijaga secara ketat dan disiplin, CHSE-nya diterapkan, 3T-nya digenjot secara all out, vaksinasinya lebih terdistribusi dan tentunya adalah kesiapan dari segi infrastruktur maupun kesiapan dari segi parekraf 360 derajat,&quot; tambahnya.
&quot;Itu adalah pilar capaian pertama dalam 90 hari ini,&quot; jelas Sandiaga Uno.
Pilar kedua dipaparkan Sandiaga Uno meliputi pembukaan peluang usaha dan peluang kerja. Tujuannya agar sektor parekraf tidak hanya bukan hanya bertahan, tetapi justru membuka peluang untuk menjadi pemenang. Hal tersebut ditunjukkannya lewat keterlibatan aktif para pelaku Parekraf melalui program Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Pariwisata di Indonesia melalui hastag #DiIndonesiaSaja. Program yang disebutkannya tengah difokuskan di Bali, Danau Toba, Lombok, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara serta Jawa Tengah.&quot;Ini yang kita harapkan akan menjadi satu breakthrough atau suatu  langkah terobosan, di saat pandemi justru para UMKM ini meningkatkan  peluang mereka untuk naik kelas,&quot; jelas Sandiaga Uno.
&quot;Jadi ini adalah bagian daripada pembukaan peluang usaha melalui  adaptasi teknologi dan adaptasi terhadap CHSE atau banyak yang  menyebutnya K4. Itu adalah pilar kedua dari capaian cepat kita,&quot;  tambahnya.
Sementara pilar ketiga yang diungkapkannya merupakan unggulan  Kemenparekraf adalah pengembangan desa wisata. Dalam 90 hari ini masa  kerjanya, dirinya melihat besarnya potensi yang dimiliki desa wisata,  baik dari segi penyerapan lapangan kerja, pembukaan peluang usaha maupun  juga pemberdayaan masyarakat. Beberapa desa wisata sudah masuk ke dalam  desa wisata binaan Kemenparekraf dipaparkannya ada sebanyak 244 lokasi.
Walau pencapaian tersebut sangat membanggakan, Sandiaga Uno berharap  pengembangan desa wisata dapat terus diperluas. Tidak hanya berpusat di  lima destinasi super prioritas, tetapi juga di sejumlah desa wisata  destinasi tulang punggung, seperti Bali, Joglo Semar, Batam-Bintan,  Kepulauan Riau. Selain itu, destinasi strategis pariwisata prioritas  yang mencakup Tanjung Lesung, Bromo-Tengger-Semeru, Greater Jakarta  termasuk Kepulauan Seribu, kita juga melihat Wakatobi, Morotai dan Raja  Ampat, termasuk Belitung.
&quot;Ini yang sudah kita kemas dalam pilar ketiga, fokus kita untuk desa wisata sebagai program andalan kita,&quot; imbuh Sandiaga Uno.
Sementara itu, capaian terakhir dalam 90 hari kerjanya adalah  pernyataan tegas mengenai kehadiran pemerintah dalam mengakhiri pandemi  covid-19 sekaligus pemulihan sektor parekraf. Oleh karena itu, dirinya  pun menegaskan sektor parekraf bukan bagian masalah pandemi, tetapi  merupakan solusi dalam meningkatkan ekonomi bangsa.
&quot;Kami bukan pemicu dari pandemi ini, tapi kami adalah bagian daripada  solusi agar bangsa ini keluar dari pandemi dan kita bisa meningkatkan  ekonomi,&quot; ungkap Sandiaga Uno.
&quot;Karena kami sudah bertransformasi menjalankan satu adaptasi melalui protokol kesehatan yang ketat dan terakselerasi,&quot; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Genap 90 hari kerja setelah dipilih dan dipercaya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo membawa perubahan bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf), Menparekraf Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan tiga pilar unggulannya.
Tiga pilar yang diyakini Sandiaga Uno mempu membangkitkan sektor parekraf sekaligus ekonomi nasional. Paparan tersebut disampaikan Sandiaga Uno kepada jajarannya di Kemenparekraf, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat (19/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;BSI Kucurkan Pembiayaan UMKM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Pilar pertama yang tengah dikebut pihaknya adalah menebar harapan, semangat serta memupuk motivasi agar sektor parekraf dapat secara komprehensif menjemput kebangkitan dan kepulihan sektor parekraf. Harapan dan semangat tersebut diakui Sandiaga Uno telah disaksikannya di lima destinasi super prioritas, antara lain Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang.
