<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perusahaan Asal Singapura Caplok Saham Hermina</title><description>Private equity asal Singapura membeli minoritas saham PT Medialoka Hermina Tbk (HEAL).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/278/2383325/perusahaan-asal-singapura-caplok-saham-hermina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/278/2383325/perusahaan-asal-singapura-caplok-saham-hermina"/><item><title>Perusahaan Asal Singapura Caplok Saham Hermina</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/278/2383325/perusahaan-asal-singapura-caplok-saham-hermina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/278/2383325/perusahaan-asal-singapura-caplok-saham-hermina</guid><pubDate>Rabu 24 Maret 2021 15:43 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/24/278/2383325/perusahaan-asal-singapura-caplok-saham-hermina-yt5zrrOZUd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/24/278/2383325/perusahaan-asal-singapura-caplok-saham-hermina-yt5zrrOZUd.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Masih terbukanya pertumbuhan bisnis layanan kesehatan di Indonesia mendorong Quadria Capital, private equity asal Singapura membeli minoritas saham PT Medialoka Hermina Tbk (HEAL) atau perusahaan pengelola jaringan rumah sakit Hermina.

Managing Partner dan Co-Founder Quadria Capital, Dr Amit Varma dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, investasi di Hermina merupakan kesempatan besar bagi perusahaan untuk bekerjasama dengan jaringan rumah sakit terkemuka di Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Hermina Siapkan Belanja Modal Rp900 Miliar, Tambah 4 Rumah Sakit
Pihaknya berharap bisa membawa jaringan dan keahlian untuk mengubah Hermina menjadi jaringan rumah sakit multi-spesialis terbesar di Indonesia. Sementara Managing Partner and Co-Founder Quadria Capital, Abrar Mir menambahkan, pihaknya terkesan dengan visi para pendiri Hermina sebagai pelopor perawatan kesehatan swasta yang terjangkau di Indonesia.

&amp;ldquo;Kami juga terkesan dengan kemampuan manajemen Hermina mewujudkan visi tersebut dalam skala yang signifikan,&amp;rdquo;ungkapnya mengutip neraca.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Medikaloka Hermina Catat Laba Bersih Tumbuh 24,56% di Kuartal III-2020
Quadria sebelumnya juga telah membeli sebagian saham produsen multivitamin imboost, PT Soho Global Health Tbk (SOHO). Investasi Quadria kepada pemilik rumah sakit Hermina dilakukan melalui kendaraan investasi keempatnya, yakni Quadria Capital Fund II L.P. Investasi ini sekaligus menjadi yang ketiga bagi Quadria Capital Fund II.Adapun Quadria tidak menyebutkan detail nilai dan jumlah saham  Hermina yang dibeli perusahaan. Berdasarkan data perseroan Amit Varma  kini juga menjabat sebagai komisaris independen di Hermina.

Sedangkan, Quadria Capital dikenal sebagai private equity yang fokus  pada sektor kesehatan dengan nilai aset yang dikelola lebih dari USD2,2  miliar. Perusahaan telah berinvestasi pada 21 perusahaan di Asia  Pasifik. Sementara di Indonesia, portofolio pertama Quadria adalah Soho  Global yang terlaksana pada 2015.

Maka dengan rekam jejak yang mumpuni tersebut, manajemen Hermina  optimistis Quadria bisa mendukung pertumbuhan strategis perseroan.  Presiden Direktur Medialoka Hermina Dr Hasmoro mengatakan, perseroan  percaya Quadria akan membantu perseroan menuju fase pertumbuhan  berikutnya. Kemitraan ini juga mendukung beberapa inisitiaf baru dalam  melayani kasus-kasus pasien rumah sakit dengan intensitas yang lebih  tinggi.

Direktur Medialoka Hermina, Aristo Setiawidjaja menambahkan,  perseroan telah mengidentifikasi sejumlah peluang kolaborasi dengan  Quadria Capital. Perseroan berupaya mengembangkan kerangka kerja  berbasis lingkungan, sosial dan tata kelola (environmental, social and  governance/ESG). Tahun ini, HEAL siapkan belanja modal hingga Rp 900  miliar. Rencananya, penggunaan belanja modal untuk menambah rumah sakit  baru.

&amp;rdquo;Belanja modal totalnya akan berkisar Rp800 miliar--Rp900 miliar  untuk penambahan 4 rumah sakit dan menambah alat kesehatan untuk  prosedur yang lebih intensif,&quot; kata Aristo Setiawidjaja.

