<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Airlangga: Pemerintah Dukung Industri Perfilman &amp; Kampanye Menonton di Bioskop dengan Aman</title><description>Upaya untuk memulihkan ekonomi nasional terus dilakukan Pemerintah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/20/320/2381033/airlangga-pemerintah-dukung-industri-perfilman-kampanye-menonton-di-bioskop-dengan-aman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/20/320/2381033/airlangga-pemerintah-dukung-industri-perfilman-kampanye-menonton-di-bioskop-dengan-aman"/><item><title>Airlangga: Pemerintah Dukung Industri Perfilman &amp; Kampanye Menonton di Bioskop dengan Aman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/20/320/2381033/airlangga-pemerintah-dukung-industri-perfilman-kampanye-menonton-di-bioskop-dengan-aman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/20/320/2381033/airlangga-pemerintah-dukung-industri-perfilman-kampanye-menonton-di-bioskop-dengan-aman</guid><pubDate>Sabtu 20 Maret 2021 09:47 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/20/320/2381033/airlangga-pemerintah-dukung-industri-perfilman-kampanye-menonton-di-bioskop-dengan-aman-Y0dsyDN3Eu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/20/320/2381033/airlangga-pemerintah-dukung-industri-perfilman-kampanye-menonton-di-bioskop-dengan-aman-Y0dsyDN3Eu.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Upaya untuk memulihkan ekonomi nasional terus dilakukan Pemerintah. Setelah beberapa waktu lalu menerima audiensi dari para pelaku industri kreatif, khususnya animasi dan komik, Jumat (19/3/2021) Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi oleh Menteri Perindustrian menerima audiensi dari para insan perfilman di Loka Kretagama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
&amp;ldquo;Bapak Presiden secara langsung telah memberi arahan kepada saya, khusus untuk industri perfilman, pekerja film dan pekerja budaya. Maka dari itu kehadiran ini sangat penting. Saya juga sudah menerima usulan-usulan yang telah disampaikan teman-teman kepada Bapak Presiden,&amp;rdquo; kata Menko Airlangga.
Baca Juga: PPKM Diperluas, Epidemiolog Beri Catatan soal Penguatan 3T
 
Pada kesempatan tersebut, para insan perfilman yang hadir menyampaikan bahwa 90% pemasukan industri perfilman berasal dari bioskop yang merupakan hilir dari industri ini. Mereka menerangkan bahwa pemutaran film melalui digital platform atau streaming belum bisa memenuhi kebutuhan produksi film.
Ramainya bioskop memiliki efek sampai ke pekerja film sehingga kampanye meonton film di bioskop perlu digaungkan. Selain itu, mereka pun menyampaikan usulan stimulus pengalokasian dana pemulihan ekonomi nasional demi mendukung industri perfilman Indonesia.
Baca Juga: Mendagri Perluas Pelaksanaan PPKM Mikro di Lima Daerah Ini
 
&amp;ldquo;Saya telah membaca usulan-usulan yang disampaikan terkait alokasi dana pemulihan ekonomi nasional untuk sektor perfilman. Dari audiensi ini saya berharap bisa mendapatkan data-data yang konkret dan akuntabel sehingga bisa mendukung Pemerintah dalam mengambil keputusan, khususnya kebijakan mendukung pemulihan di sektor perfilman,&amp;rdquo; tambah Menko Airlangga.
Perwakilan tersebut menyampaikan bahwa pada tahun 2016, terdapat 2.418 jumlah usaha yang bergerak di sub-sektor film, animasi dan video, dengan jumlah tenaga kerja pada tahun 2019 diproyeksikan lebih dari 50.000 orang.
Dalam kesempatan kali ini, perwakilan dari perfilman menyampaikan  bahwa sejak industri film diangkat dari Daftar Negatif Investasi (DNI)  di tahun 2016, industri film Indonesia mengalami peningkatan 20% dari  segi investasi. Pada akhirnya industri film tanah air mampu tumbuh dan  masuk dalam 10 industri film terbesar di dunia. Hal ini merupakan  pencapaian tertinggi sepanjang sejarah industri perfilman Indonesia.  Mereka mengharapkan pencapaian ini tidak hanya menjadi kenangan.
Selanjutnya, Menko Airlangga menanggapi bahwa bioskop sudah dapat  dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, tetapi antusiasme  masyarakat untuk kembali menonton di bioskop memang belum pulih seperti  dulu.
&amp;ldquo;Pemerintah pasti mendukung penuh upaya kampanye nonton di bioskop  yang aman, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Saya berharap  bioskop-bioskop bisa lebih gencar lagi menggaungkan bahwa nonton di  bioskop akan tetap aman dengan memperhatikan protokol kesehatan. Kalau  stigma itu bisa sampai ke publik, mereka akan kembali berani nonton di  bioskop. Penuhi persyaratan itu, nanti akan kita dorong,&amp;rdquo; pungkasnya.
Menutup audiensi kali ini, para insan perfilman yang hadir sepakat  untuk membuat lebih rinci lagi terkait ide-ide yang telah disampaikan.  Rincian tersebut akan disusun oleh working group yang ada dan tentunya  juga didukung oleh riset-riset sebagaimana yang diminta oleh Pemerintah.
Audiensi kali ini dihadiri oleh Triawan Munaf, Mira Lesmana, Dian  Sastro, Wicky Olindo, Joko Anwar, Dewinta Hutagaol, Sunil Samtani, Chand  Parwez dan Angga Dwimas Sasongko. Selain itu, beberapa asosiasi yang  terkait dengan industri perfilman yang hadir secara daring (online).  Mereka semua mewakili stakeholder dalam industri perfilman.</description><content:encoded>JAKARTA - Upaya untuk memulihkan ekonomi nasional terus dilakukan Pemerintah. Setelah beberapa waktu lalu menerima audiensi dari para pelaku industri kreatif, khususnya animasi dan komik, Jumat (19/3/2021) Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi oleh Menteri Perindustrian menerima audiensi dari para insan perfilman di Loka Kretagama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
&amp;ldquo;Bapak Presiden secara langsung telah memberi arahan kepada saya, khusus untuk industri perfilman, pekerja film dan pekerja budaya. Maka dari itu kehadiran ini sangat penting. Saya juga sudah menerima usulan-usulan yang telah disampaikan teman-teman kepada Bapak Presiden,&amp;rdquo; kata Menko Airlangga.
Baca Juga: PPKM Diperluas, Epidemiolog Beri Catatan soal Penguatan 3T
 
