<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hati-Hati, IHSG Rawan Koreksi ke Level Segini</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka pendek diperkirakan masih akan rentan untuk mengalami koreksi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/23/278/2382833/hati-hati-ihsg-rawan-koreksi-ke-level-segini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/23/278/2382833/hati-hati-ihsg-rawan-koreksi-ke-level-segini"/><item><title>Hati-Hati, IHSG Rawan Koreksi ke Level Segini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/23/278/2382833/hati-hati-ihsg-rawan-koreksi-ke-level-segini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/23/278/2382833/hati-hati-ihsg-rawan-koreksi-ke-level-segini</guid><pubDate>Selasa 23 Maret 2021 18:09 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/23/278/2382833/hati-hati-ihsg-rawan-koreksi-ke-level-segini-FrLUZffYGV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/23/278/2382833/hati-hati-ihsg-rawan-koreksi-ke-level-segini-FrLUZffYGV.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka pendek diperkirakan masih akan rentan untuk mengalami koreksi. Apalagi jika nantinya IHSG tak mampun untuk naik berada di atas angka 6.400.

Research Analyst MNC Sekuritas Aqil Triyadi mengatakan, jika IHSG tidak mampu untuk naik ke 6.400 maka kemungkinan jangka pendek masih akan mengalami koreksi. Bahkan diperkirakan IHSG akan terkoreksi hingga ke angka 6.215.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Geopolitik AS-Eropa dengan China Buat IHSG Anjlok 0,77%
&amp;ldquo;Jangka pendek ini pergerakan IHSG masih rentan untuk terkoreksi ya untuk nantinya selama tidak mampi tembus ke angka 6.400 maka koreksi IHSG akan rawan untuk menuju ke daerah 6215,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara 2ND Session Closing Market IDX Channel, Selasa (23/3/2021).

Meskipun sebelum anjlok ke 6.215, IHSG masih akan bergerak menuju ke angka 6.225 terlebih dahulu. Adapun pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG berada di angka 6.252 atau turun 48,41 poin atau 0.77%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 357 Saham di Zona Merah, IHSG Berakhir Lesu 0,,77% ke 6.252
&amp;ldquo;Terlebih dahulu ke 6225 selama memang pergerakan IHSG tidak mampu tembus ke level 6.400,&amp;rdquo; ucapnya.Aqil tidak menyebutkan secara pasti apa saja faktor yang menyebabkan  IHSG masih akan terkoreksi. Namun jika melihat pada kasus kejadian hari  ini, IHSG terkoreksi akibat beberapa sentimen negatif, salah satunya  adalah karena memanasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat, Uni  Eropa dan China.

&amp;ldquo;Kami melihat pergerakan IHSG hari ini didorong oleh beberapa  sentimen salah satunya adalah kalau sentimen dari bursa mengalami  koreksinya disebabkan tensi geopolotik antara AS, Uni Eropa dan kepada  China,&amp;rdquo; ujarnya.

Selain tensi geopolitik, para investor juga masih menantik keputusan  dari Bank Sentral Amerika Serikat The Fed terkait suku bunga acuan. Jika  nantinya The Fed memutuskan untuk menaikan suku bunga, maka akan  berdampak negatif bagi pasar keuangan di Indonesia.

&amp;ldquo;Kedua sentimen dari The Fed masih menanti apakah suku bunga akan  dinaikan atau tidak. Kalau terdapat sinyal untuk menaikan suku bunga  dari The Fed sendiri itu memang meberikan sentimen negatif untuk pasar  keuangan di Indonesia sendiri,&amp;rdquo; jelas Aqil.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka pendek diperkirakan masih akan rentan untuk mengalami koreksi. Apalagi jika nantinya IHSG tak mampun untuk naik berada di atas angka 6.400.

Research Analyst MNC Sekuritas Aqil Triyadi mengatakan, jika IHSG tidak mampu untuk naik ke 6.400 maka kemungkinan jangka pendek masih akan mengalami koreksi. Bahkan diperkirakan IHSG akan terkoreksi hingga ke angka 6.215.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Geopolitik AS-Eropa dengan China Buat IHSG Anjlok 0,77%
&amp;ldquo;Jangka pendek ini pergerakan IHSG masih rentan untuk terkoreksi ya untuk nantinya selama tidak mampi tembus ke angka 6.400 maka koreksi IHSG akan rawan untuk menuju ke daerah 6215,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara 2ND Session Closing Market IDX Channel, Selasa (23/3/2021).

Meskipun sebelum anjlok ke 6.215, IHSG masih akan bergerak menuju ke angka 6.225 terlebih dahulu. Adapun pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG berada di angka 6.252 atau turun 48,41 poin atau 0.77%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 357 Saham di Zona Merah, IHSG Berakhir Lesu 0,,77% ke 6.252
&amp;ldquo;Terlebih dahulu ke 6225 selama memang pergerakan IHSG tidak mampu tembus ke level 6.400,&amp;rdquo; ucapnya.Aqil tidak menyebutkan secara pasti apa saja faktor yang menyebabkan  IHSG masih akan terkoreksi. Namun jika melihat pada kasus kejadian hari  ini, IHSG terkoreksi akibat beberapa sentimen negatif, salah satunya  adalah karena memanasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat, Uni  Eropa dan China.

&amp;ldquo;Kami melihat pergerakan IHSG hari ini didorong oleh beberapa  sentimen salah satunya adalah kalau sentimen dari bursa mengalami  koreksinya disebabkan tensi geopolotik antara AS, Uni Eropa dan kepada  China,&amp;rdquo; ujarnya.

Selain tensi geopolitik, para investor juga masih menantik keputusan  dari Bank Sentral Amerika Serikat The Fed terkait suku bunga acuan. Jika  nantinya The Fed memutuskan untuk menaikan suku bunga, maka akan  berdampak negatif bagi pasar keuangan di Indonesia.

&amp;ldquo;Kedua sentimen dari The Fed masih menanti apakah suku bunga akan  dinaikan atau tidak. Kalau terdapat sinyal untuk menaikan suku bunga  dari The Fed sendiri itu memang meberikan sentimen negatif untuk pasar  keuangan di Indonesia sendiri,&amp;rdquo; jelas Aqil.</content:encoded></item></channel></rss>