Disampaikan Aristo, penambahan empat rumah sakit tersebut akan  dibangun di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Sumatera, dan akan ada satu  rumah sakit yang diakuisisi. Adapun, belanja modal untuk penambahan  alat kesehatan dan penguatan prosedur yang lebih intensif akan memakan  investasi berkisar Rp400 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Masih terbukanya pertumbuhan bisnis layanan kesehatan di Indonesia mendorong Quadria Capital, private equity asal Singapura membeli minoritas saham PT Medialoka Hermina Tbk (HEAL) atau perusahaan pengelola jaringan rumah sakit Hermina.

Managing Partner dan Co-Founder Quadria Capital, Dr Amit Varma dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, investasi di Hermina merupakan kesempatan besar bagi perusahaan untuk bekerjasama dengan jaringan rumah sakit terkemuka di Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Hermina Siapkan Belanja Modal Rp900 Miliar, Tambah 4 Rumah Sakit
Pihaknya berharap bisa membawa jaringan dan keahlian untuk mengubah Hermina menjadi jaringan rumah sakit multi-spesialis terbesar di Indonesia. Sementara Managing Partner and Co-Founder Quadria Capital, Abrar Mir menambahkan, pihaknya terkesan dengan visi para pendiri Hermina sebagai pelopor perawatan kesehatan swasta yang terjangkau di Indonesia.

&amp;ldquo;Kami juga terkesan dengan kemampuan manajemen Hermina mewujudkan visi tersebut dalam skala yang signifikan,&amp;rdquo;ungkapnya mengutip neraca.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Medikaloka Hermina Catat Laba Bersih Tumbuh 24,56% di Kuartal III-2020
Quadria sebelumnya juga telah membeli sebagian saham produsen multivitamin imboost, PT Soho Global Health Tbk (SOHO). Investasi Quadria kepada pemilik rumah sakit Hermina dilakukan melalui kendaraan investasi keempatnya, yakni Quadria Capital Fund II L.P. Investasi ini sekaligus menjadi yang ketiga bagi Quadria Capital Fund II.Adapun Quadria tidak menyebutkan detail nilai dan jumlah saham  Hermina yang dibeli perusahaan. Berdasarkan data perseroan Amit Varma  kini juga menjabat sebagai komisaris independen di Hermina.

Sedangkan, Quadria Capital dikenal sebagai private equity yang fokus  pada sektor kesehatan dengan nilai aset yang dikelola lebih dari USD2,2  miliar. Perusahaan telah berinvestasi pada 21 perusahaan di Asia  Pasifik. Sementara di Indonesia, portofolio pertama Quadria adalah Soho  Global yang terlaksana pada 2015.

Maka dengan rekam jejak yang mumpuni tersebut, manajemen Hermina  optimistis Quadria bisa mendukung pertumbuhan strategis perseroan.  Presiden Direktur Medialoka Hermina Dr Hasmoro mengatakan, perseroan  percaya Quadria akan membantu perseroan menuju fase pertumbuhan  berikutnya. Kemitraan ini juga mendukung beberapa inisitiaf baru dalam  melayani kasus-kasus pasien rumah sakit dengan intensitas yang lebih  tinggi.

Direktur Medialoka Hermina, Aristo Setiawidjaja menambahkan,  perseroan telah mengidentifikasi sejumlah peluang kolaborasi dengan  Quadria Capital. Perseroan berupaya mengembangkan kerangka kerja  berbasis lingkungan, sosial dan tata kelola (environmental, social and  governance/ESG). Tahun ini, HEAL siapkan belanja modal hingga Rp 900  miliar. Rencananya, penggunaan belanja modal untuk menambah rumah sakit  baru.

&amp;rdquo;Belanja modal totalnya akan berkisar Rp800 miliar--Rp900 miliar  untuk penambahan 4 rumah sakit dan menambah alat kesehatan untuk  prosedur yang lebih intensif,&quot; kata Aristo Setiawidjaja.

Disampaikan Aristo, penambahan empat rumah sakit tersebut akan  dibangun di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Sumatera, dan akan ada satu  rumah sakit yang diakuisisi. Adapun, belanja modal untuk penambahan  alat kesehatan dan penguatan prosedur yang lebih intensif akan memakan  investasi berkisar Rp400 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
