<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Mau Impor 3,07 Juta Ton, Beginilah Cara Hasilkan Garam Bermutu</title><description>Pemerintah akan melakukan impor garam sebesar 3,07 juta ton garam pada tahun ini.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/20/320/2381147/ri-mau-impor-3-07-juta-ton-beginilah-cara-hasilkan-garam-bermutu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/20/320/2381147/ri-mau-impor-3-07-juta-ton-beginilah-cara-hasilkan-garam-bermutu"/><item><title>RI Mau Impor 3,07 Juta Ton, Beginilah Cara Hasilkan Garam Bermutu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/20/320/2381147/ri-mau-impor-3-07-juta-ton-beginilah-cara-hasilkan-garam-bermutu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/20/320/2381147/ri-mau-impor-3-07-juta-ton-beginilah-cara-hasilkan-garam-bermutu</guid><pubDate>Sabtu 20 Maret 2021 15:30 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/20/320/2381147/ri-mau-impor-3-07-juta-ton-beginilah-cara-hasilkan-garam-bermutu-3v7MZGYx0J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Garam (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/20/320/2381147/ri-mau-impor-3-07-juta-ton-beginilah-cara-hasilkan-garam-bermutu-3v7MZGYx0J.jpg</image><title>Garam (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah akan melakukan impor garam sebesar 3,07 juta ton garam pada tahun ini.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan industri yang berbahan baku garam.
Lantas seperti apa sih metode pengelolaan garam bermutu dan juga layak untuk industri?
Guru besar Teknik Kimia dari Universitas Indonesia, Prof. Misri Gozan mengatakan, metode pengolahan garam di Indonesia yang dapat menghasilkan garam untuk kebutuhan industri. Menurutnya, garam yang dihasilkan dengan mutu cukup tinggi dapat dilakukan dengan membuat meja garam atau tumpukan garam (salt crystal table).
Baca Juga: Alih-Alih Impor, Kemenko Perekonomian Tugasi Kemenperin Serap Garam Lokal Hingga 1,5 Juta Ton di 2021
 
&amp;ldquo;Panen garam setelah lahan garam terbentuk tumpukan garam yang cukup tinggi, (penampakan) putih bersih,&amp;rdquo; ucapnya dalam keterangannya, Sabtu (20/3/2021).
Dia menambahkan pengelolaan garam yang baik dimulai dari perluasan lahan. Kemudian dengan penyediaan air baku (air tua) yang bersih untuk menghasilkan garam dengan kadar NaCl lebih dari 96%.
&amp;ldquo;Dan dengan penggunaan lahan yang khusus untuk industri serta pemanenan diperlukan waktu yang cukup.
Baca Juga: Mendag: Garam yang Diimpor untuk Kebutuhan Industri
 
Selain itu, pemilihan lokasi garam juga sangat penting. Di Indonesia dengan kelembaban udara pada 50%-90%, maka makin tinggi angka kelembaban udara maka makin sulit melakukan penguapan air laut.
&amp;ldquo;Daerah terbaik untuk tambak garam saat ini adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan humiditas sangat rendah dan waktu musim kering cukup panjang,&amp;rdquo; jelasnya.
Dia menjelaskan mayoritas pengolahan lahan garam pada saat ini dilakukan secara tradisional dengan lahan yang sempit. Lahan tersebut digunakan bergantian dengan tambak udang atau bandeng hingga sawah padi.
Pada saat panen, para petani garam tidak sabar menunggu menuai garam  yang masih kotor. Hal ini karena petani garam terdesak untuk pemenuhan  uang untuk kebutuhan rumah tangga, karena umumnya petani garam menyewa  lahan (hutang) dan sudah terikat ijon dengan pihak-pihak tertentu.
&amp;ldquo;Di sisi lain, sering pengijon tidak menghargai pula perbedaan garam  baik denagn garam mutu rendah dengan kadar NaCl kurang dari 90%,&amp;rdquo;  jelasny.
Guru besar UI menerangkang penggunaan geomembran oleh petani garam.  Geomembran untuk meningkatkan suhu lahan sehingga mempercepat penguapan.
Teknologi ini memerlukan modal yang besar bagi petani untuk membeli  lembaran plastik khusus. Sehingga pentai garam enggan dengan metode ini  karena tidak punya modal.
&amp;ldquo;Biasanya (geomembran) hanya bisa dipakai sekali musim karena robek  dan tidak adanya tempat simpan geomembran karena lahan harus digunakan  untuk keperluan lain,&amp;rdquo; jelasnya.
Sementara itu, CEO PT Garam Achma Ardianto mengatakan, pihaknya  maupun petani garam masih belum dapat menghasilkan garam secara  konsisten untuk kebutuhan industri selain industri aneka pangan.  Industri yang dimaksud adalah chlor alkali plant (CAP).
&amp;ldquo;Cara menghasilkan garam di lokal melalui pertanian melalui cara  manual. Sedangkan garam impor dihasilkan dengan proses mekanisasi. Yakni  industrialisasi penghasil garam, proses dengan mekanik, masa panen  lebih panjang, sehingga mutu lebih konsisten,&amp;rdquo; jelasnya</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah akan melakukan impor garam sebesar 3,07 juta ton garam pada tahun ini.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan industri yang berbahan baku garam.
Lantas seperti apa sih metode pengelolaan garam bermutu dan juga layak untuk industri?
Guru besar Teknik Kimia dari Universitas Indonesia, Prof. Misri Gozan mengatakan, metode pengolahan garam di Indonesia yang dapat menghasilkan garam untuk kebutuhan industri. Menurutnya, garam yang dihasilkan dengan mutu cukup tinggi dapat dilakukan dengan membuat meja garam atau tumpukan garam (salt crystal table).
Baca Juga: Alih-Alih Impor, Kemenko Perekonomian Tugasi Kemenperin Serap Garam Lokal Hingga 1,5 Juta Ton di 2021
 
