<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perusahaan Boy Thohir-Edwin Soeryadjaya Bakal Terbitkan Obligasi Rp3 Triliun</title><description>PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) siapkan penawaran umum berkelanjutan melalui obligasi berkelanjutan II.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/23/278/2382574/perusahaan-boy-thohir-edwin-soeryadjaya-bakal-terbitkan-obligasi-rp3-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/23/278/2382574/perusahaan-boy-thohir-edwin-soeryadjaya-bakal-terbitkan-obligasi-rp3-triliun"/><item><title>Perusahaan Boy Thohir-Edwin Soeryadjaya Bakal Terbitkan Obligasi Rp3 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/23/278/2382574/perusahaan-boy-thohir-edwin-soeryadjaya-bakal-terbitkan-obligasi-rp3-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/23/278/2382574/perusahaan-boy-thohir-edwin-soeryadjaya-bakal-terbitkan-obligasi-rp3-triliun</guid><pubDate>Selasa 23 Maret 2021 12:35 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/23/278/2382574/perusahaan-boy-thohir-edwin-soeryadjaya-bakal-terbitkan-obligasi-rp3-triliun-M0s2biaRAc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/23/278/2382574/perusahaan-boy-thohir-edwin-soeryadjaya-bakal-terbitkan-obligasi-rp3-triliun-M0s2biaRAc.jpg</image><title>Rupiah (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) siapkan penawaran umum berkelanjutan melalui obligasi berkelanjutan II. Nilainya sebesar Rp3 triliun.

Namun perseroan baru akan menerbitkan dan menawarkan obligasi berkelanjutan II tahap I tahun 2021 dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp1,5 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan mengutip neraca.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Investasi Rp2,43 Triliun, Macquarie Capital Serap Saham Merdeka Copper
Perseroan menyebutkan, jumlah itu dibagi menjadi dua seri yakni seri A sebesar Rp599,6 miliar berbunga 7,5% dan seri B senilai Rp940,4 miliar berbunga 9,85%. Dalam pelaksanaannya, MDKA dibantu Indo Premier Sekuritas, Sinar Mas Sekuritas, dan Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Adapun obligasi ini telah efektif pada tanggal 19 Maret 2021 dan akan memulai masa penawaran umum pada 23 dan 24 Maret 2021.

Sedangkan untuk pencatatan obligasi berkelanjutan II tahap I MDKA di Bursa Efek Indonesia akan berlangsung pada tanggal 29 Maret 2021. Perseroan juga mengungkapkan, dana hasil emisi obligasi juga akan digunakan untuk melunasi sebagian utang dan modal kerja anak usaha. Lebih rinci, sekitar 23% dana hasil emisi digunakan membayar seluruh jumlah pokok utang yang timbul berdasarkan perjanjian fasilitas bergulir mata uang tunggal US$25 juta tanggal 23 Desember 2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cari Modal, Merdeka Copper Bakal Terbitkan 1 Miliar Saham
Sekitar 11% untuk modal kerja entitas usaha PT Bumi Suksesindo (BSI) untuk mendanai proyek Tembaga Tujuh Bukit dalam rangka menyusun pra studi kelayakan. Sementara itu, sisanya 66% akan digunakan modal kerja anak usaha, termasuk PT BSI, PT Batutua Tembaga Raya (BTR), dan PT Batutua Kharisma Permai.Sebagai informasi, obligasi perseroan mendapatkan peringkat A dari PT  Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Per Februari 2021, pemegang saham  MDKA terdiri dari PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) 19,134%, PT  Mitra Daya Mustika 13,466%, Garibaldi 'Boy' Thohir 8,204%, PT Suwarta  Arta Mandiri 6,333%, dan masyarakat 52,856%.

Tahun ini, Merdeka Copper terus melanjutkan kegiatan eksplorasi di  tiga daerah berbeda di Indonesia (Tujuh Bukit di Jawa Timur, Pulau Wetar  di Maluku Barat Daya, dan Pani di Gorontalo) pada bulan Januari 2021.  Selain itu, perseroan menargetkan dapat memproduksi emas sebesar  100.000-120.000 ons emas pada tahun 2021. Target tersebut turun dari  target pada tahun sebelumnya yang mencapai 175.000 ons.

