<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag: Garam yang Diimpor untuk Kebutuhan Industri</title><description>Pemerintah akan melakukan impor garam sebesar 3,07 juta ton garam pada tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/19/320/2380821/mendag-garam-yang-diimpor-untuk-kebutuhan-industri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/19/320/2380821/mendag-garam-yang-diimpor-untuk-kebutuhan-industri"/><item><title>Mendag: Garam yang Diimpor untuk Kebutuhan Industri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/19/320/2380821/mendag-garam-yang-diimpor-untuk-kebutuhan-industri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/19/320/2380821/mendag-garam-yang-diimpor-untuk-kebutuhan-industri</guid><pubDate>Jum'at 19 Maret 2021 18:48 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/19/320/2380821/mendag-garam-yang-diimpor-untuk-kebutuhan-industri-NWBW4S9zGp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Garam (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/19/320/2380821/mendag-garam-yang-diimpor-untuk-kebutuhan-industri-NWBW4S9zGp.jpg</image><title>Garam (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah akan melakukan impor garam sebesar 3,07 juta ton garam pada tahun ini. Kuota ini lebih tinggi dari impor garam pada 2020 yang sebanyak 2,9 juta ton.
Baca Juga: Sah! RI Impor Garam 3 Juta Ton, Ini Alasannya
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan keputusan pemerintah dalam membuka keran impor garam 3 juta ton pada tahun ini. Dia mengatakan garam yang diimpor akan dipakai untuk industri.
Baca Juga: RI Impor Garam hingga Daging, Slogan Benci Produk Asing Dipertanyakan
&amp;ldquo;Garam ini namanya sama rasanya juga sama tetapi kualitasnya berbeda . Jadi yang kita bicarakan adalah garam hasil impor untuk kebutuhan industri, di mana garam kita yang dikerjakan para  petani garam belum bisa menyamai kualitas garam industri,&amp;rdquo; kata Lutfi dalam konferensi persnya secara virtual, Jumat (18/3/2021).
Dia menjelaskan, latar belakang impor garam ini berasal dari kebutuhan standar industri. Jika garam tidak sesuai standar akan menghancurkan harga atau produk itu sendiri.&amp;ldquo;Ada masalah-masalahnya di masa lampau, kalau Anda tau mi instan itu  kan harganya kira-kira Rp2.500. Itu di dalam Rp2.500 itu ongkos untuk  garamnya itu Rp2. Tetapi kalau garamnya tidak sesuai spek (spesifikasi)  untuk industri garam, yang Rp2 itu bisa menghancurkan mie instan yang  Rp2.500 itu. Inilah yang sekarang menjadi permasalahannya,&quot; ungkapnya.
Untuk itu, Lutfi menambahkan, para pelaku industri  harus bisa  meningkatkan kualitas dari garamnya. &amp;ldquo;Apa yang bisa dilakukan supaya  swasembada? Bukan jumlahnya saja, tapi kualitasnya. Ini yang mustinya  industri nasional bisa lihat opportunity untuk memperbaiki industri  nasional,&quot; tandasnya</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah akan melakukan impor garam sebesar 3,07 juta ton garam pada tahun ini. Kuota ini lebih tinggi dari impor garam pada 2020 yang sebanyak 2,9 juta ton.
Baca Juga: Sah! RI Impor Garam 3 Juta Ton, Ini Alasannya
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan keputusan pemerintah dalam membuka keran impor garam 3 juta ton pada tahun ini. Dia mengatakan garam yang diimpor akan dipakai untuk industri.
Baca Juga: RI Impor Garam hingga Daging, Slogan Benci Produk Asing Dipertanyakan
&amp;ldquo;Garam ini namanya sama rasanya juga sama tetapi kualitasnya berbeda . Jadi yang kita bicarakan adalah garam hasil impor untuk kebutuhan industri, di mana garam kita yang dikerjakan para  petani garam belum bisa menyamai kualitas garam industri,&amp;rdquo; kata Lutfi dalam konferensi persnya secara virtual, Jumat (18/3/2021).
Dia menjelaskan, latar belakang impor garam ini berasal dari kebutuhan standar industri. Jika garam tidak sesuai standar akan menghancurkan harga atau produk itu sendiri.&amp;ldquo;Ada masalah-masalahnya di masa lampau, kalau Anda tau mi instan itu  kan harganya kira-kira Rp2.500. Itu di dalam Rp2.500 itu ongkos untuk  garamnya itu Rp2. Tetapi kalau garamnya tidak sesuai spek (spesifikasi)  untuk industri garam, yang Rp2 itu bisa menghancurkan mie instan yang  Rp2.500 itu. Inilah yang sekarang menjadi permasalahannya,&quot; ungkapnya.
Untuk itu, Lutfi menambahkan, para pelaku industri  harus bisa  meningkatkan kualitas dari garamnya. &amp;ldquo;Apa yang bisa dilakukan supaya  swasembada? Bukan jumlahnya saja, tapi kualitasnya. Ini yang mustinya  industri nasional bisa lihat opportunity untuk memperbaiki industri  nasional,&quot; tandasnya</content:encoded></item></channel></rss>
