<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PTDI Ekspor Pesawat Rp354 Miliar ke Senegal, Intip Kecanggihannya</title><description>PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mengekspor 1 (satu) unit pesawat terbang  CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) senilai Rp354 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/20/320/2381083/ptdi-ekspor-pesawat-rp354-miliar-ke-senegal-intip-kecanggihannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/20/320/2381083/ptdi-ekspor-pesawat-rp354-miliar-ke-senegal-intip-kecanggihannya"/><item><title>PTDI Ekspor Pesawat Rp354 Miliar ke Senegal, Intip Kecanggihannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/20/320/2381083/ptdi-ekspor-pesawat-rp354-miliar-ke-senegal-intip-kecanggihannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/20/320/2381083/ptdi-ekspor-pesawat-rp354-miliar-ke-senegal-intip-kecanggihannya</guid><pubDate>Sabtu 20 Maret 2021 12:40 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/20/320/2381083/ptdi-ekspor-pesawat-rp354-miliar-ke-senegal-intip-kecanggihannya-tfe5a07eEB.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat Terbang (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/20/320/2381083/ptdi-ekspor-pesawat-rp354-miliar-ke-senegal-intip-kecanggihannya-tfe5a07eEB.JPG</image><title>Pesawat Terbang (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mengekspor 1 (satu) unit pesawat terbang CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) senilai Rp354 miliar. Pesawat itu diekspor untuk Senegal Air Force dalam kegiatan Ferry Flight.
Pesawat udara CN235-220 MPA ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain dapat lepas landas dengan jarak yang pendek dengan kondisi landasan yang belum beraspal dan berumput, mampu terbang selama 8 jam dengan sistem avionik glass cockpit, autopilot dan adanya winglet di ujung sayap agar lebih stabil dan irit bahan bakar.
Baca Juga: Ditantang Menhub Produksi Pesawat Amfibi, PTDI Bisa?
 
Pesawat udara CN235-220 Maritime Patrol Aircraft dilengkapi dengan Tactical Console (TACCO), 360&amp;#8304; Search Radar yang dapat mendeteksi target yang kecil sampai 200 NM (Nautical Mile) dan Automatic Identification System (AIS), sistem pelacakan otomatis untuk mengidentifikasi kapal sehingga dapat diperoleh posisi objek yang mencurigakan.
Pesawat udara CN235-220 MPA ini dilengkapi pula dengan Forward Looking Infra Red (FLIR) untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target, serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi, baik dalam kondisi siang maupun malam hari.
Baca Juga: Pesawat CN-235 Dikirim ke Senegal, Menhub: Saya Harus Beli Satu
 
Direktur Utama PT DI Elfien Goentoro mengatakan perseoran telah berhasil memproduksi dan mengirimkan pesawat CN235 sebanyak 69(enam puluh sembilan) unit untuk dalam negeri maupun luar negeri. Dari total sebanyak 286 unit populasi pesawat CN235 series di dunia, dimana saat ini PT DI merupakan satu-satunya industri manufaktur pesawat terbang di dunia yang memproduksi pesawat CN235.&amp;ldquo;Alhamdulillah dalam situasi ini PT DI berhasil melakukan ekspor  pertamanya di awal tahun 2021. Dengan diserahkannya pesawat CN235 ketiga  ini semoga dapat membantu meningkatkan kinerja Angkatan Udara Senegal  dalam setiap pelaksanaan operasi udara. Kami merasa bangga atas  kepercayaan yang telah diberikan oleh Pemerintah Senegal kepada PT DI  selama ini,&amp;rdquo; ujar Elfien di Jakarta, Sabtu (20/3/2021).
Sebagai informasi, sebagian modal kerja PT DI dalam membuat pesawat  ini didanai oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia  Eximbank dengan skema National Interest Account (NIA). Skema tersebut  merupakan penugasan khusus dari Kementerian Keuangan untuk penyediaan  pembiayaan ekspor pesawat udara dengan pasar Afrika dan Asia Selatan.  Pembiayaan ini juga mempertimbangkan dampak ekonomi dan sosial  diantaranya penyerapan tenaga kerja lebih dari 4.000 orang serta  perluasan negara tujuan ekspor Indonesia ke pasar non tradisional.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mengekspor 1 (satu) unit pesawat terbang CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) senilai Rp354 miliar. Pesawat itu diekspor untuk Senegal Air Force dalam kegiatan Ferry Flight.
Pesawat udara CN235-220 MPA ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain dapat lepas landas dengan jarak yang pendek dengan kondisi landasan yang belum beraspal dan berumput, mampu terbang selama 8 jam dengan sistem avionik glass cockpit, autopilot dan adanya winglet di ujung sayap agar lebih stabil dan irit bahan bakar.
Baca Juga: Ditantang Menhub Produksi Pesawat Amfibi, PTDI Bisa?
 
Pesawat udara CN235-220 Maritime Patrol Aircraft dilengkapi dengan Tactical Console (TACCO), 360&amp;#8304; Search Radar yang dapat mendeteksi target yang kecil sampai 200 NM (Nautical Mile) dan Automatic Identification System (AIS), sistem pelacakan otomatis untuk mengidentifikasi kapal sehingga dapat diperoleh posisi objek yang mencurigakan.
Pesawat udara CN235-220 MPA ini dilengkapi pula dengan Forward Looking Infra Red (FLIR) untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target, serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi, baik dalam kondisi siang maupun malam hari.
Baca Juga: Pesawat CN-235 Dikirim ke Senegal, Menhub: Saya Harus Beli Satu
 
Direktur Utama PT DI Elfien Goentoro mengatakan perseoran telah berhasil memproduksi dan mengirimkan pesawat CN235 sebanyak 69(enam puluh sembilan) unit untuk dalam negeri maupun luar negeri. Dari total sebanyak 286 unit populasi pesawat CN235 series di dunia, dimana saat ini PT DI merupakan satu-satunya industri manufaktur pesawat terbang di dunia yang memproduksi pesawat CN235.&amp;ldquo;Alhamdulillah dalam situasi ini PT DI berhasil melakukan ekspor  pertamanya di awal tahun 2021. Dengan diserahkannya pesawat CN235 ketiga  ini semoga dapat membantu meningkatkan kinerja Angkatan Udara Senegal  dalam setiap pelaksanaan operasi udara. Kami merasa bangga atas  kepercayaan yang telah diberikan oleh Pemerintah Senegal kepada PT DI  selama ini,&amp;rdquo; ujar Elfien di Jakarta, Sabtu (20/3/2021).
Sebagai informasi, sebagian modal kerja PT DI dalam membuat pesawat  ini didanai oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia  Eximbank dengan skema National Interest Account (NIA). Skema tersebut  merupakan penugasan khusus dari Kementerian Keuangan untuk penyediaan  pembiayaan ekspor pesawat udara dengan pasar Afrika dan Asia Selatan.  Pembiayaan ini juga mempertimbangkan dampak ekonomi dan sosial  diantaranya penyerapan tenaga kerja lebih dari 4.000 orang serta  perluasan negara tujuan ekspor Indonesia ke pasar non tradisional.</content:encoded></item></channel></rss>
