<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indomie Laku Keras saat Covid, Miliarder Anthony Salim Untung Banyak</title><description>PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan kenaikan laba  bersih di 2020 sebesar Rp6,58 triliun atau lebih tinggi 30,72%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/278/2383069/indomie-laku-keras-saat-covid-miliarder-anthony-salim-untung-banyak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/278/2383069/indomie-laku-keras-saat-covid-miliarder-anthony-salim-untung-banyak"/><item><title>Indomie Laku Keras saat Covid, Miliarder Anthony Salim Untung Banyak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/278/2383069/indomie-laku-keras-saat-covid-miliarder-anthony-salim-untung-banyak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/278/2383069/indomie-laku-keras-saat-covid-miliarder-anthony-salim-untung-banyak</guid><pubDate>Rabu 24 Maret 2021 09:19 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/24/278/2383069/indomie-laku-keras-saat-covid-miliarder-anthony-salim-untung-banyak-NRiLwzOfkO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indomie (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/24/278/2383069/indomie-laku-keras-saat-covid-miliarder-anthony-salim-untung-banyak-NRiLwzOfkO.jpg</image><title>Indomie (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan kenaikan laba bersih di 2020 sebesar Rp6,58 triliun atau lebih tinggi 30,72% dari tahun sebelumnya. Produsen Indomie ini, raup untung melalui produk mi instannya selama pandemi.

Perseroan mencatatkan penjualan neto sebesar Rp46,64 triliun atau naik 10,27% dari tahun sebelumnya sebesar Rp42,29 triliun. Di mana, laba per saham dasar Rp565.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Penjualan Naik, Laba Produsen Indomie Milik Salim Group Melesat 30,72%
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/3/2021), penjualan neto mi instan mengambil andil terbesar mencapai Rp31,97 triliun. Besaran tersebut lebih dari setengah penjualan neto 2020 atau tepatnya 68,55%.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP, Anthony Salim mengatakan, catatan positif Perseroan didukung oleh kekuatan merek-merek produk, model bisnis terintegrasi yang tangguh serta jaringan distribusi yang luas.
 
Baca juga: Penjelasan ICBP soal Lays hingga Cheetos Hilang Tepat HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus
Meskipun di tengah pandemi Covid-19 pihaknya  dapat kembali mencatatkan kinerja yang baik dengan terus beradaptasi secara dinamis terhadap perubahan tren dan perilaku konsumen yang terjadi secara cepat.
&quot;Dalam menghadapi tantangan dan peluang baru ke depannya, kami akan  mempertahankan keunggulan kami, serta tetap waspada dalam menjaga  kesehatan karyawan kami,&quot; ujar Anthony.

Penjualan netonya juga disumbang oleh Dairy yang mencapai 8,31  triliun serta makanan ringan Rp2,93 triliun. Adapun penjualan neto  penyedap makanan serta nutrisi dan makanan khusus masing-masing adalah  Rp2,87 triliun dan Rp999,07 miliar. Sedangkan untuk minuman mencatat  penjualan neto sebesar Rp1,26 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan kenaikan laba bersih di 2020 sebesar Rp6,58 triliun atau lebih tinggi 30,72% dari tahun sebelumnya. Produsen Indomie ini, raup untung melalui produk mi instannya selama pandemi.

Perseroan mencatatkan penjualan neto sebesar Rp46,64 triliun atau naik 10,27% dari tahun sebelumnya sebesar Rp42,29 triliun. Di mana, laba per saham dasar Rp565.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Penjualan Naik, Laba Produsen Indomie Milik Salim Group Melesat 30,72%
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/3/2021), penjualan neto mi instan mengambil andil terbesar mencapai Rp31,97 triliun. Besaran tersebut lebih dari setengah penjualan neto 2020 atau tepatnya 68,55%.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP, Anthony Salim mengatakan, catatan positif Perseroan didukung oleh kekuatan merek-merek produk, model bisnis terintegrasi yang tangguh serta jaringan distribusi yang luas.
 
Baca juga: Penjelasan ICBP soal Lays hingga Cheetos Hilang Tepat HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus
Meskipun di tengah pandemi Covid-19 pihaknya  dapat kembali mencatatkan kinerja yang baik dengan terus beradaptasi secara dinamis terhadap perubahan tren dan perilaku konsumen yang terjadi secara cepat.
&quot;Dalam menghadapi tantangan dan peluang baru ke depannya, kami akan  mempertahankan keunggulan kami, serta tetap waspada dalam menjaga  kesehatan karyawan kami,&quot; ujar Anthony.

Penjualan netonya juga disumbang oleh Dairy yang mencapai 8,31  triliun serta makanan ringan Rp2,93 triliun. Adapun penjualan neto  penyedap makanan serta nutrisi dan makanan khusus masing-masing adalah  Rp2,87 triliun dan Rp999,07 miliar. Sedangkan untuk minuman mencatat  penjualan neto sebesar Rp1,26 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
