<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Percepat Pemulihan Ekonomi, BI Tagih Bank Turunkan Suku Bunga Kredit</title><description>Bank Indonesia (BI) menyatakan, perekonomian global berpotensi tumbuh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/22/320/2381751/percepat-pemulihan-ekonomi-bi-tagih-bank-turunkan-suku-bunga-kredit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/22/320/2381751/percepat-pemulihan-ekonomi-bi-tagih-bank-turunkan-suku-bunga-kredit"/><item><title>   Percepat Pemulihan Ekonomi, BI Tagih Bank Turunkan Suku Bunga Kredit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/22/320/2381751/percepat-pemulihan-ekonomi-bi-tagih-bank-turunkan-suku-bunga-kredit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/22/320/2381751/percepat-pemulihan-ekonomi-bi-tagih-bank-turunkan-suku-bunga-kredit</guid><pubDate>Senin 22 Maret 2021 09:28 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/22/320/2381751/percepat-pemulihan-ekonomi-bi-tagih-bank-turunkan-suku-bunga-kredit-MQjsPhiLH0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/22/320/2381751/percepat-pemulihan-ekonomi-bi-tagih-bank-turunkan-suku-bunga-kredit-MQjsPhiLH0.jpg</image><title>Bank Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, perekonomian global berpotensi tumbuh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, sementara perbaikan ekonomi domestik diperkirakan berlanjut.

Menyikapi perkembangan tersebut dan hasil asesmen keseluruhan, Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur tanggal 17-18 Maret 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%.

&quot;Ke depan, untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional lebih lanjut, Bank Indonesia lebih mengoptimalkan kebijakan makroprudensial akomodatif, akselerasi pendalaman pasar uang, dukungan kebijakan internasional, serta digitalisasi sistem pembayaran,&quot; kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (22/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Gubernur BI Tagih Perbankan Percepat Penurunan Suku Bunga&amp;nbsp;
Demikian intisari Tinjauan Kebijakan Moneter (TKM) Maret 2021 yang terbit Jumat, 19 Maret 2021.

Bank Indonesia menempuh langkah-langkah kebijakan sebagai tindak lanjut sinergi kebijakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam Paket Kebijakan Terpadu untuk Peningkatan Pembiayaan Dunia Usaha.

Sejalan dengan kebijakan moneter akomodatif Bank Indonesia dan sinergi dengan kebijakan fiskal Pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, kondisi likuiditas di perbankan dan pasar keuangan tetap longgar.

&quot;Penurunan suku bunga kebijakan moneter dan longgarnya likuiditas mendorong suku bunga terus menurun, meskipun penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong,&quot; katanya.

Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) bank-bank BUMN diperkirakan akan menurun sejalan dengan rencana penurunan yang telah diumumkan.

Bank Indonesia mengharapkan bank-bank lain juga dapat mempercepat penurunan suku bunga kredit sebagai upaya bersama untuk mendorong kredit/pembiayaan bagi dunia usaha dan pemulihan ekonomi nasional.

TKM menyampaikan hasil evaluasi atas perkembangan ekonomi dan kondisi moneter terkini selama bulan laporan, serta keputusan respons kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia. TKM tersebut dipublikasikan secara bulanan oleh Bank Indonesia setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG).</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, perekonomian global berpotensi tumbuh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, sementara perbaikan ekonomi domestik diperkirakan berlanjut.

Menyikapi perkembangan tersebut dan hasil asesmen keseluruhan, Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur tanggal 17-18 Maret 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%.

&quot;Ke depan, untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional lebih lanjut, Bank Indonesia lebih mengoptimalkan kebijakan makroprudensial akomodatif, akselerasi pendalaman pasar uang, dukungan kebijakan internasional, serta digitalisasi sistem pembayaran,&quot; kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (22/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Gubernur BI Tagih Perbankan Percepat Penurunan Suku Bunga&amp;nbsp;
Demikian intisari Tinjauan Kebijakan Moneter (TKM) Maret 2021 yang terbit Jumat, 19 Maret 2021.

Bank Indonesia menempuh langkah-langkah kebijakan sebagai tindak lanjut sinergi kebijakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam Paket Kebijakan Terpadu untuk Peningkatan Pembiayaan Dunia Usaha.

Sejalan dengan kebijakan moneter akomodatif Bank Indonesia dan sinergi dengan kebijakan fiskal Pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, kondisi likuiditas di perbankan dan pasar keuangan tetap longgar.

&quot;Penurunan suku bunga kebijakan moneter dan longgarnya likuiditas mendorong suku bunga terus menurun, meskipun penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong,&quot; katanya.

Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) bank-bank BUMN diperkirakan akan menurun sejalan dengan rencana penurunan yang telah diumumkan.

Bank Indonesia mengharapkan bank-bank lain juga dapat mempercepat penurunan suku bunga kredit sebagai upaya bersama untuk mendorong kredit/pembiayaan bagi dunia usaha dan pemulihan ekonomi nasional.

TKM menyampaikan hasil evaluasi atas perkembangan ekonomi dan kondisi moneter terkini selama bulan laporan, serta keputusan respons kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia. TKM tersebut dipublikasikan secara bulanan oleh Bank Indonesia setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG).</content:encoded></item></channel></rss>
