<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masyarakat Harus Tahu Bedanya Daging Sapi Segar hingga Kerbau Beku</title><description>Masyarakat harus mengetahui perbedaan dari daging sapi segar, daging sapi beku, dan daging kerbau beku.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/22/320/2382167/masyarakat-harus-tahu-bedanya-daging-sapi-segar-hingga-kerbau-beku</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/22/320/2382167/masyarakat-harus-tahu-bedanya-daging-sapi-segar-hingga-kerbau-beku"/><item><title>Masyarakat Harus Tahu Bedanya Daging Sapi Segar hingga Kerbau Beku</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/22/320/2382167/masyarakat-harus-tahu-bedanya-daging-sapi-segar-hingga-kerbau-beku</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/22/320/2382167/masyarakat-harus-tahu-bedanya-daging-sapi-segar-hingga-kerbau-beku</guid><pubDate>Senin 22 Maret 2021 18:29 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/22/320/2382167/masyarakat-harus-tahu-bedanya-daging-sapi-segar-hingga-kerbau-beku-WmJmSY2uWi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Daging (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/22/320/2382167/masyarakat-harus-tahu-bedanya-daging-sapi-segar-hingga-kerbau-beku-WmJmSY2uWi.jpg</image><title>Daging (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Komite Tetap Industri Peternakan dan Kemitraan Kadin Indonesia Yudi Guntara Noor menyampaikan bahwa masyarakat harus mengetahui perbedaan dari daging sapi segar, daging sapi beku, dan daging kerbau beku, karena berpengaruh pada harga jual.

Yudi dalam acara webinar mengatakan masyarakat tidak mengetahui ada daging kerbau beku, namun sebenarnya daging jenis tersebut dijual di pasaran dan dibeli oleh konsumen di pasar-pasar tradisional.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ibu-Ibu Jangan Marah, Mendag Prediksi Harga Daging Naik Jelang Lebaran
Dia mengungkapkan pedagang daging di pasar tradisional kerap mencampur antara daging sapi beku ataupun daging kerbau beku hasil impor dari luar negeri dengan daging sapi segar yang dipotong di Indonesia.

Namun seringnya, daging beku tersebut dicairkan dan dijual kepada masyarakat di pasar tradisional sebagai daging sapi segar. &quot;Pedagang 50 persen menjual daging kerbau karena mereka jual sebagai daging sapi,&quot; kata Yudi, Jakarta, Senin (22/3/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Penuhi Pasokan Daging saat Bulan Puasa, RI Andalkan Impor
Padahal sebenarnya, kata Yudi, terdapat perbedaan kualitas dan harga di antara ketiga jenis daging tersebut.

Daging sapi segar ialah daging yang didapatkan dari sapi yang diternakan dan dipotong di Indonesia, baik itu sapi lokal maupun sapi hidup yang diimpor dari luar negeri.Daging sapi segar memiliki harga yang lebih mahal karena merupakan daging segar dari sapi yang tak lama dipotong.

Sementara daging sapi beku adalah daging yang diimpor dari negara  lain seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, ataupun India.  Harga daging sapi beku lebih murah dari daging sapi segar. Daging ini  berasal dari sapi yang dipotong dari negara asalnya dan dikirimkan dalam  bentuk beku agar bisa tahan lebih lama.

Begitu juga dengan daging kerbau beku, berasal dari kerbau yang  dipotong di negara importir dan dikirim ke Indonesia dalam bentuk beku  untuk meningkatkan waktu simpan. Daging kerbau beku inilah yang harganya  paling murah di antara harga daging jenis lain.

Namun, menurut Yudi, perihal seperti ini belum teredukasi dengan baik di kalangan masyarakat.

Yudi mengakui bahwa masyarakat Indonesia lebih senang membeli daging  sapi segar ketimbang daging beku hasil impor dari luar negeri.  Menurutnya, pencampuran daging sapi segar dan daging sapi beku ini tidak  dilakukan di pasar swalayan.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Komite Tetap Industri Peternakan dan Kemitraan Kadin Indonesia Yudi Guntara Noor menyampaikan bahwa masyarakat harus mengetahui perbedaan dari daging sapi segar, daging sapi beku, dan daging kerbau beku, karena berpengaruh pada harga jual.

Yudi dalam acara webinar mengatakan masyarakat tidak mengetahui ada daging kerbau beku, namun sebenarnya daging jenis tersebut dijual di pasaran dan dibeli oleh konsumen di pasar-pasar tradisional.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ibu-Ibu Jangan Marah, Mendag Prediksi Harga Daging Naik Jelang Lebaran
Dia mengungkapkan pedagang daging di pasar tradisional kerap mencampur antara daging sapi beku ataupun daging kerbau beku hasil impor dari luar negeri dengan daging sapi segar yang dipotong di Indonesia.

Namun seringnya, daging beku tersebut dicairkan dan dijual kepada masyarakat di pasar tradisional sebagai daging sapi segar. &quot;Pedagang 50 persen menjual daging kerbau karena mereka jual sebagai daging sapi,&quot; kata Yudi, Jakarta, Senin (22/3/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Penuhi Pasokan Daging saat Bulan Puasa, RI Andalkan Impor
Padahal sebenarnya, kata Yudi, terdapat perbedaan kualitas dan harga di antara ketiga jenis daging tersebut.

Daging sapi segar ialah daging yang didapatkan dari sapi yang diternakan dan dipotong di Indonesia, baik itu sapi lokal maupun sapi hidup yang diimpor dari luar negeri.Daging sapi segar memiliki harga yang lebih mahal karena merupakan daging segar dari sapi yang tak lama dipotong.

Sementara daging sapi beku adalah daging yang diimpor dari negara  lain seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, ataupun India.  Harga daging sapi beku lebih murah dari daging sapi segar. Daging ini  berasal dari sapi yang dipotong dari negara asalnya dan dikirimkan dalam  bentuk beku agar bisa tahan lebih lama.

Begitu juga dengan daging kerbau beku, berasal dari kerbau yang  dipotong di negara importir dan dikirim ke Indonesia dalam bentuk beku  untuk meningkatkan waktu simpan. Daging kerbau beku inilah yang harganya  paling murah di antara harga daging jenis lain.

Namun, menurut Yudi, perihal seperti ini belum teredukasi dengan baik di kalangan masyarakat.

Yudi mengakui bahwa masyarakat Indonesia lebih senang membeli daging  sapi segar ketimbang daging beku hasil impor dari luar negeri.  Menurutnya, pencampuran daging sapi segar dan daging sapi beku ini tidak  dilakukan di pasar swalayan.</content:encoded></item></channel></rss>
