<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi Mulai Ngebut di Kuartal III-2021</title><description>Kemenkeu memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mulai terasa jauh membaik pada triwulan III 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/22/320/2382130/pertumbuhan-ekonomi-mulai-ngebut-di-kuartal-iii-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/22/320/2382130/pertumbuhan-ekonomi-mulai-ngebut-di-kuartal-iii-2021"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi Mulai Ngebut di Kuartal III-2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/22/320/2382130/pertumbuhan-ekonomi-mulai-ngebut-di-kuartal-iii-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/22/320/2382130/pertumbuhan-ekonomi-mulai-ngebut-di-kuartal-iii-2021</guid><pubDate>Senin 22 Maret 2021 17:42 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/22/320/2382130/pertumbuhan-ekonomi-mulai-ngebut-di-kuartal-iii-2021-24qE6cJlt0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/22/320/2382130/pertumbuhan-ekonomi-mulai-ngebut-di-kuartal-iii-2021-24qE6cJlt0.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mulai terasa jauh membaik pada triwulan III 2021 setelah program vaksinasi semakin masif dilakukan.
&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi ini akan terasa mulai terjadi kita perkirakan pada triwulan III ketika mulai banyak yang divaksinasi dan kemudian semakin lama semakin meningkat di triwulan IV dan seterusnya untuk tahun 2022,&amp;rdquo; kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenkeu Iskandar Simorangkir saat menjadi pembicara dalam diskusi daring bertajuk &quot;Reimagining The Future of Indonesia,&quot; dilansir dari Antara, Senin (22/3/2021).
Baca Juga: Satu Data Indonesia Kunci Pengembangan Sektor Digital
Dia menyebut pertumbuhan ekonomi Tanah Air semakin membaik sesudah mengalami kontraksi yang cukup dalam pada triwulan III sebesar -3,49% dan -2,19 pada triwulan empat 2020. Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup baik jika dibandingkan dengan negara/negara anggota G20 lainnya.
&amp;ldquo;Apa yang bisa kita analisis dan simpulkan, berarti kita itu pada track yang benar bahwa pertumbuhan kita itu semakin membaik. Ini tidak terlepas tentunya dari policy yang dilakukan pemerintah bergandengan tangan dengan para pelaku usaha,&amp;rdquo; ucapnya.
Baca Juga: Airlangga: Pemerintah Dukung Industri Perfilman &amp;amp; Kampanye Menonton di Bioskop dengan Aman
Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 2021 sebesar 4,5 sampai 5,3%, kata Iskandar, pemerintah melakukan kombinasi kebijakan antara aspek kesehatan dan aspek ekonomi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
Dia menjelaskan aspek kesehatan sebagai game changer perekonomian menjadi aspek utama pemerintah. Salah satunya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang kini diperluas ke 15 provinsi.
Kemudian, lanjut Iskandar, pemerintah juga mencari cara agar konsumsi masyarakat yang menyumbang sebanyak 57% terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terus menggeliat.Bagi masyarakat kelompok bawah, pemerintah telah memberikan sejumlah  bantuan seperti PKH hingga bantuan langsung tunai. Sedangkan untuk  mendorong konsumsi kelompok menengah dan atas yang berkontribusi 80%  dari angka konsumsi, pemerintah menyiasatinya dengan percepatan  vaksinasi.
&amp;ldquo;Pemerintah meningkatkan confidence dari masyarakat menengah atas  dengan melakukan percepatan vaksinasi. Harapannya nanti konsumsi kita  bisa meningkat diiringi dengan nanti dengan sisi supply-nya,&quot; jelas  Iskandar.
Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga mendorong ekspor dan  mendorong belanja pemerintah sebagaimana yang tercermin pada APBN 2021.
&amp;ldquo;Dari APBN kita yang sebesar Rp2.700 triliun, dimana Rp699 triliun  itu dilalokasikan untuk anggaran pemulihan ekonomi nasional, baik itu  untuk UMKM, korporasi, sektoral dan juga penanganan kesehatan,&amp;rdquo; kata  Iskandar.
