<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Emiten Milik Suami Puan Join Pertagas Garap Proyek Pipa Rp4,33 Triliun</title><description>Komitmen pemerintah perluas jaringan pipa gas di tahun ini memberikan berkah bagi PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/23/278/2382570/emiten-milik-suami-puan-join-pertagas-garap-proyek-pipa-rp4-33-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/23/278/2382570/emiten-milik-suami-puan-join-pertagas-garap-proyek-pipa-rp4-33-triliun"/><item><title>Emiten Milik Suami Puan Join Pertagas Garap Proyek Pipa Rp4,33 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/23/278/2382570/emiten-milik-suami-puan-join-pertagas-garap-proyek-pipa-rp4-33-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/23/278/2382570/emiten-milik-suami-puan-join-pertagas-garap-proyek-pipa-rp4-33-triliun</guid><pubDate>Selasa 23 Maret 2021 12:23 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/23/278/2382570/emiten-milik-suami-puan-join-pertagas-garap-proyek-pipa-rp4-33-triliun-6GhV60xOGG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi pipa gas (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/23/278/2382570/emiten-milik-suami-puan-join-pertagas-garap-proyek-pipa-rp4-33-triliun-6GhV60xOGG.jpg</image><title>ilustrasi pipa gas (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Komitmen pemerintah perluas jaringan pipa gas di tahun ini memberikan berkah bagi PT Rukun Raharja Tbk (RAJA). Pasalnya, perseroan bersama Pertagas membangun dan mengoperasikan pipa minyak koridor Balam-Dumai dan Koridor Minas-Duri-Dumai sepanjang 353,43 km dengan nilai proyek sebesar USD300,63 juta atau Rp4,33 triliun (Kurs Rp14.410 per USD)

Mengutip neraca, berdasarkan perjanjian kedua perseroan itu, Pertagas menyiapkan dana 75% dan RAJA menyediakan dana 25% dari total nilai proyek itu. Akibatnya, Pertagas yang merupakan anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyiapkan dana sebesar USD225,47 juta. Sedangkan, RAJA akan menyiapkan dana sebesar USD75,15 juta. Dana tersebut setera dengan 62% dari total ekuitas perseroan per 30 September 2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Siapkan Dana Akuisisi USD1,6 Juta, Rukun Raharja Tambah Bisnis Baru
Untuk itu, RAJA akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 27 April 2021 guna memperoleh persetujuan rencana KSO (kerjasama operasi) tersebut. RAJA menilai, rencana itu bagian dari pengembangan usaha di bidang pengangkutan minyak dan gas bumi melalui pipa, sehingga dapat memberikan manfaat terbaik, khususnya kepada seluruh pemegang saham Perseroan serta manfaat secara umum kepada masyarakat dengan penyediaan pipa untuk pengangkutan minyak dan gas bumi.

Perseroan berharap, setelah rencana transaksi menjadi efektif, akan dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan dan pemegang saham perseroan. Sebagai informasi, tahun ini RAJA mengalokasikan belanja modal sebesar USD100 juta untuk sejumlah rencana termasuk menanti kepastian proyek pipa rokan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 2013, Rukun Raharja Targetkan Laba USD5,54 Juta
Plt Direktur Pengembangan Bisnis RAJA, Sumantri Suwarno pernah mengungkapkan, dari besaran capex tersebut sekitar USD70 juta sampai USD80 juta akan dialokasikan untuk proyek pipa Rokan. &quot;Masih tunggu proses akhir di Pertagas (kepastian proyek),&quot; ungkapnya.Di tahun ini pula, RAJA juga bakal fokus merampungkan pembangunan  Discharge Terminal LPG di Rembang sebesar USD4 juta. Tak hanya itu,  Sumantri mengungkapkan RAJA juga menyiapkan belanja modal sekitar USD8  juta hingga USD10 juta untuk rencana akuisisi perusahaan gas trading  atau pemilik infrastruktur gas di Jabar, Jatim dan Sumatera. &quot;Juga  belanja modal untuk pengadaan kompresor gas di Cirebon sekitar USD2,5  juta. Ini proyksi yang akan kita lihat sesuai perkembangan di  lapangan,&quot;kata Sumantri.

Sementara itu, berdasarkan komposisi kepemilikan saham per 31  Desember 2020, pemegang saham mayoritas adalah Hapsoro Sukmonohadi yang  merupakan suami dari Puan Maharani. Dirinya mempunyai porsi 32,59% atau  1,38 miliar lembar saham.

Manajemen RAJA memastikan, banyak investasi di tahun 2020 yang  terpaksa harus tertunda akibat pandemi covid-19. Dengan sejumlah rencana  ekspansi tersebut, RAJA optimistis kinerja di 2021 mendatang dapat  mendekati capaian di 2019 silam. Di kuartal tiga 2020, RAJA mencatatkan  rugi bersih USD259,9 ribu atau memburuk  dibanding priode yang sama  tahun lalu mencatatkan laba bersih sebesar USD4,2 juta.

