<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Geopolitik AS-Eropa dengan China Buat IHSG Anjlok 0,77%</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada sesi terakhir perdagangan hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/23/278/2382827/geopolitik-as-eropa-dengan-china-buat-ihsg-anjlok-0-77</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/23/278/2382827/geopolitik-as-eropa-dengan-china-buat-ihsg-anjlok-0-77"/><item><title>Geopolitik AS-Eropa dengan China Buat IHSG Anjlok 0,77%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/23/278/2382827/geopolitik-as-eropa-dengan-china-buat-ihsg-anjlok-0-77</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/23/278/2382827/geopolitik-as-eropa-dengan-china-buat-ihsg-anjlok-0-77</guid><pubDate>Selasa 23 Maret 2021 17:57 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/23/278/2382827/geopolitik-as-eropa-dengan-china-buat-ihsg-anjlok-0-77-ks1lns8Ebz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/23/278/2382827/geopolitik-as-eropa-dengan-china-buat-ihsg-anjlok-0-77-ks1lns8Ebz.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada sesi terakhir perdagangan hari ini. IHSG ditutup turun 48,41 poin atau 0,77% ke 6.252.

Research Analyst MNC Sekuritas Aqil Triyadi mengatakan, pergerakan IHSG pada hari ini didorong oleh beberapa sentimen. Misalnya saja adalah karena memanasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat, Uni Eropa dan China.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 'Gerbong' Bursa Asia dan Eropa Negatif Buat IHSG Anjlok
&amp;ldquo;Kami melihat pergerakan IHSG hari ini didorong oleh beberapa sentimen salah satunya adalah kalau sentimen dari bursa mengalami koreksinya disebabkan tensi geopolitik antara AS, Uni Eropa dan kepada China,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara 2ND Session Closing Market IDX Channel, Selasa (23/3/2021).

Menurut Aqil, baik Amerika Serikat maupun Uni Eropa dikabarkan akan memberikan sanksi kepada China karena tuduhan diskriminasi Hak Asasi Manusia (HAM). Sehingga hal ini menjadi perhatian investor yang akan menginvestasikan uangnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kenaikan Yield Obligasi AS Buat IHSG Merah
Para investor masih menunggu dan khawatir akan ada balasan serangan yang dilakukan oleh China. Jika hal tersebut terjadi, akan ada perang dagang antara ketiga negara tersebut.&amp;ldquo;Memang dikabarkan akan mengeluarkan sanksi kepada China akibat  tuduhan terhadap diskriminasi HAM di China. Hal ini berdampak kepada  perhatian dari investor yang memang nanti akan menjadi kekhawatiran  apakah akan dibalas oleh China atau bahkan akan terus berlanj itu ke  perang dagan selanjutnya. Kami melihat tensi geopolitik ini akan  berlanjut,&amp;rdquo; jelasnya.

Selain tensi geopolitik, para investor juga masih menantik keputusan  dari Bank Sentral Amerika Serikat The Fed terkait suku bunga acuan. Jika  nantinya The Fed memutuskan untuk menaikan suku bunga, maka akan  berdampak negatif bagi pasar keuangan di Indonesia.

&amp;ldquo;Kedua sentimen dari The Fed masih menanti apakah suku bunga akan  dinaikan atau tidak. Kalau terdapat sinyal untuk menaikan suku bunga  dari The Fed sendiri itu memang meberikan sentimen negatif untuk pasar  keuangan di Indonesia sendiri,&amp;rdquo; jelas Aqil.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada sesi terakhir perdagangan hari ini. IHSG ditutup turun 48,41 poin atau 0,77% ke 6.252.

Research Analyst MNC Sekuritas Aqil Triyadi mengatakan, pergerakan IHSG pada hari ini didorong oleh beberapa sentimen. Misalnya saja adalah karena memanasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat, Uni Eropa dan China.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 'Gerbong' Bursa Asia dan Eropa Negatif Buat IHSG Anjlok
&amp;ldquo;Kami melihat pergerakan IHSG hari ini didorong oleh beberapa sentimen salah satunya adalah kalau sentimen dari bursa mengalami koreksinya disebabkan tensi geopolitik antara AS, Uni Eropa dan kepada China,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara 2ND Session Closing Market IDX Channel, Selasa (23/3/2021).

Menurut Aqil, baik Amerika Serikat maupun Uni Eropa dikabarkan akan memberikan sanksi kepada China karena tuduhan diskriminasi Hak Asasi Manusia (HAM). Sehingga hal ini menjadi perhatian investor yang akan menginvestasikan uangnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kenaikan Yield Obligasi AS Buat IHSG Merah
Para investor masih menunggu dan khawatir akan ada balasan serangan yang dilakukan oleh China. Jika hal tersebut terjadi, akan ada perang dagang antara ketiga negara tersebut.&amp;ldquo;Memang dikabarkan akan mengeluarkan sanksi kepada China akibat  tuduhan terhadap diskriminasi HAM di China. Hal ini berdampak kepada  perhatian dari investor yang memang nanti akan menjadi kekhawatiran  apakah akan dibalas oleh China atau bahkan akan terus berlanj itu ke  perang dagan selanjutnya. Kami melihat tensi geopolitik ini akan  berlanjut,&amp;rdquo; jelasnya.

Selain tensi geopolitik, para investor juga masih menantik keputusan  dari Bank Sentral Amerika Serikat The Fed terkait suku bunga acuan. Jika  nantinya The Fed memutuskan untuk menaikan suku bunga, maka akan  berdampak negatif bagi pasar keuangan di Indonesia.

&amp;ldquo;Kedua sentimen dari The Fed masih menanti apakah suku bunga akan  dinaikan atau tidak. Kalau terdapat sinyal untuk menaikan suku bunga  dari The Fed sendiri itu memang meberikan sentimen negatif untuk pasar  keuangan di Indonesia sendiri,&amp;rdquo; jelas Aqil.</content:encoded></item></channel></rss>
