<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anak Usaha Pelindo II Rampungkan 4 Kapal Tunda Rp230 Miliar</title><description>Kejar pertumbuhan pendapatan dengan merampungkan kontrak sesuai target terus di jaga PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/22/278/2381955/anak-usaha-pelindo-ii-rampungkan-4-kapal-tunda-rp230-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/22/278/2381955/anak-usaha-pelindo-ii-rampungkan-4-kapal-tunda-rp230-miliar"/><item><title>Anak Usaha Pelindo II Rampungkan 4 Kapal Tunda Rp230 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/22/278/2381955/anak-usaha-pelindo-ii-rampungkan-4-kapal-tunda-rp230-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/22/278/2381955/anak-usaha-pelindo-ii-rampungkan-4-kapal-tunda-rp230-miliar</guid><pubDate>Senin 22 Maret 2021 14:20 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/22/278/2381955/anak-usaha-pelindo-ii-rampungkan-4-kapal-tunda-rp230-miliar-2lkq9s4Z8P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logistik (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/22/278/2381955/anak-usaha-pelindo-ii-rampungkan-4-kapal-tunda-rp230-miliar-2lkq9s4Z8P.jpg</image><title>Logistik (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kejar pertumbuhan pendapatan dengan merampungkan kontrak sesuai target terus di jaga PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM). Dimana anak usaha dari PT Pelindo (Persero) II ini berhasil merampungkan tahap akhir pembangunan 4 kapal tunda berkapasitas 2 x 2200 horse power dengan nilai investasi Rp230 miliar.

Direktur Utama Jasa Armada Indonesia, Amri Yusuf dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menuturkan, penambahan 4 armada ini akan menjadi tambahan kekuatan perseroan untuk menjaga kinerja perseroan di tengah pandemi Covid-19.

&quot;Pada November 2020 lalu IPCM telah memperoleh pelimpahan pelaksanaan pelayanan jasa pemanduan [pilotage] dan penundaan [towage] dari Kementerian Perhubungan RI di wilayah perairan wajib pandu Pelabuhan Internasional Patimban, pelabuhan baru di daerah Subang Jawa Barat, dan Terminal Khusus [Tersus] PT Jawa Satu Power,&quot;ujarnya mengutip Neraca.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Heboh Pompom Saham, Waspada Investor Tak Berkualitas
Pada Jumat (19/3), KT-IPCM Abimanyu I telah selesai dikerjakan dan resmi diluncurkan di Citra Shipyard Batam, perusahaan pembuat kapal tunda di Sei Lekop, Sagulung, Batam.

Sebelumnya, KT-IPCM Abimanyu II, III, dan IV secara paralel telah memulai olah geraknya di sejumlah wilayah operasi IPCM di berbagai daerah. Jasa Armada Indonesia optimistis selesainya pembangunan keseluruhan armada ini akan berkontribusi pada kinerja pada 2021, khususnya pada pasar-pasar baru yang dikembangkan oleh IPCM.Amri juga menambahkan, dengan semakin luasnya peluang pasar IPCM pada  2021, perseroan akan melakukan pengadaan penambahan jumlah armada lagi  yakni 1 kapal tunda dan 3 motor pandu dengan total investasi Rp95,4  miliar. Dia mengatakan, investasi kapal tunda baru ini diharapkan dapat  terus menjaga service level guarantee dan service level agreement kepada  pengguna jasa IPCM. Perseroan berupaya terus memberikan pelayanan yang  terbaik kepada pelanggan dengan menambah investasi kapal yang  dibutuhkan.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pendapatan bisa  bertumbuh 20%. Sektor pelabuhan umum dan non pelabuhan diharapkan bisa  menyumbang 5% dan 15% terhadap pendapatan tahun ini. Amri seperti  dikutip investor pernah bilang, perseroan berencana menguatkan bisnis  inti di jasa penundaan (towage) dan pemanduan (pilotage) dan  meningkatkan implementasi teknologi informasi untuk mencapai target  tersebut. &quot;Penggunaan teknologi digital bisa membantu perseroan untuk  mengetahui pergerakan kapal yang linier terhadap konsumsi bahan bakar  dan pendapatan,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kejar pertumbuhan pendapatan dengan merampungkan kontrak sesuai target terus di jaga PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM). Dimana anak usaha dari PT Pelindo (Persero) II ini berhasil merampungkan tahap akhir pembangunan 4 kapal tunda berkapasitas 2 x 2200 horse power dengan nilai investasi Rp230 miliar.

Direktur Utama Jasa Armada Indonesia, Amri Yusuf dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menuturkan, penambahan 4 armada ini akan menjadi tambahan kekuatan perseroan untuk menjaga kinerja perseroan di tengah pandemi Covid-19.

&quot;Pada November 2020 lalu IPCM telah memperoleh pelimpahan pelaksanaan pelayanan jasa pemanduan [pilotage] dan penundaan [towage] dari Kementerian Perhubungan RI di wilayah perairan wajib pandu Pelabuhan Internasional Patimban, pelabuhan baru di daerah Subang Jawa Barat, dan Terminal Khusus [Tersus] PT Jawa Satu Power,&quot;ujarnya mengutip Neraca.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Heboh Pompom Saham, Waspada Investor Tak Berkualitas
Pada Jumat (19/3), KT-IPCM Abimanyu I telah selesai dikerjakan dan resmi diluncurkan di Citra Shipyard Batam, perusahaan pembuat kapal tunda di Sei Lekop, Sagulung, Batam.

Sebelumnya, KT-IPCM Abimanyu II, III, dan IV secara paralel telah memulai olah geraknya di sejumlah wilayah operasi IPCM di berbagai daerah. Jasa Armada Indonesia optimistis selesainya pembangunan keseluruhan armada ini akan berkontribusi pada kinerja pada 2021, khususnya pada pasar-pasar baru yang dikembangkan oleh IPCM.Amri juga menambahkan, dengan semakin luasnya peluang pasar IPCM pada  2021, perseroan akan melakukan pengadaan penambahan jumlah armada lagi  yakni 1 kapal tunda dan 3 motor pandu dengan total investasi Rp95,4  miliar. Dia mengatakan, investasi kapal tunda baru ini diharapkan dapat  terus menjaga service level guarantee dan service level agreement kepada  pengguna jasa IPCM. Perseroan berupaya terus memberikan pelayanan yang  terbaik kepada pelanggan dengan menambah investasi kapal yang  dibutuhkan.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pendapatan bisa  bertumbuh 20%. Sektor pelabuhan umum dan non pelabuhan diharapkan bisa  menyumbang 5% dan 15% terhadap pendapatan tahun ini. Amri seperti  dikutip investor pernah bilang, perseroan berencana menguatkan bisnis  inti di jasa penundaan (towage) dan pemanduan (pilotage) dan  meningkatkan implementasi teknologi informasi untuk mencapai target  tersebut. &quot;Penggunaan teknologi digital bisa membantu perseroan untuk  mengetahui pergerakan kapal yang linier terhadap konsumsi bahan bakar  dan pendapatan,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