&amp;ldquo;Panen garam setelah lahan garam terbentuk tumpukan garam yang cukup tinggi, (penampakan) putih bersih,&amp;rdquo; ucapnya dalam keterangannya, Sabtu (20/3/2021).
Dia menambahkan pengelolaan garam yang baik dimulai dari perluasan lahan. Kemudian dengan penyediaan air baku (air tua) yang bersih untuk menghasilkan garam dengan kadar NaCl lebih dari 96%.
&amp;ldquo;Dan dengan penggunaan lahan yang khusus untuk industri serta pemanenan diperlukan waktu yang cukup.
Baca Juga: Mendag: Garam yang Diimpor untuk Kebutuhan Industri
 
Selain itu, pemilihan lokasi garam juga sangat penting. Di Indonesia dengan kelembaban udara pada 50%-90%, maka makin tinggi angka kelembaban udara maka makin sulit melakukan penguapan air laut.
&amp;ldquo;Daerah terbaik untuk tambak garam saat ini adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan humiditas sangat rendah dan waktu musim kering cukup panjang,&amp;rdquo; jelasnya.
Dia menjelaskan mayoritas pengolahan lahan garam pada saat ini dilakukan secara tradisional dengan lahan yang sempit. Lahan tersebut digunakan bergantian dengan tambak udang atau bandeng hingga sawah padi.
Pada saat panen, para petani garam tidak sabar menunggu menuai garam  yang masih kotor. Hal ini karena petani garam terdesak untuk pemenuhan  uang untuk kebutuhan rumah tangga, karena umumnya petani garam menyewa  lahan (hutang) dan sudah terikat ijon dengan pihak-pihak tertentu.
&amp;ldquo;Di sisi lain, sering pengijon tidak menghargai pula perbedaan garam  baik denagn garam mutu rendah dengan kadar NaCl kurang dari 90%,&amp;rdquo;  jelasny.
Guru besar UI menerangkang penggunaan geomembran oleh petani garam.  Geomembran untuk meningkatkan suhu lahan sehingga mempercepat penguapan.
Teknologi ini memerlukan modal yang besar bagi petani untuk membeli  lembaran plastik khusus. Sehingga pentai garam enggan dengan metode ini  karena tidak punya modal.
&amp;ldquo;Biasanya (geomembran) hanya bisa dipakai sekali musim karena robek  dan tidak adanya tempat simpan geomembran karena lahan harus digunakan  untuk keperluan lain,&amp;rdquo; jelasnya.
Sementara itu, CEO PT Garam Achma Ardianto mengatakan, pihaknya  maupun petani garam masih belum dapat menghasilkan garam secara  konsisten untuk kebutuhan industri selain industri aneka pangan.  Industri yang dimaksud adalah chlor alkali plant (CAP).
&amp;ldquo;Cara menghasilkan garam di lokal melalui pertanian melalui cara  manual. Sedangkan garam impor dihasilkan dengan proses mekanisasi. Yakni  industrialisasi penghasil garam, proses dengan mekanik, masa panen  lebih panjang, sehingga mutu lebih konsisten,&amp;rdquo; jelasnya</content:encoded></item></channel></rss>