Sementara untuk pendapatan usaha emiten minyak dan gas ini tercatat  sebesar USD74,15 juta  atau turun 17,35% dibanding periode yang sama  tahun 2019 yang tercatat sebesar USD89,72 juta. Tapi beban  pokok  pendapatan tercatat sebesar USD62,03 juta atau turun 18,19% dibanding  akhir kuartal III 2019 yang tercatat sebesar USD75,83 juta.</description><content:encoded>JAKARTA - Komitmen pemerintah perluas jaringan pipa gas di tahun ini memberikan berkah bagi PT Rukun Raharja Tbk (RAJA). Pasalnya, perseroan bersama Pertagas membangun dan mengoperasikan pipa minyak koridor Balam-Dumai dan Koridor Minas-Duri-Dumai sepanjang 353,43 km dengan nilai proyek sebesar USD300,63 juta atau Rp4,33 triliun (Kurs Rp14.410 per USD)

Mengutip neraca, berdasarkan perjanjian kedua perseroan itu, Pertagas menyiapkan dana 75% dan RAJA menyediakan dana 25% dari total nilai proyek itu. Akibatnya, Pertagas yang merupakan anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyiapkan dana sebesar USD225,47 juta. Sedangkan, RAJA akan menyiapkan dana sebesar USD75,15 juta. Dana tersebut setera dengan 62% dari total ekuitas perseroan per 30 September 2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Siapkan Dana Akuisisi USD1,6 Juta, Rukun Raharja Tambah Bisnis Baru
Untuk itu, RAJA akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 27 April 2021 guna memperoleh persetujuan rencana KSO (kerjasama operasi) tersebut. RAJA menilai, rencana itu bagian dari pengembangan usaha di bidang pengangkutan minyak dan gas bumi melalui pipa, sehingga dapat memberikan manfaat terbaik, khususnya kepada seluruh pemegang saham Perseroan serta manfaat secara umum kepada masyarakat dengan penyediaan pipa untuk pengangkutan minyak dan gas bumi.

Perseroan berharap, setelah rencana transaksi menjadi efektif, akan dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan dan pemegang saham perseroan. Sebagai informasi, tahun ini RAJA mengalokasikan belanja modal sebesar USD100 juta untuk sejumlah rencana termasuk menanti kepastian proyek pipa rokan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 2013, Rukun Raharja Targetkan Laba USD5,54 Juta
Plt Direktur Pengembangan Bisnis RAJA, Sumantri Suwarno pernah mengungkapkan, dari besaran capex tersebut sekitar USD70 juta sampai USD80 juta akan dialokasikan untuk proyek pipa Rokan. &quot;Masih tunggu proses akhir di Pertagas (kepastian proyek),&quot; ungkapnya.Di tahun ini pula, RAJA juga bakal fokus merampungkan pembangunan  Discharge Terminal LPG di Rembang sebesar USD4 juta. Tak hanya itu,  Sumantri mengungkapkan RAJA juga menyiapkan belanja modal sekitar USD8  juta hingga USD10 juta untuk rencana akuisisi perusahaan gas trading  atau pemilik infrastruktur gas di Jabar, Jatim dan Sumatera. &quot;Juga  belanja modal untuk pengadaan kompresor gas di Cirebon sekitar USD2,5  juta. Ini proyksi yang akan kita lihat sesuai perkembangan di  lapangan,&quot;kata Sumantri.

Sementara itu, berdasarkan komposisi kepemilikan saham per 31  Desember 2020, pemegang saham mayoritas adalah Hapsoro Sukmonohadi yang  merupakan suami dari Puan Maharani. Dirinya mempunyai porsi 32,59% atau  1,38 miliar lembar saham.

Manajemen RAJA memastikan, banyak investasi di tahun 2020 yang  terpaksa harus tertunda akibat pandemi covid-19. Dengan sejumlah rencana  ekspansi tersebut, RAJA optimistis kinerja di 2021 mendatang dapat  mendekati capaian di 2019 silam. Di kuartal tiga 2020, RAJA mencatatkan  rugi bersih USD259,9 ribu atau memburuk  dibanding priode yang sama  tahun lalu mencatatkan laba bersih sebesar USD4,2 juta.

Sementara untuk pendapatan usaha emiten minyak dan gas ini tercatat  sebesar USD74,15 juta  atau turun 17,35% dibanding periode yang sama  tahun 2019 yang tercatat sebesar USD89,72 juta. Tapi beban  pokok  pendapatan tercatat sebesar USD62,03 juta atau turun 18,19% dibanding  akhir kuartal III 2019 yang tercatat sebesar USD75,83 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
