<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cabai Rawit Picu Inflasi Maret Capai 0,09%</title><description>Perkembangan harga pada bulan Maret 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,09% (mtm).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/19/320/2380771/cabai-rawit-picu-inflasi-maret-capai-0-09</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/19/320/2380771/cabai-rawit-picu-inflasi-maret-capai-0-09"/><item><title>Cabai Rawit Picu Inflasi Maret Capai 0,09%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/19/320/2380771/cabai-rawit-picu-inflasi-maret-capai-0-09</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/19/320/2380771/cabai-rawit-picu-inflasi-maret-capai-0-09</guid><pubDate>Jum'at 19 Maret 2021 17:53 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/19/320/2380771/cabai-rawit-picu-inflasi-maret-capai-0-09-2FfsMnlbkk.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/19/320/2380771/cabai-rawit-picu-inflasi-maret-capai-0-09-2FfsMnlbkk.jpeg</image><title>Inflasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia mengungkapkan, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Maret 2021, perkembangan harga pada bulan Maret 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,09% (mtm).  Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Maret 2021 secara tahun kalender sebesar 0,45% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,37% (yoy).
Baca Juga:&amp;nbsp;BPS: Inflasi Februari 0,10%
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan penyumbang utama inflasi Maret 2021 sampai dengan minggu ketiga yaitu komoditas cabai rawit sebesar 0,04% (mtm), bawang merah sebesar 0,03% (mtm), ikan mas dan tomat masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
&quot;Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode laporan berasal dari komoditas cabai merah dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,03% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (19/3/2021).
Baca Juga: Inflasi Februari 0,10%, Ini Catatan dari BI
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia mengungkapkan, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Maret 2021, perkembangan harga pada bulan Maret 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,09% (mtm).  Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Maret 2021 secara tahun kalender sebesar 0,45% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,37% (yoy).
Baca Juga:&amp;nbsp;BPS: Inflasi Februari 0,10%
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan penyumbang utama inflasi Maret 2021 sampai dengan minggu ketiga yaitu komoditas cabai rawit sebesar 0,04% (mtm), bawang merah sebesar 0,03% (mtm), ikan mas dan tomat masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
&quot;Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode laporan berasal dari komoditas cabai merah dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,03% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (19/3/2021).
Baca Juga: Inflasi Februari 0,10%, Ini Catatan dari BI
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.</content:encoded></item></channel></rss>
