<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masih Jauh dari Harapan, Wapres Ungkap Tantangan Pengembangan Ekonomi Syariah</title><description>Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin menyebut kondisi sosial dan ekonomi umat masih jauh dari harapan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/22/320/2382124/masih-jauh-dari-harapan-wapres-ungkap-tantangan-pengembangan-ekonomi-syariah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/22/320/2382124/masih-jauh-dari-harapan-wapres-ungkap-tantangan-pengembangan-ekonomi-syariah"/><item><title>Masih Jauh dari Harapan, Wapres Ungkap Tantangan Pengembangan Ekonomi Syariah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/22/320/2382124/masih-jauh-dari-harapan-wapres-ungkap-tantangan-pengembangan-ekonomi-syariah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/22/320/2382124/masih-jauh-dari-harapan-wapres-ungkap-tantangan-pengembangan-ekonomi-syariah</guid><pubDate>Senin 22 Maret 2021 17:33 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/22/320/2382124/masih-jauh-dari-harapan-wapres-ungkap-tantangan-pengembangan-ekonomi-syariah-uzEHMNhQQf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Maruf Amin (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/22/320/2382124/masih-jauh-dari-harapan-wapres-ungkap-tantangan-pengembangan-ekonomi-syariah-uzEHMNhQQf.jpg</image><title>Maruf Amin (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin menyebut kondisi sosial dan ekonomi umat masih jauh dari harapan. Hal ini bisa terlihat dari beberapa kasus yang terjadi di Indonesia maupun global.

Misalnya adalah masih adanya kesenjangan ekonomi yang bahkan semakin melebar. Kemudian, ditambah dengan adanya pandemi covid-19 yang semakin memperlambat laju ekonomi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pesan Wapres ke Erick Thohir: MES Harus Jadi Penggerak Usaha Syariah
&amp;ldquo;Kondisi sosial dan ekonomi umat masih jauh dari harapan. Pada kondisi sosial dan ekonomi dimaksud, di antaranya mencakup adanya kesenjangan ekonomi yang dirasakan makin melebar,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara pelantikan secara virtual, Senin (22/3/2021).

Selain itu lanjut Wapres, pembangunan ekonomi juga belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Ditambah tingkat literasi masyarakat dalam mengakses sumber daya ekonomi juga masih sangat  rendah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Erick Thohir: BSI Beri Efek Signifikan ke Industri Syariah Indonesia
Di sisi lain, berbagai upaya pemberdayaan ekonomi umat oleh organisasi-organisasi Islam masih tertatih-tatih. Karena pengembangan ini terkendala terbatasnya sumber daya termasuk permodalan.&amp;ldquo;Pembangunan ekonomi yang belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Tingkat literasi masyarakat dalam hal mengakses sumber daya ekonomi,  termasuk pengetahuan terhadap ekonomi dan keuangan syariah, masih  rendah,&amp;rdquo; jelasnya.

Sementara itu, di faktor global, presepsi bahwa islam adalah agama  konflik dan kekerasan masih ada. Selain itu, masih adanya upaya  membenturkan keislaman dengan kebangsaan, keislaman dengan sains  teknologi, serta keumatan dengan kemasyarakatan.

&amp;ldquo;Masih ada fenomena Islamofobia terutama di AS dan Eropa,&amp;rdquo; kata Ma&amp;rsquo;ruf.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin menyebut kondisi sosial dan ekonomi umat masih jauh dari harapan. Hal ini bisa terlihat dari beberapa kasus yang terjadi di Indonesia maupun global.

Misalnya adalah masih adanya kesenjangan ekonomi yang bahkan semakin melebar. Kemudian, ditambah dengan adanya pandemi covid-19 yang semakin memperlambat laju ekonomi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pesan Wapres ke Erick Thohir: MES Harus Jadi Penggerak Usaha Syariah
&amp;ldquo;Kondisi sosial dan ekonomi umat masih jauh dari harapan. Pada kondisi sosial dan ekonomi dimaksud, di antaranya mencakup adanya kesenjangan ekonomi yang dirasakan makin melebar,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara pelantikan secara virtual, Senin (22/3/2021).

Selain itu lanjut Wapres, pembangunan ekonomi juga belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Ditambah tingkat literasi masyarakat dalam mengakses sumber daya ekonomi juga masih sangat  rendah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Erick Thohir: BSI Beri Efek Signifikan ke Industri Syariah Indonesia
Di sisi lain, berbagai upaya pemberdayaan ekonomi umat oleh organisasi-organisasi Islam masih tertatih-tatih. Karena pengembangan ini terkendala terbatasnya sumber daya termasuk permodalan.&amp;ldquo;Pembangunan ekonomi yang belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Tingkat literasi masyarakat dalam hal mengakses sumber daya ekonomi,  termasuk pengetahuan terhadap ekonomi dan keuangan syariah, masih  rendah,&amp;rdquo; jelasnya.

Sementara itu, di faktor global, presepsi bahwa islam adalah agama  konflik dan kekerasan masih ada. Selain itu, masih adanya upaya  membenturkan keislaman dengan kebangsaan, keislaman dengan sains  teknologi, serta keumatan dengan kemasyarakatan.

&amp;ldquo;Masih ada fenomena Islamofobia terutama di AS dan Eropa,&amp;rdquo; kata Ma&amp;rsquo;ruf.</content:encoded></item></channel></rss>
