<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fokus Cari Solusi Bagi Pemulihan Ekonomi Nasional &amp; Industri Padat Karya, Airlangga Temui Insan Film</title><description>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto secara militan terus menyiapkan solusi bagi percepatan pemulihan ekonomi nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/20/320/2381036/fokus-cari-solusi-bagi-pemulihan-ekonomi-nasional-industri-padat-karya-airlangga-temui-insan-film</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/20/320/2381036/fokus-cari-solusi-bagi-pemulihan-ekonomi-nasional-industri-padat-karya-airlangga-temui-insan-film"/><item><title>Fokus Cari Solusi Bagi Pemulihan Ekonomi Nasional &amp; Industri Padat Karya, Airlangga Temui Insan Film</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/20/320/2381036/fokus-cari-solusi-bagi-pemulihan-ekonomi-nasional-industri-padat-karya-airlangga-temui-insan-film</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/20/320/2381036/fokus-cari-solusi-bagi-pemulihan-ekonomi-nasional-industri-padat-karya-airlangga-temui-insan-film</guid><pubDate>Sabtu 20 Maret 2021 09:52 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/20/320/2381036/fokus-cari-solusi-bagi-pemulihan-ekonomi-nasional-industri-padat-karya-airlangga-temui-insan-film-Y3bayYHwwr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/20/320/2381036/fokus-cari-solusi-bagi-pemulihan-ekonomi-nasional-industri-padat-karya-airlangga-temui-insan-film-Y3bayYHwwr.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto secara militan terus menyiapkan solusi bagi percepatan pemulihan ekonomi nasional untuk berbagai sektor industri, terutama yang padat karya.
Contohnya, kemarin, Jumat (19/3/2021), sejumlah insan perfilman nasional, yang terdiri dari produser, sutradara, pekerja film, dan pengusaha bioskop menemui Ketua Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto, untuk membicarakan stimulus yang dinilai dapat menggerakkan kembali industri film.
Dalam kesempatan tersebut nampak hadir, Mira Lesmana, Joko Anwar, Angga Dwimas Sasongko, Dian Sastrowardoyo dan anggota DPR Komisi I yang juga bintang besar layar lebar Nurul Arifin serta sejumlah insan film yang lain.
Baca Juga: PPKM Diperluas, Epidemiolog Beri Catatan soal Penguatan 3T
 
Airlangga menyatakan memahami keluhan insan film yang sangat terdampak pandemi Covid 19, &quot;Saya sendiri sudah ke bioskop, tapi hanya saya sendiri yang nonton tidak ada yang lain, padahal itu weekend.&quot;
Menurut Airlangga, masyarakat sudah cukup banyak yang datang ke mal dan makan di restoran walaupun tidak penuh, tapi masih takut masuk bioskop.  Karena itu perlu ada kampanye  juga agar masyarakat punya keberanian ke bioskop, dan merasa aman. Lakukan berbagai prosedur dan sertifikasi kesehatan, kemudian tunjukkan pada masyarakat.
Anggota DPR Komisi I Nurul Arifin menilai stimulus yang diajukan oleh insan perfilman cukup masuk akal. Namun, yang terpenting adalah efek domino jika usulan ini diterima.
Baca Juga: Mendagri Perluas Pelaksanaan PPKM Mikro di Lima Daerah Ini
 
&quot;Karena saya lihat bagi Bapak Airlangga selaku Menko, yang terpenting adalah bagaimana bantuan ini kelak jika terealisasi, dapat sampai kepada para pekerja industri perfilman di tingkat bawah, karena di situ ada berbagai macam profesi yang terkena langsung dampak pandemi,&quot; tutur Nurul.
Dalam pernyataan bersama insan perfilman yang dikirimkan Mira Lesmana dijelaskan, jumlah pekerja industri film, animasi, dan video Indonesia sekitar 50.000 orang di tahun 2019. Pekerja bioskop, rata-rata 10 orang per layar sebelum pandemi dengan jumlah layar 2.217.
Di kala pandemi film yang dirilis di bioskop turun dari 129 ke 7 judul saja, dan bioskop dari 420 hanya beroperasi 190 selama pandemi. Dengan kondisi tersebut, otomatis banyak pekerja film yang kehilangan pekerjaan.Untuk itu, skema stimulus untuk industri perfilman Indonesia saat ini  sedang dipersiapkan oleh pemerintah berkomunikasi dengan para pelaku  industri film Indonesia.
Stimulus dirancang agar roda industri kembali berjalan, yaitu bioskop  sebagai penyumbang 90 persen dan pemasukan sebuah film bisa beroperasi  secara optimal, produser percaya diri memutar filmnya di bioskop dan  berproduksi lagi, sehingga para pekerja film di semua sub sektor kembali  bisa mendapatkan penghasilan.
Menurut informasi, salah satu bentuk stimulus yang diusulkan insan  film kampanye kembali nonton di bioskop, dan subsidi tiket bioskop  dengan skema 1 tiket = 4 tiket untuk meminimalisasi kerugian bioskop dan  membuat produser berani memasok kembali film. Agar bioskop kembali  ditonton juga bisa diberikan promo buy one get one free.
Dengan cara tersebut diharapkan bioskop kembali ramai dikunjungi,  produksi film kembali bergairah, seluruh pekerja film bisa kembali  bekerja dan berpenghasilan. Dampaknya diharapkan ekosistem film kembali  berputar,  termasuk bidang usaha yang bergantung pada film, termasuk  terbukanya lapangan pekerjaan baru.
Perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk program tersebut yang diusulkan insan film kepada KPC-PEN sebesar Rp500 Miliar. Untuk stimulus, Airlangga berjanji akan mencari formulasi yang tepat,  agar yang terbantu betul-betul pekerja film, bukan hanya bioskop yang  didominasi 4 jaringan bioskop besar.
Untuk mencari formulasi yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan  maka KPC PEN akan melakukan diskusi intensif dengan kelompok kerja dari  industri film.</description><content:encoded>JAKARTA - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto secara militan terus menyiapkan solusi bagi percepatan pemulihan ekonomi nasional untuk berbagai sektor industri, terutama yang padat karya.
Contohnya, kemarin, Jumat (19/3/2021), sejumlah insan perfilman nasional, yang terdiri dari produser, sutradara, pekerja film, dan pengusaha bioskop menemui Ketua Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto, untuk membicarakan stimulus yang dinilai dapat menggerakkan kembali industri film.
Dalam kesempatan tersebut nampak hadir, Mira Lesmana, Joko Anwar, Angga Dwimas Sasongko, Dian Sastrowardoyo dan anggota DPR Komisi I yang juga bintang besar layar lebar Nurul Arifin serta sejumlah insan film yang lain.
Baca Juga: PPKM Diperluas, Epidemiolog Beri Catatan soal Penguatan 3T
 