Sedangkan untuk penanganan jangka menengah dan panjang, tuturnya,  salah satu kebijakan yang diambil pemerintah dengan menuntaskan  peraturan pelaksanaan undang-undang cipta kerja.
Dengan adanya kemudahan berusaha iklim investasi yang lebih baik di  Indonesia dan lebih gampang akan mendorong investasi. Sehingga nanti  pertumbuhan ekonomi bisa didorong menjadi lebih tinggi lagi dan  pengangguran bisa ditekan seminimal mungkin,&amp;rdquo; kata Iskandar.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mulai terasa jauh membaik pada triwulan III 2021 setelah program vaksinasi semakin masif dilakukan.
&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi ini akan terasa mulai terjadi kita perkirakan pada triwulan III ketika mulai banyak yang divaksinasi dan kemudian semakin lama semakin meningkat di triwulan IV dan seterusnya untuk tahun 2022,&amp;rdquo; kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenkeu Iskandar Simorangkir saat menjadi pembicara dalam diskusi daring bertajuk &quot;Reimagining The Future of Indonesia,&quot; dilansir dari Antara, Senin (22/3/2021).
Baca Juga: Satu Data Indonesia Kunci Pengembangan Sektor Digital
Dia menyebut pertumbuhan ekonomi Tanah Air semakin membaik sesudah mengalami kontraksi yang cukup dalam pada triwulan III sebesar -3,49% dan -2,19 pada triwulan empat 2020. Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup baik jika dibandingkan dengan negara/negara anggota G20 lainnya.
&amp;ldquo;Apa yang bisa kita analisis dan simpulkan, berarti kita itu pada track yang benar bahwa pertumbuhan kita itu semakin membaik. Ini tidak terlepas tentunya dari policy yang dilakukan pemerintah bergandengan tangan dengan para pelaku usaha,&amp;rdquo; ucapnya.
Baca Juga: Airlangga: Pemerintah Dukung Industri Perfilman &amp;amp; Kampanye Menonton di Bioskop dengan Aman
Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 2021 sebesar 4,5 sampai 5,3%, kata Iskandar, pemerintah melakukan kombinasi kebijakan antara aspek kesehatan dan aspek ekonomi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
Dia menjelaskan aspek kesehatan sebagai game changer perekonomian menjadi aspek utama pemerintah. Salah satunya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang kini diperluas ke 15 provinsi.
Kemudian, lanjut Iskandar, pemerintah juga mencari cara agar konsumsi masyarakat yang menyumbang sebanyak 57% terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terus menggeliat.Bagi masyarakat kelompok bawah, pemerintah telah memberikan sejumlah  bantuan seperti PKH hingga bantuan langsung tunai. Sedangkan untuk  mendorong konsumsi kelompok menengah dan atas yang berkontribusi 80%  dari angka konsumsi, pemerintah menyiasatinya dengan percepatan  vaksinasi.
&amp;ldquo;Pemerintah meningkatkan confidence dari masyarakat menengah atas  dengan melakukan percepatan vaksinasi. Harapannya nanti konsumsi kita  bisa meningkat diiringi dengan nanti dengan sisi supply-nya,&quot; jelas  Iskandar.
Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga mendorong ekspor dan  mendorong belanja pemerintah sebagaimana yang tercermin pada APBN 2021.
&amp;ldquo;Dari APBN kita yang sebesar Rp2.700 triliun, dimana Rp699 triliun  itu dilalokasikan untuk anggaran pemulihan ekonomi nasional, baik itu  untuk UMKM, korporasi, sektoral dan juga penanganan kesehatan,&amp;rdquo; kata  Iskandar.
Sedangkan untuk penanganan jangka menengah dan panjang, tuturnya,  salah satu kebijakan yang diambil pemerintah dengan menuntaskan  peraturan pelaksanaan undang-undang cipta kerja.
Dengan adanya kemudahan berusaha iklim investasi yang lebih baik di  Indonesia dan lebih gampang akan mendorong investasi. Sehingga nanti  pertumbuhan ekonomi bisa didorong menjadi lebih tinggi lagi dan  pengangguran bisa ditekan seminimal mungkin,&amp;rdquo; kata Iskandar.</content:encoded></item></channel></rss>
