<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belanja Negara Rp282,7 Triliun, Dihabiskan untuk Apa Saja?</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat belanja negara sudah mencapai Rp282,7 triliun hingga akhir Februari.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/23/320/2382639/belanja-negara-rp282-7-triliun-dihabiskan-untuk-apa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/23/320/2382639/belanja-negara-rp282-7-triliun-dihabiskan-untuk-apa-saja"/><item><title>Belanja Negara Rp282,7 Triliun, Dihabiskan untuk Apa Saja?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/23/320/2382639/belanja-negara-rp282-7-triliun-dihabiskan-untuk-apa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/23/320/2382639/belanja-negara-rp282-7-triliun-dihabiskan-untuk-apa-saja</guid><pubDate>Selasa 23 Maret 2021 13:48 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/23/320/2382639/belanja-negara-rp282-7-triliun-dihabiskan-untuk-apa-saja-t5n38JEoIk.png" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Foto: Instagram Sri Mulyani/@smindrawati)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/23/320/2382639/belanja-negara-rp282-7-triliun-dihabiskan-untuk-apa-saja-t5n38JEoIk.png</image><title>Sri Mulyani (Foto: Instagram Sri Mulyani/@smindrawati)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat belanja negara sudah mencapai Rp282,7 triliun hingga akhir Februari 2021, Angka tersebut meningkat 1,2% dibandingkan periode yang sama di 2020 sebesar Rp279,4 triliun.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, jumlah belanja negara itu sudah mencapai 10,3% dari target belanja negara yang ditetapkan dalam APBN 2021 sebesar Rp2.750 triliun.

&quot;Dari belanja negara tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp179,7 triliun. Naik 11,1% dibandingkan Februari 2020 sebesar Rp161,7 triliun. Dari situ belanja kementerian dan lembaga (K/L) tumbuh cukup tinggi 15,8% atau Rp97 triliun dibandingkan tahun lalu Rp83,8 triliun,&quot; jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Begini Tantangan Realisasi Belanja Pemerintah di 2021&amp;nbsp;
Dari list belanja K/L tersebut, belanja pegawai mengalami penurunan 0,8% dari Rp29,4 triliun menjadi Rp29,2 triliun.
&quot;Ini bagus karena memang dilakukan pengendalian dari belanja pegawai untuk ASN, TNI dan Polri,&quot; ucap Sri Mulyani.&amp;nbsp;
Sri Mulyani juga mencatat dari sisi belanja barang dan belanja modal terjadi akselerasi yang cukup signifikan. Belanja barang tercatat naik 13,5% dari Rp16 triliun menjadi Rp18,2 triliun.

&quot;Nah yang menarik adalah belanja modal yang meningkat sangat tinggi yakni 253% dari Rp6,5 triliun di Februari 2020 menjadi Rp22,8 triliun di Februari 2021. Ini selain akselerasi dari procurement juga berbagai belanja modal yang waktu itu dilakukan refocusing untuk dilakukan perpanjangan, di-multiyear-kan dan sekarang masuk di 2021,&quot; ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan keberhasilan pemerintah menjaga momentum belanja K/L, namun tidak mengancam APBN. Dengan demikian, disrupsi dari pandemi Covid-19 tidak mampu mengguncangkan proyek-proyek K/L.

&quot;Jadi hanya slowing down, tidak sampai mangkrak,&quot; ucapnya.

Selain itu ada juga realisasi belanja non kementerian dan lembaga sebesar Rp82,7 triliun yang naik 6,1% dari periode yang sama di 2020 sebesar Rp77,9 triliun. &quot;Ditambah Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) hingga Februari 2021 mencapai Rp103 triliun, turun 12,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp117,7 triliun,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat belanja negara sudah mencapai Rp282,7 triliun hingga akhir Februari 2021, Angka tersebut meningkat 1,2% dibandingkan periode yang sama di 2020 sebesar Rp279,4 triliun.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, jumlah belanja negara itu sudah mencapai 10,3% dari target belanja negara yang ditetapkan dalam APBN 2021 sebesar Rp2.750 triliun.

&quot;Dari belanja negara tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp179,7 triliun. Naik 11,1% dibandingkan Februari 2020 sebesar Rp161,7 triliun. Dari situ belanja kementerian dan lembaga (K/L) tumbuh cukup tinggi 15,8% atau Rp97 triliun dibandingkan tahun lalu Rp83,8 triliun,&quot; jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Begini Tantangan Realisasi Belanja Pemerintah di 2021&amp;nbsp;
Dari list belanja K/L tersebut, belanja pegawai mengalami penurunan 0,8% dari Rp29,4 triliun menjadi Rp29,2 triliun.
&quot;Ini bagus karena memang dilakukan pengendalian dari belanja pegawai untuk ASN, TNI dan Polri,&quot; ucap Sri Mulyani.&amp;nbsp;
Sri Mulyani juga mencatat dari sisi belanja barang dan belanja modal terjadi akselerasi yang cukup signifikan. Belanja barang tercatat naik 13,5% dari Rp16 triliun menjadi Rp18,2 triliun.

&quot;Nah yang menarik adalah belanja modal yang meningkat sangat tinggi yakni 253% dari Rp6,5 triliun di Februari 2020 menjadi Rp22,8 triliun di Februari 2021. Ini selain akselerasi dari procurement juga berbagai belanja modal yang waktu itu dilakukan refocusing untuk dilakukan perpanjangan, di-multiyear-kan dan sekarang masuk di 2021,&quot; ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan keberhasilan pemerintah menjaga momentum belanja K/L, namun tidak mengancam APBN. Dengan demikian, disrupsi dari pandemi Covid-19 tidak mampu mengguncangkan proyek-proyek K/L.

&quot;Jadi hanya slowing down, tidak sampai mangkrak,&quot; ucapnya.

Selain itu ada juga realisasi belanja non kementerian dan lembaga sebesar Rp82,7 triliun yang naik 6,1% dari periode yang sama di 2020 sebesar Rp77,9 triliun. &quot;Ditambah Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) hingga Februari 2021 mencapai Rp103 triliun, turun 12,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp117,7 triliun,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