Lima destinasi super prioritas katanya tengah bersiap dalam pembukaan kembali sektor pariwisata pasca pandemi covid-19, mulai dari penerapan protokol kesehatan dan CHSE yang ketat dan disiplin hingga vaksinasi jelang travel bubble.
&quot;Sekarang semua sedang bergerak, bukan hanya engine running atau starting the engine, tapi sudah masuk ke masa warm up atau penyiapan yang bisa kita sebut dalam tahap finalisasi penyiapan,&quot; ungkap Sandiaga Uno pada Jumat (19/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Asyik! Ada Diskon Paket Wisata bagi Pekerja yang Sudah Divaksin Covid-19
&quot;Agar setelah pandemi protokol kesehatan yang dijaga secara ketat dan disiplin, CHSE-nya diterapkan, 3T-nya digenjot secara all out, vaksinasinya lebih terdistribusi dan tentunya adalah kesiapan dari segi infrastruktur maupun kesiapan dari segi parekraf 360 derajat,&quot; tambahnya.
&quot;Itu adalah pilar capaian pertama dalam 90 hari ini,&quot; jelas Sandiaga Uno.
Pilar kedua dipaparkan Sandiaga Uno meliputi pembukaan peluang usaha dan peluang kerja. Tujuannya agar sektor parekraf tidak hanya bukan hanya bertahan, tetapi justru membuka peluang untuk menjadi pemenang. Hal tersebut ditunjukkannya lewat keterlibatan aktif para pelaku Parekraf melalui program Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Pariwisata di Indonesia melalui hastag #DiIndonesiaSaja. Program yang disebutkannya tengah difokuskan di Bali, Danau Toba, Lombok, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara serta Jawa Tengah.&quot;Ini yang kita harapkan akan menjadi satu breakthrough atau suatu  langkah terobosan, di saat pandemi justru para UMKM ini meningkatkan  peluang mereka untuk naik kelas,&quot; jelas Sandiaga Uno.
&quot;Jadi ini adalah bagian daripada pembukaan peluang usaha melalui  adaptasi teknologi dan adaptasi terhadap CHSE atau banyak yang  menyebutnya K4. Itu adalah pilar kedua dari capaian cepat kita,&quot;  tambahnya.
Sementara pilar ketiga yang diungkapkannya merupakan unggulan  Kemenparekraf adalah pengembangan desa wisata. Dalam 90 hari ini masa  kerjanya, dirinya melihat besarnya potensi yang dimiliki desa wisata,  baik dari segi penyerapan lapangan kerja, pembukaan peluang usaha maupun  juga pemberdayaan masyarakat. Beberapa desa wisata sudah masuk ke dalam  desa wisata binaan Kemenparekraf dipaparkannya ada sebanyak 244 lokasi.
Walau pencapaian tersebut sangat membanggakan, Sandiaga Uno berharap  pengembangan desa wisata dapat terus diperluas. Tidak hanya berpusat di  lima destinasi super prioritas, tetapi juga di sejumlah desa wisata  destinasi tulang punggung, seperti Bali, Joglo Semar, Batam-Bintan,  Kepulauan Riau. Selain itu, destinasi strategis pariwisata prioritas  yang mencakup Tanjung Lesung, Bromo-Tengger-Semeru, Greater Jakarta  termasuk Kepulauan Seribu, kita juga melihat Wakatobi, Morotai dan Raja  Ampat, termasuk Belitung.
&quot;Ini yang sudah kita kemas dalam pilar ketiga, fokus kita untuk desa wisata sebagai program andalan kita,&quot; imbuh Sandiaga Uno.
Sementara itu, capaian terakhir dalam 90 hari kerjanya adalah  pernyataan tegas mengenai kehadiran pemerintah dalam mengakhiri pandemi  covid-19 sekaligus pemulihan sektor parekraf. Oleh karena itu, dirinya  pun menegaskan sektor parekraf bukan bagian masalah pandemi, tetapi  merupakan solusi dalam meningkatkan ekonomi bangsa.
&quot;Kami bukan pemicu dari pandemi ini, tapi kami adalah bagian daripada  solusi agar bangsa ini keluar dari pandemi dan kita bisa meningkatkan  ekonomi,&quot; ungkap Sandiaga Uno.
&quot;Karena kami sudah bertransformasi menjalankan satu adaptasi melalui protokol kesehatan yang ketat dan terakselerasi,&quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