Airlangga menyatakan memahami keluhan insan film yang sangat terdampak pandemi Covid 19, &quot;Saya sendiri sudah ke bioskop, tapi hanya saya sendiri yang nonton tidak ada yang lain, padahal itu weekend.&quot;
Menurut Airlangga, masyarakat sudah cukup banyak yang datang ke mal dan makan di restoran walaupun tidak penuh, tapi masih takut masuk bioskop.  Karena itu perlu ada kampanye  juga agar masyarakat punya keberanian ke bioskop, dan merasa aman. Lakukan berbagai prosedur dan sertifikasi kesehatan, kemudian tunjukkan pada masyarakat.
Anggota DPR Komisi I Nurul Arifin menilai stimulus yang diajukan oleh insan perfilman cukup masuk akal. Namun, yang terpenting adalah efek domino jika usulan ini diterima.
Baca Juga: Mendagri Perluas Pelaksanaan PPKM Mikro di Lima Daerah Ini
 
&quot;Karena saya lihat bagi Bapak Airlangga selaku Menko, yang terpenting adalah bagaimana bantuan ini kelak jika terealisasi, dapat sampai kepada para pekerja industri perfilman di tingkat bawah, karena di situ ada berbagai macam profesi yang terkena langsung dampak pandemi,&quot; tutur Nurul.
Dalam pernyataan bersama insan perfilman yang dikirimkan Mira Lesmana dijelaskan, jumlah pekerja industri film, animasi, dan video Indonesia sekitar 50.000 orang di tahun 2019. Pekerja bioskop, rata-rata 10 orang per layar sebelum pandemi dengan jumlah layar 2.217.
Di kala pandemi film yang dirilis di bioskop turun dari 129 ke 7 judul saja, dan bioskop dari 420 hanya beroperasi 190 selama pandemi. Dengan kondisi tersebut, otomatis banyak pekerja film yang kehilangan pekerjaan.Untuk itu, skema stimulus untuk industri perfilman Indonesia saat ini  sedang dipersiapkan oleh pemerintah berkomunikasi dengan para pelaku  industri film Indonesia.
Stimulus dirancang agar roda industri kembali berjalan, yaitu bioskop  sebagai penyumbang 90 persen dan pemasukan sebuah film bisa beroperasi  secara optimal, produser percaya diri memutar filmnya di bioskop dan  berproduksi lagi, sehingga para pekerja film di semua sub sektor kembali  bisa mendapatkan penghasilan.
Menurut informasi, salah satu bentuk stimulus yang diusulkan insan  film kampanye kembali nonton di bioskop, dan subsidi tiket bioskop  dengan skema 1 tiket = 4 tiket untuk meminimalisasi kerugian bioskop dan  membuat produser berani memasok kembali film. Agar bioskop kembali  ditonton juga bisa diberikan promo buy one get one free.
Dengan cara tersebut diharapkan bioskop kembali ramai dikunjungi,  produksi film kembali bergairah, seluruh pekerja film bisa kembali  bekerja dan berpenghasilan. Dampaknya diharapkan ekosistem film kembali  berputar,  termasuk bidang usaha yang bergantung pada film, termasuk  terbukanya lapangan pekerjaan baru.
Perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk program tersebut yang diusulkan insan film kepada KPC-PEN sebesar Rp500 Miliar. Untuk stimulus, Airlangga berjanji akan mencari formulasi yang tepat,  agar yang terbantu betul-betul pekerja film, bukan hanya bioskop yang  didominasi 4 jaringan bioskop besar.
Untuk mencari formulasi yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan  maka KPC PEN akan melakukan diskusi intensif dengan kelompok kerja dari  industri film.</content:encoded></item></channel></rss>