MDKA juga membidik volume produksi tembaga lebih tinggi pada tahun  ini ketimbang realisasi produksi pada 2020 seiring dengan perkembangan  pit Partolang. Adapun realisasi produksi tembaga tahun lalu sebesar  5.377 ton. Selain memaksimalkan produksi, MDKA baru-baru ini mengumumkan  joint venture agreement untuk mendirikan perusahaan patungan proyek  acid iron metal (AIM).

Perjanjian ini ditandatangani pada Kamis (11/2) silam antara MDKA,  anak usaha Merdeka Copper yakni Batutua Pelita Investama (BPI), Wealthy  Source Holding Limited, dan Eternal Tsingshan Group Limited.</description><content:encoded>JAKARTA - Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) siapkan penawaran umum berkelanjutan melalui obligasi berkelanjutan II. Nilainya sebesar Rp3 triliun.

Namun perseroan baru akan menerbitkan dan menawarkan obligasi berkelanjutan II tahap I tahun 2021 dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp1,5 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan mengutip neraca.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Investasi Rp2,43 Triliun, Macquarie Capital Serap Saham Merdeka Copper
Perseroan menyebutkan, jumlah itu dibagi menjadi dua seri yakni seri A sebesar Rp599,6 miliar berbunga 7,5% dan seri B senilai Rp940,4 miliar berbunga 9,85%. Dalam pelaksanaannya, MDKA dibantu Indo Premier Sekuritas, Sinar Mas Sekuritas, dan Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Adapun obligasi ini telah efektif pada tanggal 19 Maret 2021 dan akan memulai masa penawaran umum pada 23 dan 24 Maret 2021.

Sedangkan untuk pencatatan obligasi berkelanjutan II tahap I MDKA di Bursa Efek Indonesia akan berlangsung pada tanggal 29 Maret 2021. Perseroan juga mengungkapkan, dana hasil emisi obligasi juga akan digunakan untuk melunasi sebagian utang dan modal kerja anak usaha. Lebih rinci, sekitar 23% dana hasil emisi digunakan membayar seluruh jumlah pokok utang yang timbul berdasarkan perjanjian fasilitas bergulir mata uang tunggal US$25 juta tanggal 23 Desember 2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cari Modal, Merdeka Copper Bakal Terbitkan 1 Miliar Saham
Sekitar 11% untuk modal kerja entitas usaha PT Bumi Suksesindo (BSI) untuk mendanai proyek Tembaga Tujuh Bukit dalam rangka menyusun pra studi kelayakan. Sementara itu, sisanya 66% akan digunakan modal kerja anak usaha, termasuk PT BSI, PT Batutua Tembaga Raya (BTR), dan PT Batutua Kharisma Permai.Sebagai informasi, obligasi perseroan mendapatkan peringkat A dari PT  Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Per Februari 2021, pemegang saham  MDKA terdiri dari PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) 19,134%, PT  Mitra Daya Mustika 13,466%, Garibaldi 'Boy' Thohir 8,204%, PT Suwarta  Arta Mandiri 6,333%, dan masyarakat 52,856%.

Tahun ini, Merdeka Copper terus melanjutkan kegiatan eksplorasi di  tiga daerah berbeda di Indonesia (Tujuh Bukit di Jawa Timur, Pulau Wetar  di Maluku Barat Daya, dan Pani di Gorontalo) pada bulan Januari 2021.  Selain itu, perseroan menargetkan dapat memproduksi emas sebesar  100.000-120.000 ons emas pada tahun 2021. Target tersebut turun dari  target pada tahun sebelumnya yang mencapai 175.000 ons.

MDKA juga membidik volume produksi tembaga lebih tinggi pada tahun  ini ketimbang realisasi produksi pada 2020 seiring dengan perkembangan  pit Partolang. Adapun realisasi produksi tembaga tahun lalu sebesar  5.377 ton. Selain memaksimalkan produksi, MDKA baru-baru ini mengumumkan  joint venture agreement untuk mendirikan perusahaan patungan proyek  acid iron metal (AIM).

Perjanjian ini ditandatangani pada Kamis (11/2) silam antara MDKA,  anak usaha Merdeka Copper yakni Batutua Pelita Investama (BPI), Wealthy  Source Holding Limited, dan Eternal Tsingshan Group Limited.</content:encoded></item></channel></rss>