Pada kesempatan tersebut, para insan perfilman yang hadir menyampaikan bahwa 90% pemasukan industri perfilman berasal dari bioskop yang merupakan hilir dari industri ini. Mereka menerangkan bahwa pemutaran film melalui digital platform atau streaming belum bisa memenuhi kebutuhan produksi film.
Ramainya bioskop memiliki efek sampai ke pekerja film sehingga kampanye meonton film di bioskop perlu digaungkan. Selain itu, mereka pun menyampaikan usulan stimulus pengalokasian dana pemulihan ekonomi nasional demi mendukung industri perfilman Indonesia.
Baca Juga: Mendagri Perluas Pelaksanaan PPKM Mikro di Lima Daerah Ini
 
&amp;ldquo;Saya telah membaca usulan-usulan yang disampaikan terkait alokasi dana pemulihan ekonomi nasional untuk sektor perfilman. Dari audiensi ini saya berharap bisa mendapatkan data-data yang konkret dan akuntabel sehingga bisa mendukung Pemerintah dalam mengambil keputusan, khususnya kebijakan mendukung pemulihan di sektor perfilman,&amp;rdquo; tambah Menko Airlangga.
Perwakilan tersebut menyampaikan bahwa pada tahun 2016, terdapat 2.418 jumlah usaha yang bergerak di sub-sektor film, animasi dan video, dengan jumlah tenaga kerja pada tahun 2019 diproyeksikan lebih dari 50.000 orang.
Dalam kesempatan kali ini, perwakilan dari perfilman menyampaikan  bahwa sejak industri film diangkat dari Daftar Negatif Investasi (DNI)  di tahun 2016, industri film Indonesia mengalami peningkatan 20% dari  segi investasi. Pada akhirnya industri film tanah air mampu tumbuh dan  masuk dalam 10 industri film terbesar di dunia. Hal ini merupakan  pencapaian tertinggi sepanjang sejarah industri perfilman Indonesia.  Mereka mengharapkan pencapaian ini tidak hanya menjadi kenangan.
Selanjutnya, Menko Airlangga menanggapi bahwa bioskop sudah dapat  dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, tetapi antusiasme  masyarakat untuk kembali menonton di bioskop memang belum pulih seperti  dulu.
&amp;ldquo;Pemerintah pasti mendukung penuh upaya kampanye nonton di bioskop  yang aman, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Saya berharap  bioskop-bioskop bisa lebih gencar lagi menggaungkan bahwa nonton di  bioskop akan tetap aman dengan memperhatikan protokol kesehatan. Kalau  stigma itu bisa sampai ke publik, mereka akan kembali berani nonton di  bioskop. Penuhi persyaratan itu, nanti akan kita dorong,&amp;rdquo; pungkasnya.
Menutup audiensi kali ini, para insan perfilman yang hadir sepakat  untuk membuat lebih rinci lagi terkait ide-ide yang telah disampaikan.  Rincian tersebut akan disusun oleh working group yang ada dan tentunya  juga didukung oleh riset-riset sebagaimana yang diminta oleh Pemerintah.
Audiensi kali ini dihadiri oleh Triawan Munaf, Mira Lesmana, Dian  Sastro, Wicky Olindo, Joko Anwar, Dewinta Hutagaol, Sunil Samtani, Chand  Parwez dan Angga Dwimas Sasongko. Selain itu, beberapa asosiasi yang  terkait dengan industri perfilman yang hadir secara daring (online).  Mereka semua mewakili stakeholder dalam industri perfilman.</content:encoded></item></channel></rss>
